Mega Capital: Aksi Ambil Untung Berlanjut

Mega Capital: Aksi Ambil Untung Berlanjut

Mega Capital - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 09:05 WIB
Jakarta - Investor profit taking, IHSG terkoreksi –074%. Setelah mengalami rally selama empat hari trading berturut turut, IHSG kemarin akhirnya mengalami koreksi dimana investor melakukan profit taking, yang dipicu oleh pernyataan Standard & Poor’s akan menurunkan rating surat hutang pemerintah Yunani ke level β€œselective default”, atau D, terkait rencana roll-over surat hutang tersebut. IHSG terkoreksi –0.74%, ditutup pada level 3,924. Semua sektor mengalami koreksi kecuali sektor perdagangan yang naik +0.40%. Koreksi terbesar dialami sektor aneka industry yang anjlok –2.94%, diikuti sektor manufacture –1.35% dan sektor keuangan –0.80%. Investor asing sendiri masih mencatatkan net buy sebesar IDR 80 miliar. Dari indicator ekonomi, Danareksa Consumer Confidence untuk bulan June naik ke level 91.8 point indeks, dari sebelumnya 90.6.

Moody’s downgrade Portugal, Wall Street turun tipis.

Langkah Moody’s Investors Service melakukan downgrade surat hutang Portugal ke level Ba2, atau masuk kategori junk bond, membuat pasar saham Amerika terkoreksi tipis. Indeks DJIA turun –0.1% ke level 12,569 dan S&P500 –0.13% ke 1,337. Sementara itu, indeks Nasdaq naik +0.35% ke 2,825. Dari data ekonomi, Factory Orders di bulan May tumbuh +0.80%, sedikit dibawah ekspektasi pasar +1.0%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profit taking diperkirakan kembali terjadi. (Range: 3,895-3,955). IHSG akhirnya melemah setelah beberapa hari terakhir mengalami rally yang cukup signifikan, terkoreksinya indeks hingga support level (healthy correction) memang diperlukan untuk dapat menopang kembali penguatan yang dimungkinkan terjadi kedepan. Hari ini diperkirakan indeks masih akan mengalami profit taking terhadap sebagian saham dan dimungkinkan untuk melemah hingga support level di 3,895, sementara jika terjadi penguatan kemungkinan terbatas di 3,955.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads