Mega Capital: IHSG Belum Mampu Menguat

Mega Capital: IHSG Belum Mampu Menguat

Mega Capital - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2011 09:13 WIB
Jakarta - Asing net sell 3 hari berturut turut, IHSG turun –0.45%. IHSG terkoreksi sebesar –0.45% ke level 3,825 pada perdagangan kemarin, dimana untuk tiga hari berturut turut investor asing mencatatkan net sell. Kemarin investor asing membukukan net sell sebesar IDR 120 miliar, dimana sejak awal pekan sudah membukukan total net sell sebesar IDR 747 miliar. Koreksi IHSG dimotori oleh sejumlah sektor seperti sektor industry dasar yang turun –1.08%, sektor property –0.97% serta sektor perkebunan –0.67%. Sektor yang naik adalah sektor perdagangan dan aneka industry yang masing masing naik +0.10% dan +0.08%. Rencana dimulainya produksi iron-ore di tambang Mauritania pada 1Q12 membuat harga saham BRMS naik +4% ke level 780. Sementara itu proyeksi kenaikan permintaan atas ban baik dipasar domestic maupun ekspor membuat harga saham sejumlah emiten ban melonjak, seperti MASA yang naik +9.5% ke level 520 serta GJTL +3.4% ke 3,050.

Pernyataan Bernanke membuat pasar saham kembali terkoreksi. Pernyataan the Federal Reserve Chairman Ben S. Bernanke bahwa proses pemulihan ekonomi Amerika β€œfrustratingly slow” membuat pasar saham Amerika kembali terkoreksi. Sebagai tambahan, The Fed dalam Beige Book yang dirilis semalam mengindikasikan pertumbuhan ekonomi mulai melambat terutama pada empat dari 12 district yang di survey oleh the Fed. Kenaikan harga bahan makanan serta bahan bakar dituding sebagai penyebab melemahnya pemulihan ekonomi. Indeks DJIA turun –0.18% ke level 12,048, Nasdaq anjlok –0.97% ke 2,675 dan S&P500 terkoreksi –0.42% ke 1,279.

Proyeksi BI Rate tetap, IHSG kemungkinan menuju level 3,800. (Range: 3,800-3,850). Indeks pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level 3.825,82, indeks kembali mencoba untuk melewati support level di 3.815 namun akhirnya masih dapat bertahan di atasnya. Stochastic menunjukkan terjadi death cross pada IHSG sementara RSI 14 juga berpotensi memotong ke bawah center line. Hari ini diperkirakan indeks akan akan kembali mencoba untuk melewati EMA 20 hingga mencapai 3.800. Dari makro ekonomi, Bank Indonesia dalam RDG Kamis besok (9/6) kami perkirakan masih mempertahankan BI Rate pada level 6.75%. Turunnya inflasi pada bulan Mei lalu ke level 5.98% yoy (prior 6.16% yoy) kami perkirakan menjadi salah satu pertimbangan BI untuk menahan BI Rate. Selain itu, penguatan rupiah yang sejak awal tahun hingga akhir Mei telah menguat sebesar 5% ke level IDR 8,543 juga menjadi pertimbangan lainnya bagi BI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trading Ideas: BoW : SMGR; Spec. Buy : BBCA, BBNI, MNCN; Sell : DOID

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads