Indosurya: IHSG Bisa Makin Perkasa

Indosurya: IHSG Bisa Makin Perkasa

- detikFinance
Rabu, 22 Jun 2011 07:55 WIB
Jakarta - IHSG menguat 65,82 poin (1,77%) di level 3.794,94. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,93 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,79 triliun. Sebanyak 229 saham naik, 40 saham turun, dan 59 saham stagnan. LQ-45 naik 1,59% ke level 670,84 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,65% ke level 520,77.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak positif dengan kenaikan diawali oleh indeks pertambangan yang menguat 3,15% ke level 3.236,71; indeks perkebunan naik 2,21% ke level 2.307,53; indeks konsumer naik 2,16% ke level 1.150,35; indeks perdagangan naik 2,02% ke level 513,40; indeks properti naik 2,01% ke level 205,43; indeks manufaktur naik 1,71% ke level 873,19; indeks aneka industri naik 1,53% ke level 1.069,93; indeks infrastruktur naik 1,30% ke level 765,87; indeks industri dasar naik 1,29% ke level 397,80; dan indeks keuangan naik 1,05% ke level 490,63. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 358,25 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,29 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 927,99 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan Resources (BYAN) naik Rp 1.650 ke Rp 22.750; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 46.600; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.300 ke level Rp 27.200; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 27.200; Astra International (ASII) naik Rp 650 ke Rp 59.100; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 500 ke Rp 5.200; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 425 ke Rp 3.525; Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 3.925; dan Metro Realty (MTSM) naik Rp 350 ke level Rp 1.850.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih melanjutkan penguatannya di hari kedua pekan ini seiring dengan penguatan bursa saham kawasan regional. Selain faktor technical rebound yang mengangkat harga saham, IHSG juga terimbas positif dari penyelesaian krisis Yunani dimana pasar merespon positif jajak pendapat masyarakat Yunani untuk mendukung pemangkasan anggaran, kenaikan pajak, dan penjualan aset-aset negara. Setidaknya hal tersebut memberikan angin segar terhadap upaya pemulihan krisis utang di kawasa Eropa. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.797,56 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.729,67 (level terendahnya) di awal sesi perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.794,94. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.603/US$ dari sebelumnya di Rp 8.578/US$. Pergerakan Rupiah sempat menguat dipengaruhi oleh oleh tumbuhnya harapan pasar atas resolusi krisis utang Yunani dimana akan PM akan melakukan jajak pendapat dengan tujuan agar memperoleh dukungan untuk pemangkasan pengeluaran anggaran, kenaikan pajak, dan penjualan beberapa aset negara. Sebelumnya, para MenKeu Uni Eropa memberikan waktu 2 minggu kepada Yunani untuk mempertimbangkan ketiga hal tersebut agar Uni Eropa memberikan bailout € 12 miliar. Apresiasi Rupiah juga didukung dari hasil The Economic and Financial Affairs Council (Ecofin) meeting pada Senin (20/6) dimana disepakati kenaikan The European Financial Stability Facility (EFSF) dari level € 440 miliar saat ini. Tetapi, apresiasi tertahan setelah pasar fokus pada Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali bursa saham Sri Lanka dimana dipengaruhi oleh mulai meredanya kekhawatiran default Yunani setelah pemimpin MenKeu Eropa mengindikasikan solusi penangangan krisis utang Yunani. Adanya penangangan tersebut setidaknya membawa angin segar bagi upaya pemulihan di kawasan tersebut dan kekhawatiran akan meluasnya krisis utang secara perlahan mulai sirna. Penguatan pada bursa saham Asia juga dipicu oleh ekspektasi peningkatan kinerja emiten di kuartal kedua ini; kenaikan saham perbankan KorSel atas ekspektasi bertumbuhnya kredit di semester II; pelemahan Yen; dan kenaikan rating beberapa saham Hong Kong. Dari Asia Pasifik laporan ekonomi yang keluar yaitu kenaikan indeks All Industries Activity Jepang yang naik menjadi 1,5% dari sebelumnya -6,4%.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat dipengaruhi oleh naiknya harapan penyelamatan terhadap Yunani. Selain itu, penguatan juga dipicu oleh dimenangkannya voting PM Yunani untuk melakukan ketiga hal yang diminta MenKeu Eropa. PM Yunani memenangkan 155 suara. Dengan demikian, paket penyelamatan senilai € 12 miliar akan dapat dicairkan pada Juli nanti. Di sisi lain, dilaporkan angka indeks CBI Industrial Trends Orders Inggris naik menjadi 1 dari sebelumnya -2.

Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak menguat kecuali pada bursa saham Panama yang dipengaruhi oleh berita positif terbaru dari perkembangan penyelesaian krisis utang Yunani setelah PM Yunani memenangkan voting untuk melakukan ketiga hal yang diminta MenKeu Eropa. Pelaku pasar melihat tekanan terhadap krisis utang Yunani mulai berkurang. Dari rilis ekonomi dilaporkan kenaikan Leading Indicators bulanan Kanada sebesar 1% dari sebelumnya 0,9%; kenaikan penjualan ritel bulanan Kanada sebesar 0,3% dari sebelumnya -0,1%; dan penurunan Existing Home Sales AS menjadi 4,8 juta dari sebelumnya 5 juta dan lebih tinggi dari perkiraan 4,78 juta.

Pada perdagangan Rabu (22/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.706-3.750 dan resistance 3.818-3.842. Candle IHSG membentuk candle menyerupai white marubozu dimana sebelumnya membentuk spinning tops di posisi bawah. Secara teknikal pola ini memberikan peluang untuk melanjutkan penguatan. Kekuatan daya beli mash besar di pasar. Meski Lower bollinger band sudah tidak tersentuh namun, posisinya masih di bawah middle bollinger bands sehingga masih membuka peluang bagi IHSG untuk menguat. MACD mulai naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic reversal dan mulai meninggalkan area oversold . Secara teknikal IHSG dimungkinkan untuk kembali menguat. Apalagi sentimen yang beredar masih positif dan sudah menemui kejelasan. Investor bisa mulai mengkoleksi saham-saham yang sebelumnya telah tertekan.



(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads