Sepanjang pekan kemarin asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp.1,77 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian selama pekan kemarin di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp.3,73 triliun dibandingkan pekan sebelumnya Rp.3,07 triliun.
Perkembangan positif di kawasan Eropa terkait dengan penyelesaian utang Yunani dan data ekonomi AS yang keluar selama pekan kemarin memberikan dorongan penguatan di sejumlah bursa utama dunia. Indeks Dow Jones selama pekan lalu menguat 5,43%, indeks FTSE London naik 5,15%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga komoditas logam nikel di London sepekan naik 5,23% mencapai USD23150/MT dan harga timah juga naik 4,40% mencapai USD26000/MT. Sementara harga emas cenderung turun 1,24% menjadi USD1483,90/t.oz. Ini memperlihatkan pasar kembali memburu sejumlah aset beresiko menyusul membaiknya kembali optimisme akan prospek pertumbuhan ekonomi global.
Pada perdagangan hari ini pasar saham diperkirakan masih akan didominasi aksi beli meskipun penguatan sejumlah saham unggulan akan dimanfaatkan untuk aksi ambil untung mengiungat harganya yang sudah berada di area overbought. Namun investor diperkirakan akan tetap memfokuskan dirinya pada saham sektor konsumsi, pertambangan, infrastruktur, dan konstruksi.
Sejumlah saham di sektor tersebut masih memiliki agenda pembagian dividen yang bisa menjadi katalis penguatan harganya. IHSG diperkirakan akan menguji level penting 4000 dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Sementara level support berada di area 3850-3880
IHSG 3880 - 3960
Perhatikan : BMRI 7000-7400
INTA 720-780
BUMI 2900-3025
ANTM 2075-2200
TINS 2475-2650
PTBA 20600-21600
(ang/ang)











































