First Asia Capital: IHSG Rawan Profit Taking

First Asia Capital: IHSG Rawan Profit Taking

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 09:42 WIB
First Asia Capital: IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG kembali mencatatkan rekor tertinggi baru yakni di 4003,691, menguat 1,63% dari penutupan hari sebelumnya. Sepekan IHSG menguat 1,95% melanjutkan penguatan dua pekan sebelumnya masing-masing 3,39% dan 2,04%.

Nilai transaksi harian di Pasar Reguler pekan kemarin mencapai rata-rata Rp.3,73 triliun, menyamai rata-rata pekan sebelumnya. Sedangkan arus dana asing di pasar saham dalam bentuk pembelian bersih mencapai Rp.3,09 triliun pada pekan kemarin, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp.1,77 triliun.

Sejak awal tahun ini asing telah mencatatkan nilai pembelian bersih hingga Rp.21,7 triliun. Nilai pembelian bersih asing tersebut telah melampaui nilai pembelian bersih asing sepanjang 2010 lalu yang mencapai Rp.20,59 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini tentunya dipengaruhi tingginya penilaian mereka terhadap prospek perekonomian Indonesia. Kebijakan makro yang prudent dengan rasio utang pemerintah 26% terhadap PDB dan defisit anggaran sekitar 2,1% membuat Indonesia dinilai memiliki fundamental ekonomi yang cukup tangguh di tengah meningkatnya problem utang di sejumlah negara di kawasan Eropa.

Peringkat utang Indonesia yang saat ini β€˜BB+’ (S&P) diyakini akan berpeluang besar untuk dinaikkan menjadi triple B (investment grade) dalam waktu dekat. Namun di sisi lain pelaku pasar tampaknya masih perlu berhati-hati mencermati perkembangan ekonomi global yang masih menghadapi sejumlah tantangan.

Prospek pertumbuhan AS masih belum meyakinkan terlihat dari angka pengangguran yang masih tinggi mencapai 9,2% Juni lalu. Angka ini diluar perkiraan sebelumnya. Di belahan dunia lain, China masih menghadapi tekanan inflasi tinggi.

Angka inflasi China Juni lalu meningkat mencapai 6,4%, di atas perkiraan ekonom sebesar 6,3%. Pertumbuhan impor China Juni lalu melambat menjadi 19,3% dari Mei 28,4%.

Ini merupakan dampak dari kebijakan pengetatan likuiditas China. Perkembangan perekonomian terakhir ini tentunya sedikit kurang menggembirakan. Hal ini bisa mempengaruhi perdagangan saham hari ini.

IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi dan rawan akan aksi ambil untung setelah dalam beberapa sesi perdagangan terakhir mengalami penguatan. Namun apabila terjadi koreksi diperkirakan akan bersifat minor.

Pelaku pasar akan melakukan aksi beli selektif pada saat harga mengalami koreksi. IHSG akan bergerak dalam rentang sekitar 30-50 poin dengan level resisten ada di 4050 dan support di 3960. Saham pertambangan, infrastruktur, dan konsumsi masih berpeluang menguat.

Perhatikan :
BMRI 7350-7800 Sell on Strength
INDF 5600-6000 Buy
BUMI 2950-3100 Trading Buy
KRAS 1040-1120 Buy
DEWA 100-117 Buy
KAEF 285-330 Sell on Strength
MNCN 960-1100 Sell on Strength
SGRO 3375 – 3775 Buy if Break 3600

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads