Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks perdagangan yang naik 1,97% ke level 542,21; indeks aneka industri naik 1,49% ke level 1.193,86; indeks konsumer naik 1,14% ke level 1.197,84; indeks manufaktur naik 1,11% ke level 927,72; indeks keuangan naik 0,60% ke level 513,60; indeks industri dasar naik 0,60% ke level 410,73; indeks infrastruktur naik 0,47% ke level 766,96; indeks perkebunan naik 0,34% ke kevel 2.316,66; indeks pertambangan naik 0,27% ke level 3.288,40; dan indeks properti naik 0,26% ke level 208,55. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat.
IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 1,98 triliun dengan total pembelian asing Rp 3,15 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,17 triliun. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 49.250; Astra International (ASII) naik Rp 750 ke Rp 65.850; Indospring (INDS) naik Rp 550 ke level Rp 6.450; Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik Rp 450 ke Rp 3.750; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 9.150; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 450 ke Rp 8.250; United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 25.050; FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 325 ke Rp 2.375; dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 325 ke level Rp 3.750.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah tipis di level Rp 8.535/US$ dari sebelumnya di Rp 8.532/US$. Pergerakan Rupiah sempat menguat dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dimana sebelumnya Deputi Gubernur BI menyebut ekonomi Indonesia tahun ini akan bertumbuh 6,6% dibandingkan tahun lalu 6,1%. Selain itu, inflasi Juni (YoY) di level 5,54%, lebih rendah dibanding Mei di 5,98%. Apresiasi Rupiah juga dipicu oleh optimisme pasar bahwa krisis utang Eropa akan terselesaikan. Tetapi, pasar juga menantikan komentar dari ECB mengenai bailout Yunani yang akan diberikan pada 15 Juli 2011 dan juga menantikan data non-farm payroll dan tingkat pengangguran AS. Apresiasi ini tertahan seiring kenaikan suku bunga acuan China sebesar 25 bps ke level 6,56% dari sebelumnya 6,31%. Begitu juga dengan deposito 1 tahun yang naik 25 bps ke level 3,50% dari sebelumnya 3,25%.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Jepang, Cina, Taiwan, dan Filipina yang dipengaruhi oleh kenaikan saham perbankan China setelah pemerintah menaikkan suku bunga dan meningkatkan margin bank. Saham keuangan di bursa Hong Kong mencatat kenaikan setelah Barclays Capital dan Citigroup Inc mengatakan kenaikan suku bunga China akan positif untuk margin bunga bersih bank. Bursa saham Jepang turun seiring jatuhnya manufaktur di tengah ketidakpastian tentang suplai kekurangan listrik terhadap produksi akibat penghentian generator nuklir. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu AIG Construction Index Aussie di level 35,8 dari sebelumnya 39,6; Unemployment rate Aussie tetap di level 4,9%; dan Trade Balance Taiwan di angka US$ 1,37 miliar dari sebelumnya US$ 1,22 miliar.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Spanyol, Italia, dan Iceland yang dipengaruhi oleh kenaikan sektor perbankan. Sebelumnya sektor ini melemah dipengaruhi sentimen negatif downgrade Portugal oleh Moodys. Pasar juga bereaksi positif kenaikan suku bunga ECB dan kenaikan data-data ekonomi lainnya serta upaya ECB menanggapi keputusan S&P yang akan merestrukturisasi krisis utang Eropa yang dilakukan Prancis dan Jerman. Data ekonomi yang dirilis, yaitu kenaikan suku bunga ECB 25 bps menjadi 1,5%; indeks Trade Balance Perancis di level US$ - 7,4 miliar dari sebelumnya US$ 7,2 miliar; produksi manufaktur (MoM) Inggris di level 1,8% dari sebelumnya -1,6%; produksi industri (MoM) Inggris di level 0,9% dari sebelumnya -1,7%; dan produksi industri Jerman (MoM) di level 1,2% dari sebelumnya -0,8%.
Bursa kawasan Amerika mayoritas menguat kecuali Brazil dan Chile yang dipengaruhi oleh positifnya data-data ekonomi yang dirilis dan imbas penguatan bursa saham Asia dan Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu initial jobless claims AS di level 418.000 dari sebelumnya 432.000; ADP Nonfarm Employment change di level 157.000 dari sebelumnya 36.000; Chain Store Sales di level 6,9% dari sebelumnya 5,4%; dan indeks New Housing Price bulanan Kanada di level 0,4% dari sebelumnya 0,3%.
Pada perdagangan Jumat (8/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.894-3.917 dan resistance 3.953-3.967. Candle IHSG hampir membentuk candle white marubozu namun, terdapat ekor atas. IHSG berbalik arah dimana sebelumnya membentuk spinning tops di posisi bawah. MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan mencoba kembali menguat. Meski IHSG masih berada di area overbought namun, melihat dari sentimen positif yang beredar diharapkan IHSG bisa melanjutkan penguatannya. Cermati saham INTA, ASII, INTP.
(qom/qom)











































