Indosurya: IHSG Masih Penuh Kewaspadaan

Indosurya: IHSG Masih Penuh Kewaspadaan

- detikFinance
Jumat, 24 Jun 2011 08:14 WIB
Jakarta - IHSG menguat 1,82 poin (0,05%) di level 3.823,65. Total volumeperdagangan BEI mencapai 7,66 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,76 triliun. Sebanyak109 saham naik, 109 saham turun, dan 112 saham stagnan. LQ-45 naik 0,13% ke level 676,75 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,11% ke level 524,70.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak mix dengan pelemahan pada indeks properti yang melemah 0,48% ke level 205,72; indeks perkebunan turun 0,46% ke level 2.296,50; indeks industri dasar turun 0,38% ke level 396,70; indeks pertambangan turun 0,25% ke level 3.248,76; indeks infrastruktur turun 0,22% ke level 766,11; dan indeks perdagangan turun 0,02% ke level 518,28. Sementara kenaikan diawali oleh indeks aneka industri yang menguat 1,55% ke level 1.100,07; indeks manufaktur naik 0,47% ke level 883,23; indeks konsumer naik 0,20% ke level 1.159,97; dan indeks keuangan naik 0,09% ke level 496,35. Indeks MBX dan ISSI menguat namun, DBX melemah.IHSG mengalaminet foreign buy sebesar Rp 696,32 miliar dengan total pembelianasing Rp 12,49 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 736,26 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.050 ke Rp 29.000; Astra International (ASII) naik Rp 800 ke Rp 60.800; Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 550 ke level Rp 8.900; AsahimasFlat Glass (AMFG) naik Rp 450 ke Rp 7.300; Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 4.950; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 300 ke Rp 16.600; Indo-Rama Synthetics (INDR) naik Rp 275 ke Rp 3.425; FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 175 ke Rp 2.075; dan Polychem Indonesia (ADMG) naik Rp 110 ke level Rp 620.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih bisa berada di zona positif pada perdagangankemarin meski hanya naik tipis dan menjadi terbatas kenaikannyaseiring dengan pelemahanpada bursa-bursa regional setelah terimbas pelemahanpada bursa saham AS yang merespon negatif pemangkasan pertumbuhan ekonomi oleh The Fed. Padahal sebelumnya,IHSG mendapat angin segar dari kepastian penyelesaiankrisis utang Yunani namun, di sisi lain investor juga dihadapkan pada perlambatan ekonomi di AS. Di tengah situasi yang tidak pasti itu, investor menjadi ragu untuk kembali masuk ke bursa. Selain itu, aksi jual dari investor domestik kian menahan penguatan IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.829,63 (level tertingginya) di awal sesi kedua dan juga sempat menyentuh level 3.801,7 (level terendahnya) di awal sesi perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.823,65. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.601/US$ dari sebelumnyadi Rp 8.600/US$. Pergerakan Rupiah melemah seiring dengan pernyataan Royal Bank of Scotland (RBS) Plc yang mengatakan bahwa Euro akan jatuh ke level US$ 1,30 hingga awal 2012 yang didasarkan pada pertimbangan melambatnya inflasi Eropa dan meningkatnya risiko stagnasi ekonomi Spanyol. Selain itu, pelemahan dipicu penguatan US$ setelah The Fed tidak memberikanindikasi stimulus lanjutan dan dipangkasnyaoutlook pertumbuhan ekonomi AS. Euro juga tertekan oleh pemberitaansalah satu surat kabar Jerman yaitu, keinginan salah satu anggota parlemen Jerman untuk mengeluarkan Yunani dari zona Euro. Oleh karena itulah, Rupiah bergerak melemah.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali bursa saham China, New Zealand, dan Pakistan dimana dipengaruhi oleh penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS oleh The Fed dan di tengah kekhawatiran China akan menaikkan suku bunga. Adanya berita tersebut menghapus eforia dan keyakinan investor akan pemulihan ekonomi pasca kepastian penyelesaiankrisis utang Yunani. Ekonomi AS dimana merupakan pangsa pasar bagi Asia ternyata masih akan melambat.Investor mengkhawatirkanpenjualan produk-produk Asia Pasifik yang diperdagangkandi AS akan mengalamipenurunan. Ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 2,7%-2,9% tahun ini, turun dari perkiraan April sebesar 3,1%-3,3%. Inflasi, kecuali makanan dan energi, akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Dari Asia Pasifik laporan ekonomi yang keluar yaitu Industrial Production Taiwan yang naik 7,8% dari sebelumnya 7,2% dan perkiraan 4,6% serta penurunan Trade Balance Taiwan menjadi US$ 1,17 milyar dari sebelumnya US$ 1,22.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah kecuali Luxemburg yang dipengaruhi oleh imbas pelemahan bursa saham AS dan Asia Pasifik setelah pertemuan The Fed yang berakhir dengan revisi turun pengumuman prakiraan pertumbuhan. Euro pun mengalamipelemahan. Di sisi lain, dilaporkan indeks Services PMI dan Manufacturing PMI Perancis yang turun masing-masingmenjadi 56,7 dan 52,5 dari sebelumnya62,5 dan 54,9. Indeks Service PMI Jerman naik 58,3 dari sebelumnya 56,10 namun, indeks manufacturing PMI nya turun 54,9 dari sebelumnya 57,7.

Bursa kawasan Amerika mayoritas bergerak melemah kecuali indeks Nasdaq dan bursa saham Venezuela yang dipengaruhi oleh imbas penurunan pertumbuhan ekonomi oleh The Fed; belum adanya sinyal akan adanya stimulus lanjutan setelah QE tahap 2 senilai US$600 miliar berakhir Juni 2011 ini; dan dirilisnya beberapa data antara lain, kenaikan initial jobless claims menjadi 429 ribu dari sebelumnya420 ribu dan perkiraan turun 410 ribu; Consumer Confidence turun menjadi -44,90 dari sebelumnya-44; New Home Sales turun menjadi 319 ribu dari sebelumnya 326 ribu dan perkiraan 310 ribu.

Pada perdagangan Jumat (24/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.790-3.807 dan resistance 3.835-3.846. Candle IHSG membentuk candle hammer di posisi atas dimana sebelumnya membentuk white marubozu. Secara teknikal pola ini memperlihatkanpergerakan IHSG mulai terbatas meskipun masih terdapat peluang kenaikan. Middle bollinger band sudah tersentuh namun, mulai tertahan kenaikannya.MACD membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mendekati area overbought. Meski dimungkinkan untuk kembali menguat namun, bersifat terbatas. Apalagi sentimen yang beredar belum sepenuhnya positif setelah adanya berita negatif dari AS. Cermati saham HRUM, GJTL, dan ANTM.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads