Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat kecuali indeks pertambangan yang melemah 0,31% ke level 3.237,26; indeks perkebunan turun 0,10% ke level 2.333,91; dan indeks properti turun 0,07% ke level 205,18. Sementara penguatan pada indeks aneka industri yang menguat 2,29% ke level 1.067,96; indeks manufaktur naik 1,13% ke level 866,29; indeks keuangan naik 0,81% ke level 493,26; indeks industri dasar naik 0,62% ke level 395,60; indeks konsumer naik 0,58% ke level 1.133,83; indeks infrastruktur naik 0,43% ke level 770,14; dan indeks perdagangan naik 0,29% ke level 510,65. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 471 miliar dengan total pembeliana sing Rp 1,31 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 834,13 miliar.
Saham-sahamyang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaMerck (MERK) naik Rp 9.000 ke Rp 119.000; Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 8.000 ke Rp 370.000; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 125.000; Astra International (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 59.000; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 46.250; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 700 ke level Rp 25.000; Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 5.450; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 500 ke Rp 19.600; dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 13.400.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
berhasil bertengger di level 3.794,25. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.535/US$ dari sebelumnya di Rp 8.538/US$. Pergerakan Rupiah di awal sesi sempat melemah dipicu oleh sentimen GWM China dan belum jelasnya penyelesaian krisis utang Yunani. Bahkan pasar melihat, kesepakatan bailout Yunani ditunda hingga Juli yang seharusnya diputuskan akhir Juni ini. Di sisi lain, data-data ekonomi yang dirilis di AS juga memperkuat US$ di awal sesi. Di sisi lain, masih banyaknya aliran asing yang masuk akhirnya memperkuat Rupiah di akhir perdagangan.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan diantaranya pada bursa saham Hong Kong, China, Aussie, dan New Zealand. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh tarik menarik sentimen positif dan negatif dimana laporan penjualan ritel AS yang lebih baik dari estimasi melawan sentimen spekulasi bahwa krisis utang negara Eropa butuh waktu lebih lama untuk penyelesaian.Bursa saham China sempat menguat setelah merilis laporan yang menunjukkan output industri tumbuh lebih dari estimasi dan level inflasi dipercepat yang sesuai dengan prediksi serta perintah pihak berwenang China kepada pemberi pinjaman untuk menyisihkan lebih
banyak dana sebagai cadangan. Investor juga mengapresiasi penjualan ritel AS yang di atas ekspektasi, meskipun masih negatif. Selain itu, angka pengangguran KorSel turun menjadi 3,3% dari sebelumnya 3,6% dan perkiraan 3,8%. Angka penjualan ritel di New Zealand sesuai prediksi di level 0,9% dari sebelumnya -0,4%. Tetapi, kurangnya resolusi dari situasi utang Yunani menambah ketidakpastianinvestor, tidak hanya untuk Yunani, tetapi negara- negara yang terjerat utang lain dalam Uni Eropa. Akhirnya investor mulai mengurangi aktivitas transaksinya.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali bursa saham Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh masalah Yunani dan rating bank Prancis dimana penurunan dipicu oleh saham-saham perbankan. Pasar juga tertekan dengan gagalnya kesepakatan bailout kedua untuk Yunani. Di sisi lain, angka CPI Perancis turun menjadi 0,1% dari sebelumnya 0,3% dan angka pengangguran Inggris tidak berubah dari sebelumnyadi level 7,7%. Bursa kawasan Amerika mayoritas melemah kecuali bursa saham Panama.
Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh penurunan data kapasitas produksi industri menjadi 76,7% dari sebelumnya 76,9% dan perkiraan 77%; MBA purchase applications naik menjadi 4,5% dari sebelumnya-4,4%; CPI mingguan turun menjadi 0,2% dari sebelumnya0,4% namun, secara tahunan naik menjadi 3,4% dari sebelumnya3,1%; Indeks kondisi bisnis turun menjadi -7,8 dari sebelumnya11,88 dan perkiraan 14; dan indeks pasar perumahan turun menjadi 13 dari sebelumnya1 6. Selain itu, investor juga cemas terhadap kemungkinan gagal bayar utang Yunani dan berbagai tanda perlambatan ekonomi AS.
Pada perdagangan Kamis (16/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.756-3.775 dan resistance 3.812-3.829. Candle IHSG masih bergerak positif. Perlahan sudah mendekati middle bollinger bands yang memiliki peluang untuk penguatan lanjutan. Meski memilikipeluang kenaikan namun, kemarin candle membentukshooting star yang menggambarkankekuatan daya jual yang berusaha menekan harga dan kekuatan daya beli berusaha untuk menahannya. MACD mulai tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berupaya reversal meninggalkan area oversold . Meski secara teknikal IHSG dimungkinkan bisa melanjutkan penguatan namun, sentimen negatif dari penurunan bursa saham AS dan Eropa bisa menjadi penghalang IHSG untuk melanjutkan penguatan. Untuk itu, investor berhati-hati bisa mulai ada sinyal pelemahan.
(qom/qom)











































