Indosurya: IHSG Masih Lanjutkan Trend Melemah

Indosurya: IHSG Masih Lanjutkan Trend Melemah

- detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 08:01 WIB
Jakarta - IHSG menguat 26,42 poin (0,67%) di level 3.953,52. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,38 miliar unit saham dengan nilai total Rp 6,26 triliun. Sebanyak 94 saham naik, 122 saham turun, dan 100 saham stagnan. LQ-45 turun 1,04% ke level 696,90 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,19% ke level 541,93.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak turun diawali pada indeks aneka industri yang turun 2,94% ke level 1.192,83; indeks manufaktur turun 1,35% ke level 921,20; indeks keuangan turun 0,80% ke level 513,60; indeks konsumer turun 0,62% ke level 1.189,01; indeks infrastruktur turun 0,54% ke level 767,09; indeks pertambangan turun 0,49% ke level 3.277,19; indeks perkebunan turun 0,43% ke level 2.316,28; indeks properti turun 0,40% ke kevel 208,57; dan indeks industri dasar turun 0,38% ke level 404,97. Sementera penguatan terjadi pada indeks perdagangan yang naik 0,40% ke level 534,19. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 80,17 miliar dengan total pembelian asing Rp 3,97 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,89 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 29.000; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 450 ke Rp 10.950; Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 450 ke level Rp 7.700; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 14.000; Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 350 ke Rp 10.550; Tempo Scan Pacific (TSPC) naik Rp 250 ke Rp 2.450; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 150 ke Rp 7.600; Lion Metal Works (LION) naik Rp 150 ke Rp 5.700; dan Mandala Multifinance (MFIN) naik Rp 130 ke level Rp 960.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG akhirnya kehilangan daya dorong dimana sebelumnya bergerak naik. Bila sebelumnya ancaman profit taking terlihat tidak dihiraukan namun, kali ini IHSG dilanda aksi tersebut. Mayoritas saham mengalami tekanan jual. Selain karena sudah overbought nya mayoritas saham, adanya sentimen negatif dari penurunan saham perbankan China setelah keluarnya pernyataan Moody's dan outlook S&P terkait rencana rollover obligasi Yunani yang menandakan gagal bayar turut memicu aksi profit taking . Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.958,12 (level tertingginya) di awal sesi I dan juga sempat menyentuh level 3.905,73 (level terendahnya) menjelang akhir perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.924,13. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Volume dan nilai transaksi yang tinggi karena adanya tansaksi negosiasi antara Bumi Plc dengan BUMI untuk 3,3% saham dengan nilai Rp 2,5 triliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.540/US$ dari sebelumnya di Rp 8.522/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh sikap investor yang kembali cemas setelah peringatan dari S&P, bahwa mekanisme roll over obligasi Yunani pada berbagai perbankan di Eropa terutama Jerman dan Perancis ialah sebagai sinyal gagal bayar dan masuk dalam kategori selective default . Investor kembali khawatir gagal bayar tersebut akan memicu kejutan krisis baru yang berdampak pada sistem keuangan dunia. Pelemahan juga dipicu Moody's yang menyatakan, potensi kredit macet China akan lebih tinggi daripada ekspektasi pasar.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Singapura, India, dan Hong Kong yang dipengaruhi oleh penurunan saham perbankan China setelah Moody's mengatakan, perbankan China akan mengalami potensi kredit macet lebih tinggi daripada ekspektasi pasar yang besarannya mencapai 3,5 triliun yuan. Padahal, kredit macet China diekspektasikan hanya 8-10% atau 800 miliar yuan dari total kredit 8,5 trilun yuan. Penurunan juga dipicu Bank Sentral Australia (RBA) yang memangkas penilaian ekonominya sekaligus mempertahankan suku bunga acuannya di 4,75%. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Aussie di level US$ 2,33 milyar dari sebelumnya 1,62 miliar; indeks Business Confidence New Zealand di level 27 dari sebelumnya -27; dan CPI (YoY) Taiwan di level 1,9% dari sebelumnya 1,7%.

Bursa saham Eropa mayoritas bergerak turun kecuali Inggris, Iceland, dan Swedia yang dipengaruhi oleh aksi profit taking yang dipicu oleh pernyataan S&P bahwa mekanisme roll over obligasi Yunani pada berbagai perbankan di Eropa terutama Jerman dan Perancis bisa dikatakan sebagai gagal bayar karena obligasi yang jatuh tempo tidak terbayarkan. Sentimen negatif lainnya ialah masalah utang AS yang memperlihatkan penguatan data ekonomi AS dipastikan tidak akan berlanjut dan pernyataan Moody's bahwa, potensi kredit macet China akan lebih tinggi daripada ekspektasi pasar serta pelemahan pada sejumlah data ekonomi Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Services PMI Perancis di level 56,1 dari sebelumnya 56,7; indeks Service PMI Jerman di level 56,7 dari sebelumnya 58,3; indeks Service PMI Inggris di level 53,9 dari sebelumnya 53,8; indeks Service PMI Eropa di level 53,7 dari sebelumnya 54,2; dan Retail Sales bulanan Eropa di level -1,1% dari sebelumnya 0,7%.

Bursa kawasan Amerika mayoritas melemah kecuali Kanada, Panama, dan Argentina. Wall Street melemah setelah dibukanya perdagangan pasca libur kecuali Nasdaq dan Russel 2000 yang dipengaruhi oleh profit taking investor. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Factory Orders bulanan AS di level 0,8% dari sebelumnya -0,9%.


Pada perdagangan Rabu (6/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.876-3.900 dan resistance 3.952-3.982. Candle IHSG membentuk menyerupai candle spinning tops dengan ekor bawah yang lebih panjang dimana sebelumnya membentuk candle shooting star . IHSG mulai menyesuaikan posisinya setelah tersentuh upper bollinger band . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan terlihat mulai melemah. IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan pelemahannya. Saham-saham lapis pertama terlihat masih akan melanjutkan pelemahannya. Investor bisa cermati saham-saham second dan third liner yang masih memiliki peluang kenaikan.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads