Aksi beli tersebut ditopang oleh masuknya dana asing yang mencapai Rp.696 miliar kemarin. Pelaku pasar mengabaikan kekhawatiran prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sebaliknya mulai memfokuskan perhatian pada pertumbuhan kinerja emiten tahun ini dimana rilis paruh pertama tahun ini akan dimulai pertengahan bulan depan.
Perekonomian nasional sejauh ini dianggap mampu bertahan dan keluar dari tekanan instabilitas perekonomian ditingkat global. Sejumlah indikator makro dan persepsi lembaga pemeringkat internasional menunjukkan tren positif. Peringkat utang Indonesia berpeluang untuk dinaikkan kembali dari level saat ini βBB+β dengan outlook positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dipicu keluarnya data jobless claims yang meningkat di atas perkiraan pasar sebelumnya dan berlanjutnya kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Penjualan rumah baru Mei lalu di AS turun 2,1%.
Harga minyak juuga merosot hingga USD91/barrel menyusul langkah menyusul langkah International Energy Agency (IEA) yang akan mengeluarkan cadangan minyaknya sebanyak 60 juta barrel. Hal ini memicu anjloknya saham sektor energi. Namun anjloknya harga minyak ini akan membuat tekanan inflasi meredah. Hal ini akan menguntungkan perekonomian negara-negara Asia.
Saham-saham sektor konsumsi, perbankan, manufaktur akan lebih diuntungkan dengan pelemahan harga minyak tersebut. Secara teknikal, IHSG kemarin membentuk candle doji star yang mengindikasikan tren jangka pendek akan reversal berpotensi terjadinya short term bearish. Level supportIHSG ada di 3780 dan resisten di 3855.
IHSG 3780-3855
Perhatikan : ASII 61500-58700 Sell
TLKM 7000-7250 Buy
KAEF 240-300 Speculative Buy
HRUM 9100-9500 BUY
BUMI 3025-3225 Buy break 3225 ; stop loss 3175
ENRG 198-215 Buy Break 215 ; stop loss 200
JPFA 4450-4700 Buy
(ang/ang)











































