Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks perkebunan yang menguat 0,30% ke level 2.358,61. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri turun 0,96% ke level 1.069,27; indeks konsumer turun 0,73% ke level 1.121,20; indeks manufaktur turun 0,70% ke level 864; indeks keuangan turun 0,67% ke level 492,22; indeks infrastruktur turun 0,65% ke level 768,16; indeks perdagangan turun 0,50% ke level 514,14; indeks industri dasar turun 0,36% ke level 397,55; indeks properti turun 0,13% ke level 210,20; dan indeks pertambangan turun 0,10% ke level 3.296,67. Indeks MBX dan ISSI melemah namun, DBX menguat. IHSG mengalam inet foreign sell sebesar Rp 694,99 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,2 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,89 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 7.000 ke Rp 355.000; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 120.000; Salim Ivomas Pratama (SIMP) naik Rp 150 ke Rp 1.250; Pan Brothers (PBRX) naik Rp 145 ke level Rp 2.025; Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 100 ke Rp 3.600; Bank Ekonomi Raharja (BAEK) naik Rp 90 ke Rp 1.690; Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 75 ke Rp 2.325; Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) naik Rp 75 ke level Rp 2.275; dan Bumi Resorces (BUMI) naik Rp 75 ke Rp 3.450.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.523/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.521/US$. Pelemahan ini seiring dengan dipertahankannya BI rate oleh BI. Investor masih mengkhawatirkan kenaikan inflasi terutama inflasi inti. Dengan dipertahankannya BI Rate dikhawatirkan tidak mampu mengantisipasilonjakan inflasi ke depannya. Apalagi tren pergerakan suku bunga di berbagai negara menunjukkan kenaikan.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham Jepang, Aussie, dan Thailand. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh perspektif negatif investor terhadap perlambatan ekonomi AS. Apalagi Beige Book AS memaparkan perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan AS. Lalu juga dipaparkan kegiatan manufaktur AS yang juga melambat dan data perumahan tidak begitu baik. Selain itu, juga dirilis data ketenagakerjaan Aussie yang melemah dimana selama Mei hanya bertambah 7.800 pekerja dari perkiraan penambahan sebesar 25.000. Sementara angka pengangguran tetap bertahan di level 4,9%, sesuai ekspektasi. Investor juga khawatir bank sentral China akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dimana pelemahanterlihat dari sektor real estat China yang turun setelah suku bunga pasar uang naik ke tingkat tertinggi seiring spekulasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Harga konsumen China diperkirakan naik 5,5% pada Mei dari tahun sebelumnya.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat kecuali pada bursa saham Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa yang menguat, menahan penurunan karena para investor kembalimemburu saham setelah terjadi penjualan akibat melemahnya data terakhir ekonomi AS dan komentar Federal Reserve. Bank of England (BoE) mempertahankansuku bunga acuan ke level terendah. Sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter memutuskan bunga tetap bertahan di level 0,5%. Pasar juga mengharapkanECB menaikkan suku bunganya pada Juli nanti untuk meredam inflasi. Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak menguat kecuali Chile, Venezuela, dan Kolumbia.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi beberapa data yang dirilis. Data U.S trade balance naik menjadi US$ -43,7 miliar dari revisi sebelumnya US$ -46,8 miliar akibat tingkat ekspor yang menembus rekor atau defisit perdagangan menurun. Consumer Comfort Index naik menjadi -45,9 dari sebelumnya47,1. Tetapi, jobless claims naik menjadi 427.000 dari revisi sebelumnya 426.000 dan wholesale trade bulanan turun menjadi 0,8% dari sebelumnya 1,1%.
Pada perdagangan Jumat (10/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.778-3.792 dan resistance 3.824-3.843. Candle IHSG yang kembali melemah,kemarin membentuk candle spinning tops di posisi bawah. Pola ini memberikan gambaran kekuatan daya beli masih menahan kekuatan daya jual yang masih ingin menekan harga. Diharapkan bisa terjadi pola reversal. IHSG juga masih terlihat mengalami pola konsolidasi dengan kecenderungan masih sideways . MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju ke area oversold setelah tertahan penguatannya. Meski belum banyaknya sentimen positif, IHSG mendapatkanangin segar dari penguatan bursa saham Eropa dan AS. Diharapkan menghijaunya dua kawasan bursa saham tersebut mampu berimbas positif bagi IHSG. Investor bisa kembali mencermati saham-saham yang sudah terdiskon harganya.
(qom/qom)











































