Indosurya: IHSG Bisa Sentuh Rekor Baru

Indosurya: IHSG Bisa Sentuh Rekor Baru

- detikFinance
Senin, 04 Jul 2011 07:35 WIB
Jakarta - IHSG menguat 38,53 poin (0,99%) di level 3.927,098. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,92 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,36 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 96 saham turun, dan 93 saham stagnan. LQ-45 naik 1,19% ke level 698,86 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,91% ke level 540,92. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang menguat 3,06% ke level 1.177,07; indeks manufaktur naik 1,84% ke level 920,79; indeks keuangan naik 1,69% ke level 515,42; indeks konsumer naik 1,30% ke level 1.195,62; indeks industri dasar naik 1,16% ke level 407,66; indeks pertambangan naik 0,93% ke level 3.284,74; indeks properti naik 0,26% ke level 207,99; dan indeks perkebunan naik 0,04% ke kevel 2.319,56.

Sementera pelemahan terjadi pada indeks infrastruktur yang turun 0,55% ke level 771,98 dan indeks perdagangan turun 0,51% ke level 527,15. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 759,83 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,33 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,57 miliar.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.000 ke Rp 65.550; Lion Metal Works (LION) naik Rp 1.100 ke Rp 5.550; Indospring (INDS) naik Rp 900 ke level Rp 5.850; Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 3.650; Tambang Batubara bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 21.200; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 29.000; Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 350 ke Rp 7.250; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 300 ke Rp 13.500; dan Smart (SMAR) naik Rp 300 ke level Rp 7.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG bergerak dalam area positif pada perdagangan akhir pekan yang sekaligus merupakan awal bulan Juli 2011. Akhirnya IHSG kembali menembus level baru di atas 3.900 setelah pada minggu ketiga April menembus level 3.800. Optimisme pasar kian meningkat pasca penanganan masalah utang Yunani dimana tekanan penyebaran krisis utang akan berkurang. Menguatnya bursa saham Asia Pasifik juga membantu IHSG untuk tetap berada di zona hijau. Rilis inflasi sebesar 0,55% (MoM) terlihat direspon positif meski angkanya lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,12 (MoM) namun, secara tahunan (YoY) lebih rendah ke level 5,54% dari 5,98%. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.956,78 (level tertingginya) di pertengahan sesi II dan juga sempat menyentuh level 3.888,20 (level terendahnya) di awal sesi I dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.927,098. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.563/US$ dari sebelumnya di Rp 8.597/US$. Pergerakan Rupiah masih dipengaruhi oleh optimisme investor terhadap penyelesaian krisis utang Yunani setelah Parlemen Yunani sudah meloloskan voting penghematan fiskal sebagai syarat mendapatkan bailout. Selanjutnya pasar akan memfokus ke pertemuan Uni Eropa hari Minggu (3/7) untuk menyusun rencana bailout baru Yunani. Pasar juga mengantisipasi kenaikan suku bunga ECB pada Kamis (7/7) yang sudah diprediksikan akan kembali naik dari level 0,25% ke level 0,50%. Penguatan Rupiah juga dipicu oleh redanya inflasi Indonesia untuk Juni 2011.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat kecuali Aussie, India, dan Vietnam. Sementara Hang Seng libur. Penguatan ini dipengaruhi oleh positifnya bursa saham AS dan meredanya kekhawatiran akan krisis utang setelah Yunani menyetujui langkah penghematan sehingga menghindarkan Yunani dari gagal bayar. Rilis Institute Management-Chicago AS yang mengungkapkan penguatan aktivitas bisnis pada bulan Juni yang didorong oleh adanya permintaan baru turut memberikan angin positif bagi bursa saham Asia Pasifik. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu CPI (YoY) KorSel di level 4,4% dari sebelumnya 4,1%; Household Spending (YoY) Jepang di level -1,9% dari sebelumnya -3%; CPI inti (YoY) Jepang tetap di level 0,1%; Unemployment Jepang di level 4,5% dari sebelumnya 4,7%; indeks Tankan Large Manufactures Jepang di level -9 dari sebelumnya 6; Commodity Price (YoY) Aussie sebesar 28,2% dari sebelumnya 29,1%; dan Trade Balance Indonesia di level US$ 3,51 miliar dari sebelumnya US$ 2,2 miliar.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak menguat yang dipengaruhi oleh imbas hasil voting parlemen Yunani yang menyetujui program penghematan anggaran negara. Dengan disetujuinya program tersebut, kekhawatiran akan gagal bayar dan potensi penyebaran krisis utang kian berkurang. Meski sempat dilanda aksi profit taking setelah reli beberapa hari, mayoritas indeks saham Eurozone ditutup positif. Ada harapan terhadap bantuan Yunani sehingga tidak menjadi sentimen buruk di pasar. Pasar juga menantikan laporan keuangan Q2-11. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Manufacturing PMI Eropa yang tetap di level 52; unemployment rate bulanan Italia di level 8,1% dari sebelumnya 8%; indeks Manfacturing PMI Inggris di level 51,3 dari sebelumnya 52; dan Unemployment rate Eropa yang tetap 9,9%.

Bursa kawasan Amerika mayoritas menguat yang dipengaruhi oleh optimisme pelaku pasar setelah muncul adanya resolusi baru di Yunani terkait penyelesaian utang-utang negara tersebut. Saham consumer discreationary memimpin kenaikan indeks saham namun, volume perdagangan masih di bawah rata-rata harian. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks ISM manufacturing di level 55,3 dari sebelumnya 53,5; indeks Michigan Consumer Sentiment di level 71,5 dari sebelumnya 71,8; dan Construction Spending bulanan tetap di level -0,6%.

Pada perdagangan Senin (4/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.846-3.873 dan resistance 3.940-3.960. Candle IHSG membentuk candle shooting star dimana sebelumnya membentuk candle hampir menyerupai white marubozu . Penguatan kemarin telah membawa candle berada sedikit di atas upper bollinger band . MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menembus area overbought . Melihat masih besarnya sentimen positif yang beredar IHSG diharapkan bisa melanjutkan penguatan namun, dari data historis yang ada setiap kali menyentuh rekor terbarunya biasanya diikuti dengan koreksi sehat. Untuk itu, investor bisa cermati bila sinyal pelemahan mulai masuk.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads