Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah kecuali indeks keuangan yang menguat 0,29% ke level 484,80. Sementara pelemahan diawali oleh indeks pertambangan yang melemah 1,28% ke level 3.134,63; indeks konsumer turun 1,21% ke level 1.113,24; indeks perkebunan turun 1,07% ke level 2.258,12; indeks infrastruktur turun 0,90% ke level 754,62; indeks properti turun 0,87% ke level 201,24; indeks manufaktur turun 0,51% ke level 855,96; indeks perdagangan turun 0,15% ke level 502,32; indeks aneka industri turun 0,06% ke level 1.052,68; dan indeks industri dasar turun 0,03% ke level 395,40. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 7,25 miliar dengan total pembelianasing Rp 1,37 triliun dan total penjualan asing mencapaiRp 1,37 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranyaDelta Djakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 125.000; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 400 ke Rp 20.200; United Tractors (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 22.900; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 200 ke Rp 15.000; Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 200 ke Rp 4.100; Astra International (ASII) naik Rp 150 ke level Rp 58.300; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 150 ke Rp 22.850; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 150 ke Rp 16.900; dan Asuransi Ramayana (ASRM) naik Rp 125 ke Rp 2.625.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.595/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.584/US$. Pergerakan Rupiah masih dipengaruhipelemahan Euro dan mata uang lainnyaterhadap US$ karena investor masih mencermati kondisi geopolitik di Yunani terkait penyelesaianutangnya. SebelumnyaRupiah juga melemah seiring peringatan dari Moody's Rating terhadap penurunan peringkat pada bank-bank besar Perancis karena eksposur kredit ke Yunani yang sangat besar mencapai US$ 56,7 miliar, terbesar diantara anggota euro lainnya serta kebuntuan dalam pertemuan ECB untuk membahas krisis utang.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham Aussie dan Sri Lanka. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh kecemasan investor terhadap meluasnya krisis utang Yunani setelah belum tercapainya solusi penyelesaian utang Yunani dan ancaman Moody's untuk menurunkan peringkat bank-bank besar Perancis. Investor bertambah panik setelah terjadi kerusuhan di Yunani terkait pengetatan anggaran yang akan dilakukan. Penguatan pada bursa saham Aussie dipicu oleh kenaikan saham-saham perbankan. Dari Asia Pasifik tidak banyak laporan ekonomi keluar kecuali dari Singapura yang melaporkan kenaikan trade balande menjadi US$ 4,53
miliar dari sebelumnya US$ 4,33 miliar. Investor juga masih mencermati kenaikan GWM di China terkait penyelesaian tingginya inflasi.
Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat kecuali pada bursa saham Swiss dan Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh pergantian MenKeu dan komitmen perombakan kabinet di Yunani untuk mencegah gagal bayar utang negara dan pernyataan PM Perancis terkait solusi penyelesaian utang Yunani dimana program bantuan bagi Yunani akan segera terlaksani. Perancis juga mengajak Jerman menyepakati membantu Yunani dari krisis utang. Di sisi lain, dilaporkan angka trade balance Itali yang naik menjadi ⬠-3,76 miliar dari sebelumnya⬠-3,94 miliar. Sebelumnya CPI Itali tetap di level 0,1%. Angka trade balance Eropa turun menjadi ⬠-2,9 miliar dari sebelumnya⬠-2,2 miliar. Sebelumnyadilaporkanangka CPI Eurozone tetap di level 2,7% dan CPI inti turun menjadi 1,5% dari sebelumnya1,6%.
Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali pada indeks Nasdaq, bursa saham Kanada, dan Meksiko. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh komitmen Perancis yang akan bersama-samadengan Jerman membantu Yunani mengatasiutangnya agar tidak gagal bayar. Dari data ekonomi, tidak banyak yang dilaporkankecuali penurunan data penjualan wholesale Kanada menjadi -0,1% dari sebelumnya0,3%; penurunan Consumer Sentiment Index menjadi 71,80 dari sebelumnya 74,30; dan kenaikan angka indeksleading indicators bulanan menjadi 0,8% dari sebelumnya -0,3%.
Pada perdagangan Senin (20/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.674-3.698 dan resistance 3.753-3.783. Candle IHSG kembali melemah pada perdagangan kemarin dengan membentuk spinning tops di posisi bawah. Secara teknikal pola ini mengindikasikan akan terjadinya reversal. Kembali tersentuhnya lower bollinger band membuka peluang bagi IHSG untuk berbalik arah. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali menyentuh area oversold . Secara teknikal IHSG memang dimungkinkan untuk menguat namun, rilis data yang keluar tidak begitu kuat mengangkat IHSG menjauhi area oversold. Meski menguat namun, bersifat terbatas. Investor tetap cermati rilis data yang akan keluar.
(qom/qom)











































