Indosurya: Cermati Saham-saham Terdiskon

Indosurya: Cermati Saham-saham Terdiskon

- detikFinance
Selasa, 14 Jun 2011 07:44 WIB
Jakarta - IHSG melemah 38,89 poin (1,03%) di level 3.748,76. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,82 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,78 triliun. Sebanyak 37 saham naik, 211 saham turun, dan 75 saham stagnan. LQ-45 turun 1,02% ke level 663,21 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,88% ke level 515,97.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks infrastruktur yang menguat 0,01% ke level 768,35. Sementara pelemahan pada indeks perkebunan turun 1,83% ke level 2.305,26; indeks aneka industri turun 1,64% ke level 1.029,06; indeks properti turun 1,43% ke level 205,36; indeks konsumer turun 1,30% ke level 1.106,39; indeks manufaktur turun 1,27% ke level 845,31; indeks pertambangan turun 1,15% ke level 3.232,20; indeks keuangan turun 1,11% ke level 486,86; indeks perdagangan turun 0,93% ke level 505,99; dan indeks industri dasar turun 0,81% ke level 391,45. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 55,01 miliar dengan total pembelian asing Rp 861,65 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 916,66 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 360.000; Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) naik Rp 175 ke Rp 4.500; XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 5.950; Colorpark Indonesia (CLPI) naik Rp 140 ke level Rp 1.390; Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 80 ke Rp 1.810; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 50 ke Rp 15.850; Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 ke Rp 20.950; Tifico Fiber Indonesia (TFCO) naik Rp 30 ke level Rp 650; dan Tempo Scan Pacific (TSPC) naik Rp 25 ke Rp 2.125.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali pekan ini dengan melanjutkan pelemahannya. Minimnya sentimen positif membuat IHSG kurang bertenaga untuk dapat mencapai zona hijau. Bahkan level 3.800 pun tak disentuhnya. Investor masih melakukan aksi jual seiring kekhawatiran perlambatan ekonomi global dimana bisa mempengaruhi kepada perdagangan antar negara. IHSG juga terseret pelemahan saham ASII terkait prediksi kerugian yang dialami Toyota Motor Jepang dan koreksi BUMI terkait dampak dari penjualan anak usahanya BRMS kepada Vallar Plc. Selain itu, IHSG masih terkena imbas sentimen negatif dari berita-berita seputar perekonomian kawasan regional. Sepanjang perdagangan, IHSG terus bergerak di area negatif. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.787,37 (level tertingginya) di awal perdagangan dan juga sempat menyentuh level 3.728,40 (level terendahnya) menjelang akhir sesi I dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.748,76. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.531/US$ dari sebelumnya di Rp 8.518/US$. Pelemahan ini seiring dengan penurunan IHSG dimana dipengaruhi oleh pelemahan Euro setelah investor cemas akan penanganan krisis utang Yunani. Sebelumnya Euro juga melemah setelah ECB mengindikasikan tetapnya suku bunga acuan dan perlambatan ekonomi Eropa. Apalagi output industri Inggris melemah 1,7%. Selain itu, penurunan data manufakturing PMI China dari 52,9 ke level 52 memberikan tekanan bagi mata uang Asia sehingga US$ bergerak naik.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham KorSel dan Hong Kong. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh penurunan pinjaman baru China pada Mei 2011 dimana pinjaman di Mei sebesar 551,6 miliar Yuan (US$ 85,14 miliar), lebih rendah dari April sebesar 739,6 miliar Yuan. Investor juga bereaksi negatif terhadap data yang akan dirilis dari China yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi capai 5,5% pada Mei, lebih tinggi dari April sebesar 5,3% serta pertumbuhan suplai uang China yang melambat di Mei. Selain itu, harga kontrak minyak Asia dan logam Asia tercatat melemah. Pasar juga masih mencermati krisis utang Eropa
yang belum jelas penyelesaiannya setelah ECB tidak berniat membeli obligasi Yunani. Bursa saham Jepang turun setelah perkiraan lemahnya penghasilan dan kerugian Toyota Motor pasca terganggunya produksi dan penjualan pasca bencana alam dan permintaan terhadap mesin yang anjlok pada bulan April sehingga memperlihatkan gangguan pasokan energi yang menghalangi pengeluaran modal pasca bencana alam yang menimpa Jepang.

Bursa saham Eropa bergerak mix dengan pelemahan diantaranya pada bursa saham Spanyol, Itali, dan Portugal. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi sikap investor yang masuk lagi setelah melakukan penjualan meski masih diliputi kekhawatiran perlambatan pemulihan ekonomi global. Saham pertambangan menunjukan kenaikan yang dipicu saham ENRC karena mendapat tawaran akuisisi Glencore sebesar US$19,5 miliar. Bursa kawasan Amerika bergerak mix dengan pelemahan diantaranya pada indeks Nasdaq, bursa saham Kanada, Brazil, dan Argentina.

Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh aksi korporasi berupa merjer dan akuisisi emiten AS. Beberapa aksi korporasi M&A diantaranya merjernya Transatlantic Holdings Inc dimana 9,5% nya dimiliki oleh American Int'l Group Inc (AIG) dengan Switzerland's Allied World Assurance Company Holdings AG senilai US$ 3,2 miliar. Aksi M&A berimbas positif walau dlam kondisi ekonomi yang suram karena menunjukkan prospek usaha ke depannya.

Pada perdagangan Selasa (14/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.696-3.722 dan resistance 3.781-3.815. Candle IHSG menggenapkan penurunan selama 4 hari berturut-turut. Negatifnya candle pada penutupan kemarin membawa IHSG mendekati batas oversold nya. Lower bollinger bands telah tersentuh sehingga membuka peluang untuk technical rebound . Diharapkan posisi candle yang mendekati oversold ini bisa membalikkan posisi. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mendekati area oversold dan terlihat adanya upaya untuk reversal. Diharapkan penguatan bursa saham AS bisa berimbas positif terhadap IHSG dengan asumsi didukung oleh data positif dari rilis CPI China hari ini. Untuk kondisi seperti ini, investor bisa cermati saham-saham yang telah terdiskon dengan mulai masuk perlahan.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads