First Asia Capital: Pertumbuhan Laba Emiten Bisa Capai 30%

First Asia Capital: Pertumbuhan Laba Emiten Bisa Capai 30%

First Asia Capital - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2011 09:42 WIB
First Asia Capital: Pertumbuhan Laba Emiten Bisa Capai 30%
Jakarta - Perkembangan pasar global dan kawasan yang kurang kondusif telah memicu tekanan jual di pasar saham Indonesia. IHSG kemarin ditutup anjlok 1,44% atau 57 poin ke posisi 3938,015. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak perdagangan 24 Mei lalu.

Tekanan jual tersebut juga membuat nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin meningkat mencapai Rp.3,93 triliun dibandingkan nilai transaksi hari sebelumnya sebesar Rp.3,62 triliun. Asing kemarin mencatatkan nilai penjualan bersih mencapai Rp.231,61 miliar setelah pekan lalu asing mencatatkan nilai pembelian bersih hingga Rp.3 triliun.

Hampir sepanjang perdagangan indeks bergerak di teritori negatif. Hanya ada 51 saham yang mencatatkan penguatan harga sedangkan sebanyak 208 saham mengalami koreksi. Seluruh saham sektoral mengalami koreksi dimana koreksi terbesar dialami saham sektor pertambangan, perkebunan dan aneka industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan saham sektoral yang terlihat lebih defensif terhadap resiko pasar adalah sektor konsumsi. Hari ini perdagangan saham diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan peluang pelemahan lebih besar. Hal ini dipicu oleh minimnya berita positif, sedangkan perkembangan krisis utang di Eropa yang memburuk telah menekan sejumlah pasar saham dunia.

Kemarin lembaga peringkat Moody’s telah menurunkan peringkat utang Irlandia menjadi kategori β€˜junk’, membuat pasar saham kembali dilanda tekanan jual. Indeks Dow Jones di Wall Street kembali melemah 0,5% ke posisi 124. Pasar saham Eropa juga kembali tertekan, indeks FTSE London turun 1,02%, DAX Jerman turun 0,78% dan CAC40 Prancis turun 0,88%.

Namun pelaku pasar tidak perlu berlebihan menyikapi munculnya krisis utang yang merembet ke sejumlah negara di Uni Eropa tersebut. Di tengah meningkatnya resiko pasar global, prospek ekonomi Indonesia diyakini masih tetap lebih baik dengan target rata-rata pertumbuhan laba emiten tahun ini bisa mencapai 30%.

Hal ini seiring dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% tahun ini. Kemarin Bank Indonesia (BI) seperti telah diperkirakan sebelumnya, kembali mempertahankan tingkat bunga acuannya (BI rate) sebesar 6,75%. Dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali dan tingkat bunga yang stabil di bawah dua dijit membuat daya beli masyarakat tetap terjaga.

Investor tetap disarankan fokus pada saham-saham sektor konsumsi, tambang batubara, perbankan, dan infrastruktur. IHSG hari ini memiliki rentang support di 3845-3872 dan resisten di 3960-3995

Perhatikan :
ASII 65500-69000 Buy on Weakness
ADRO 2425-2600 Buy
BORN 1380-1550 Buy
ITMG 44500 49000 Buy
ADES 1400-1730 Spec Buy
ULTJ 1270-1700 Spec Buy
BMRI 7400-7800 Buy on Weakness
GJTL 3025–3225 Maintain Buy
PGAS 3800-4100 Buy on Weakness

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads