Sucorinvest: IHSG Bakal Berfluktuasi

Sucorinvest: IHSG Bakal Berfluktuasi

- detikFinance
Jumat, 17 Jun 2011 09:44 WIB
Jakarta - Kemarin IHSG melemah berfluktuasi (sempat minus 74 poin) dan di tutup minus 53,78 poin di 3740,47 dipimpin oleh saham semua sektor terutama komoditas, perbankan di tengah-tengah penurunan tajam indeks bursa global, setelah bank sentral India menaikkan suku bunga, kekhawatiran upaya Cina mendinginkan ekonomi, kekhawatiran memburuknya krisis utang di Eropa menyusul kerusuhan di Yunani dan penurunan IDR/USD. Investor asing kemarin sebagai net seller sebesar Rp 166 miliar.

Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG melemah berfluktuasi pada kisaran 3701-3761 dengan pertimbangan : tiga dari empat indikator teknikal bergerak turun, indikator klinger oscillator dead cross, muncul candle semacam bearish engulfing, indeks kemarin masih ditutup di bawah garis EF pada pola sideways channel dan penurunan indeks kemarin diikuti dengan peningkatan volume. Kemarin indeks bursa Eropa ditutup melemah ditengah-tengah ketidakpastian paket penyelamatan kedua bagi Yunani.

Kemarin indeks bursa Wall Street ditutup mixed menguat dan berfluktuasi saat opsi saham, indeks jatuh tempo ditengah-tengah data ekonomi lebih baik dari konsensus. Pagi ini bursa Asia di buka mixed saat data ekonomi AS lebih baik dari konsensus dan pembelanjaan konsumen di China melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Right Issue IMAS di Rp 8000/Saham
IMAS menetapkan harga right issue senilai total Rp2,77 triliun sebesar Rp8000/saham. Rasio right issue adalah 3 : 1 dengan efek dilusi sebesar 25%. Dua pemegang saham pengendali IMAS yaitu PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata menyatakan tidak menebus haknya sebanyak 322,86 juta HMETD dan menjualnya kepada investor institusi. IMAS akan menggunakan 60% dana hasil right issue ini untuk membayar utang. AZ : Sentimen netral.

AKKU Jual Pabrik Untuk Bayar Utang...AKKU (Rp180), produsen botol plastik dan galon, akan menjual pabrik senilai Rp9,76 miliar kepada PT Asia Prima Packaging untuk
membayar sebagian besar utang. Harga jual berada 9,46% di atas harga pasar. Penjualan akan di lakukan pada Q3/2011 setelah kemarin telah mendapatkan restu dari pemegang saham. AZ : Sentimen positif.

SHID Kaji Right Issue, Kuasi Reorganisasi...SHID (Rp690) mengkaji rencana right issue pada tahun ini untuk menambah kebutuhan capex dan menyelesaikan masalah defisit
lewat kuasi reorganisasi. AZ : Sentimen positif.

PTPP Bayar Deviden Rp15/Saham...PTPP (Rp670) akan membayar deviden tunai tahun buku 2010 sebesar Rp14,57/saham dengan jadwal : CUM (7/7/2011), EX (8/7/2011)
dan PAY (15/7/2011). dengan devidend yield sekitar 2,2%. Saat ini saham PTPP diperdagangkan pada PER11K=9,85 x ; PBV11K=1,95 x dan EV/EBITDA11K=7,21 x (valuasi menarik). AZ : Sentimen netral

EPMT Bayar Deviden Rp5/Saham.

EPMT (Rp780) akan membayar deviden tunai tahun buku 2010 sebesar Rp5/saham dengan jadwal : CUM (8/7/2011), EX (11/7/2011) dan PAY (27/7/2011). AZ : Sentimen netral dengan devidend yield sekitar 0,6%.

MTDL Bayar Deviden Rp4/Saham...MTDL (Rp123) akan membayar deviden tunai tahun buku 2010 sebesar Rp4/saham dengan jadwal : CUM (11/7/2011), EX (12/7/2011) dan PAY (28/7/2011). AZ : Sentimen netral dengan devidend yield sekitar 3,3%.

FAST Bayar Deviden Rp448/Saham...FAST (Rp10500) akan membayar deviden tunai tahun buku 2010 sebesar Rp448,18/saham dengan jadwal : CUM (8/7/2011), EX (11/7/2011) dan PAY (27/7/2011). AZ : Sentimen netral dengan devidend yield sekitar 4,3%. KAEF Bayar Deviden Rp5/Saham.

KAEF (Rp199) akan membayar deviden tunai tahun buku 2010 sebesar Rp4,995/saham dengan jadwal : CUM (8/7/2011), EX (8/7/2011) dan
PAY (26/7/2011). AZ : Sentimen netral dengan devidend yield sekitar 2,5%.

SKBM Akuisisi Bumifood Industry

SKBM (Delisting) berencana menerbitkan saham baru atau right issue untuk mengakuisisi 51% saham PT Bumifood Industry. Akuisisi ini diharapkan rampung pada H2/2011. Saham SKBM telah dicoret dari Bursa Efek Indonesia. AZ : Sentimen positif.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads