Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks perdagangan yang menguat 0,10% ke level 516,74 dan indeks aneka industri naik 0,08% ke level 1.079,66. Sementara pelemahan pada indeks industri dasar turun 1,07% ke level 398,98; indeks properti turun 0,97% ke level 210,48; indeks perkebunan turun 0,67% ke level 2.351,57; indeks konsumer turun 0,61% ke level 1.129,48; indeks keuangan turun 0,61% ke level 495,56; indeks manufaktur turun 0,52% ke level 870,09; indeks infrastruktur turun 0,45% ke level 773,20; dan indeks pertambangan turun 0,17% ke level 3.299,82. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami foreign sell sebesar Rp 119,81 miliar dengan total pembelian asing Rp 3,02 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,14 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaMulti Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 8.000 ke Rp 348.000; Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 105.000; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 118.500; Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke level Rp 4.000; Harum Energy (HRUM) naik Rp 350 ke Rp 9.700; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 300 ke Rp 19.300; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 45.550; H.M. Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke level Rp 29.400; dan Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) naik Rp 300 ke Rp 4.400.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tutup sendiri (crossing) saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) senilai Rp 2 triliun oleh Bahana Securities. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.521/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.529/US$. Penguatan ini dipengaruhi oleh hasil pidato The Fed mengenai kondisi terkini AS dan kemungkinan tidak dilanjutkannya kebijakan QE tahap ketiga.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemahkecuali bursa saham Jepang, China, dan Pakistan. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh pidato The Fed yang tidak menghasilkansuatu kebijakan apapun dan hanya memaparkan perlambatan ekonomi yang terjadi di AS. Investor mengkhawatirkanperlambatan ekonomi global semakin memperparah proses pemulihan global. Bursa saham Nikkei menguat setelah Economy Watchers untuk survei terhadap tukang cukur, sopir taksi dan lainnya yang terkait konsumen, naik menjadi 36.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali pada bursa saham Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa melemah setelah pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke gagal menawarkan gagasan untuk menggairahkan ekonomi AS. Sektor pertambangan memimpin pelemahan karena turunnya harga logam. Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali Panama dan Peru.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh ketidakjelasan yang dirasakan investor terhadap pidato The Fed dimana tidak memberikansolusi terhadap perlambatan ekonomi AS. Semalam,telah dirilis data MBA Purchase Applicationyang nilainya-4,4%. Indeks ini menggambarkan banyaknya aplikasi pengajuan KPR. Data Quarterly Service Survey juga melemah menjadi 0,5% dari sebelumnya 1% dan revisinya sebesar 0,7%.
Pada perdagangan Kamis (9/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.795-3.810 dan resistance 3.841-3.857. Candle IHSG kembali membentuk negative hammer candle yang mengindikasikan masih adanya tekanan jual di pasar. IHSG juga masih terlihat mengalami pola konsolidasi dengan kecenderungan masih sideways . MACD bergerak datar dan kembali tertahan untuk membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan penguatannya untuk menuju ke area overbought. Belum banyaknya sentimen positif membuat pergerakan IHSG cenderung labil dan melemah. Investor tetap mewaspadai adanya sinyal penurunan di tengah minimnya sentimen positif. Cermati saham-saham lapis kedua. Pencatatan perdana Salim Invomas diharapkan bisa membalikkan kondisi bursa saham yang memerah.
(qom/qom)











































