Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali oleh indeks perkebunan yang melemah 2,20% ke level 2.282,63; indeks keuangan turun 2% ke level 483,42; indeks pertambanganturun 1,92% ke level 3.175,08; indeks perdaganganturun 1,49% ke level 503,05; indeks aneka industri turun 1,37% ke level 1.053,30; indeks infrastruktur turun 1,12% ke level 761,48; indeks properti turun 1,06% ke level 203,01; indeks manufaktur turun 0,69% ke level 860,33; indeks konsumer turun 0,62% ke level 1.216,85; dan indeks industri dasar turun 0,02% ke level 395,53. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalaminet foreign sell sebesar Rp 166,31 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,14 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,31 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 25.700; Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 500 ke Rp 4.500; Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 350 ke Rp 5.800; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 19.800; Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 9.600; Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 100 ke level Rp 3.900; Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 75 ke Rp 2.500; Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas (SAIP) naik Rp 60 ke Rp 305; dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 6.250.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan buy nett.
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.584/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.535/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi pelemahan Euro dan mata uang lainnya terhadap US$ seiring tak kunjung tuntasnya penyelesaiankrisis utang Yunani. Para MenKeu Uni Eropa belum sepakat untuk melibatkan pihak swasta dalam pembelian obligasiuntuk merestrukturiasi utang Yunani sebagaimana diusulkan Jerman. Selain itu, adanya peringatan dari Moody's Rating terhadap penurunan peringkat pada bank-bank besar Perancis juga melemahkan Euro. Hal ini karena Perancis merupakan negara penting dalam G7. Tidak hanya itu, kenaikan GWM China sebesar 50 bps ke level 21,5% atau kenaikan ke-6 kalinya turut mempengaruhi pasar.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham Pakistan, Vietnam, dan Laos. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh penurunan bursa saham global pada perdagangan sebelumnya seiring dengan adanya kerusuhan terhadap rencana langkah-langkah penghematan yang akan dilakukan pemerintah Yunani dan perlambatan pemulihanekonomi global. Penurunan dipimpin saham material dan teknologi. Selain itu, adanya spekulasi baru bahwa China bersiap menaikkan suku bunga turut membuat investor cemas bahwa perlambatan ekonomi kian nyata dengan dilakukannyapengetatan moneter. Dari Asia Pasifik tidak banyak laporan ekonomi keluar kecuali dari New Zealand yang melaporkan kenaikan consumer sentiment menjadi 112 dari sebelumnya 97,9 dan Purchasing Manager Index (Indeks pengukuran manufaktur) yang naik menjadi 54,7 dari 52. Selain itu, dari Aussie dilaporkan penurunan penjualan kendaraan motor menjadi -7,6% dari -4,1% dan ekspektasi inflasi yang tetap di level 3,3%.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah melanjutkan pelemahan sebelumnya. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan penyelesaianmasalah utang Yunani. Investor juga kembali mencemaskan perbankan di Eropa setelah rating bank Prancis terancam diturunkan Moodys. Di sisi lain, dilaporkan angka CPI Itali tetap di level 0,1% dan angka penjualan ritel bulanan Inggris turun menjadi -1,4% dari sebelumnya1,1%. Angka CPI Eurozone tetap di level 2,7% dan CPI inti turun menjadi 1,5% dari sebelumnya 1,6%.
Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali pada indeks DJIA, S&P 500, serta Russell. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh penurunan data initial jobless claims menjadi 414.000 dari sebelumnya 430.000, kenaikan data housing starts menjadi 560.000 dari sebelumnya 540.000, kenaikan building permits menjadi 610.000 dari sebelumnya 560.000. Setidaknya data-data tersebut bisa menahan kejatuhan indeks dan menutup berita negatif dari kawasan Eropa.
Pada perdagangan Jumat (17/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.678-3.700 dan resistance 3.783-3.824. Candle IHSG mengkonfirmasi pelemahan setelah terbentuknya candle shooting star . Selain itu, pelemahan kemarin kembali membawa IHSG menyentuh lower bollinger band yang menandakan IHSG telah mengalamioversold . MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang.RSI, William's%R, dan Stochastic kembali menyentuh area oversold . Secara teknikal IHSG yang kembali menyentuh area oversold dimungkinkan mengalami reversal. Diharapkan penguatan pada bursa saham AS bisa membalikkan pelemahan pada IHSG. Investor bisa cermati saham-saham yang sudah terdiskon untuk on weakness.
(qom/qom)











































