Indosurya: Penguatan IHSG Masih Terbatas

Indosurya: Penguatan IHSG Masih Terbatas

- detikFinance
Selasa, 21 Jun 2011 07:40 WIB
Jakarta - IHSG menguat 6,82 poin (0,18%) di level 3.729,12. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,24 miliar unit saham dengan nilai total Rp 2,83 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 143 saham turun, dan 97 saham stagnan. LQ-45 naik 0,23% ke level 660,31 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,26% ke level 512,29.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat kecuali indeks industri dasar yang melemah 0,68% ke level 392,73 dan indeks perkebunan turun 0,02% ke level 2.257,56. Sementara penguatan diawali oleh indeks konsumer yang menguat 1,15% ke level 1.126,02; indeks manufaktur naik 0,29% ke level 858,48; indeks infrastruktur naik 0,19% ke level 756,06; indeks perdagangan naik 0,19% ke level 503,26; indeks keuangan naik 0,15% ke level 485,53; indeks aneka industri naik 0,11% ke level 1.053,78; indeks pertambangan naik 0,10% ke level 3.137,74; dan indeks properti naik 0,07% ke level 201,37. Indeks MBX dan ISSI menguat dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 40,26 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,03 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,07 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Surya Toto (TOTO) naik Rp 4.000 ke Rp 42.000; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 16.000; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 45.300; Bayan Resources (BYAN) naik Rp 900 ke Rp 21.100; Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 11.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 400 ke level Rp 25.900; Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik Rp 175 ke Rp 5.100; Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 150 ke Rp 5.350; dan Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 58.450.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali pekan ini dengan berada di area positif meskipun sempat di pertengahan perdagangan terjerembab ke zona negatif. Pelemahan pada bursa-bursa kawasan regional sempat berimbas negatif kepada IHSG sehingga membuat laju penguatannya tertahan. Apalagi di sesi siang, laju IHSG juga tertahan oleh pembukaan bursa saham Eropa yang melemah. Minimnya sentimen positif dan lebih banyaknyasentimen negatif membuat IHSG bergerak bervariatif dan penguatan kemarin lebih disebabkan oleh adanya technical rebound karena sudah oversoldnya saham-saham di bursa. Pencatatan perdana saham MTLA pun tidak mampu mengangakat IHSG lebih tinggi. Bahkan saham tersebut terkena aksi jual dan ditutup di harga IPOnya. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.751,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.710,82 (level terendahnya) menjelang penutupan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.729,12. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.578/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.595/US$. Pergerakan Rupiah sempat melemahdipengaruhi oleh kemungkinan gagal bayarnya Yunani terhadap utang-utangnya.Investor melihat kebangkrutan Yunani sudah tidak bisa terhindarkan lagi. Apalagi beredar kabar adanya konsensus yang mengatakan Yunani telah bangkrut. Pasar juga merespon negatif terhadap aksi Moody's yang mulai mereview peringkat kredit Italia yang dimungkinkan mengalami downgrade. Tetapi, penguatan pada bursa saham memberi imbas positif bagi penguatan Rupiah.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham Jepang, New Zealand, dan Singapura. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi kembali oleh kecemasan investor terhadap meluasnya krisis utang Yunani setelah gagalnya Pemerintah Eropa untuk menyetujui pembayaran pinjaman untuk mencegah Yunani dari default. Apalagi terdapat berita negatif adanya konsensus yang mengatakan Yunani telah default sehingga makin menyuramkan upaya pemulihan ekonomi global. Pelemahan juga dipicu penurunan Indeks Shanghai setelah Credit Suisse Group AG mengatakan ekonomi China sedang menuju pelemahandan penurunan pada Indeks Sensex setelah Standar Bisnis melaporkan bahwa India akan mengambil pajak dari keuntungan atas investasi yang dilakukan melalui Mauritius. Dari Asia Pasifik tidak banyak laporan ekonomi keluar kecuali dari Jepang yang melaporkan trade balande yang tetap di level US$ -0,47 triliun dan penjualan manufaktur New Zealand kuartalan yang melemah menjadi 2,9% dari sebelumnya 3%.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah dipengaruhi oleh penurunan saham perbankan setelah MenKeu zona euro menambahkan ketidakpastian penanganan krisis utang Yunani dengan menunda rilis dari langkah selanjutnya untuk pinjaman darurat ke Yunani. Kondisi makin suram setelah Yunani mendapatkankonsensus dari para pelaku pasar bahwa sudah bangkrut. Setelah Yunani diberikan dana talangan sejak 2 Mei 2010 sebesar € 110 miliar, defisit Yunani masih terus meningkat. Lalu, dana talangan kedua sebesar € 12 miliar, terbentur oleh alasan politis sehingga keputusan finalnyaoleh para MenKeu Uni Eropa ditunda hingga awal Juli 2011. Di sisi lain, dilaporkan angka bulanan Righmove House Price Index Inggris turun menjadi 0,6% dari sebelumnya 1,3% dan Producer Price Index bulanan Jerman yang turun menjadi 0% dari sebelumnya 1%.

Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak menguat kecuali pada bursa saham Peru dan Kolumbia yang dipengaruhi oleh berita positif terbaru dari perkembangan penyelesaian krisis utang Yunani. MenKeu zona Eropa memberikan Yunani waktu selama 2 minggu sejak Senin untuk menyetujui perkiraan pengembalian pinjaman darurat sebesar € 12 miliar. MenKeu zona Eropa juga berharap dana sebesar € 110 miliar untuk bailout Yunani dibayarkan oleh Uni Eropa dan IMF pada pertengahan Juli untuk menghindari gagal bayar. Padahal sebelumnya beredar kabar adanya konsesus bahwa Yunani telah default.

Pada perdagangan Selasa (21/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.689-3.709 dan resistance 3.750-3.771. Candle IHSG mulai menguat meski terbatas dengan kembali membentukspinning tops di posisi bawah. Secara teknikal pola ini masih mengindikasikanakan terjadinya reversal. Lower bollinger band yang masih tersentuh membuka peluang bagi IHSG untuk berbalik arah. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba reversal setelah menyentuh area oversold. Secara teknikal IHSG memang dimungkinkan untuk menguat namun, penguatan yang terjadi masih bersifat terbatas karena kondisi pasar yang belum begitu jelas. Investor tetap cermati rilis data yang akan keluar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads