Minyak light sweet diperdagangkan pada harga $95 per barel setelah sebelumnya ditransaksikan melorot seiring semakin buruknya krisis Eropa dan melambatnya perekonomian AS. IHSG kemarin (15/6) ditutup menguat 20 point (+0.56%) ke level 3,794 ditengah fluktuasi bursa-bursa regional sehingga investor lebih memilih 'wait and see' dan selective buy pada saham-saham yang harganya telah terdiskon. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp434 miliar dengan sektor yang paling banyak di beli adalah ASII, BBRI, BBCA, BMRI dan EXCL.
Secara teknikal, IHSG kembali berhasil bergerak menguat dengan kembali menembus area pola rectanglenya namun waspadai potensi pullback apabila IHSG kembali break dari support rectanglenya di 3776. Indikator stochastic bergerak uptrend setelah membentuk goldencross. Pada perdagangan hari ini (16/6), IHSG diperkirakan akan bergerak pada range 3,746-3,814 dengan kecenderungan menguat. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain MYOR dan MNCN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- BNBR : Target Rampungkan Kuasi Organisasi Kuartal III
- GDST : Gunawan Dianjaya Bidik Laba Rp 200 Miliar
- PTPP : Kuartal I, PT PP Raih Laba Bersih Rp24,178 M
Economic & Strategy
Economic: Kepemilikan asing di SUN terus membesar
Chart in Focus
- UNTR (Trading Sell) Â
- SMGR (SoS)
- MYOR (Trading Buy) Â
- MNCN(Speculative Buy)
- CTRS (SoS)
- CPIN (BoW).











































