Indosurya: Penguatan IHSG Bisa Berlanjut

Indosurya: Penguatan IHSG Bisa Berlanjut

- detikFinance
Kamis, 14 Jul 2011 08:06 WIB
Jakarta - IHSG berbalik arah dengan menguat 42,83 poin (1,09%) di level 3.980,85. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,42 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,01 triliun. Sebanyak 189 saham naik, 50 saham turun, dan 96 saham stagnan. LQ-45 naik 0,97% ke level 704,85 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,24% ke level 548,31.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks industri dasar yang naik 2,47% ke level 415,37; indeks aneka industri naik 0,85% ke level 1.238,68; indeks manufaktur naik 1,59% ke level 945,99; indeks pertambangan naik 1,36% ke level 3.312,19; indeks perkebunan naik 1,28% ke level 2.332,32; indeks properti naik 1,24% ke level 209,69; indeks perdagangan naik 0,97% ke level 541,36; indeks konsumer naik 0,84% ke level 1.210,28; indeks infrastruktur naik 0,74% ke kevel 761,34; dan indeks keuangan naik 0,53% ke level 522,30.

Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 19,70 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,16 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,18 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 51.500; Astra International (ASII) naik Rp 950 ke Rp 68.000; Nipress (NIPS) naik Rp 650 ke level Rp 3.950; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 10.350; Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 6.200; Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) naik Rp 350 ke Rp 5.450; H.M. Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 29.300; Lion Metal Works (LION) naik Rp 300 ke Rp 6.000; dan Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 300 ke level Rp 8.600.

IHSG bisa berbalik arah setelah merespon kenaikan bursa saham kawasan regional meskipun secara global kurang memberikan angin positif setelah kekhawatiran investor akan penyebaran krisis utang Eropa ke Spanyol dan Italia; penurunan peringkat untuk Irlandia ke status junk ; serta pelemahan data ekonomi di AS. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.980,86 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.938,25 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.980,85. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.562/US$ dari sebelumnya di Rp 8.549/US$. Sebelumnya Rupiah sempat menguat seiring meningkatnya kepemilikan asing di SUN dan saham serta pernyataan BI terkait PDB yang akan naik 6,3%-6,8% di 2011, setelah bertumbuh 6,2% di 2010. Inflasi melambat di 5,54% pada Juni dan kemungkinan akan berkisar 4%-6% di 2011. Apresiasi ini juga dipengaruhi oleh pernyataan Luxemburg yang berhasil meyakinkan investor bahwa tidak akan akan default di Uni Eropa. Tetapi, apresiasi ini tertahan oleh sikap perbankan Eropa yang masih defensif menghadapi skenario terburuk jelang pengumuman hasil stress test perbankan.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat kecuali Taiwan dan New Zealand yang dipengaruhi oleh rilis ekonomi China yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan di 1H11 sehingga membantu menurunkan kekhawatiran terhadap potensi risiko ekonomi, terutama sentimen negatif yang datang dari krisis utang Eropa dan masalah APBN AS. Biro statistik China merilis PDB di Q2-11 naik 9,5% dibanding tahun sebelumnya. Meski di bawah PDB Q1-11 sebesar 9,7% namun, lebih tinggi dari perkiraan di 9,3%. Investor juga berekspektasi tekanan inflasi di China juga berkurang sehingg memungkinkan PBOC untuk mengurangi langkah pengetatan moneter lebih lanjut. Produksi industri (YoY) naik menjadi 15,1% pada Juni, tertinggi sejak Mei 2010. Penjualan ritel pun juga naik menjadi 17,7%. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu indeks Unemployment Rate KorSel tetap 3,3%; Consumer Sentiment Aussie di level -8,3% dari sebelumnya 2,6%; Fixed Asset Investment (YoY) China di level 25,6% dari sebelumnya 25,8%; dan Industrial Production (MoM) Jepang di level 6,2% dari sebelumnya 5,7%.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Portugal dan Yunani yang dipengaruhi oleh imbas penguatan bursa saham Asia setelah China merilis PDB dan pertumbuhan indutrinya. Setidaknya rilis data positif tersebut bisa menutup kecemasan akan meluasnya krisis utang Eropa. Investor juga merespon positif saran IMF terhadap Italia agar terus berhemat dengan melakukan rasionalisasi belanja guna mengurangi defisit anggarannya meskipun IMF mencatat pertumbuhan ekonomi Italia telah turun menjadi stagnan 0,1% per kuartal akibat rendahnya permintaan domestik dan meningkatnya pengangguran. Di sisi lain, perbankan Eropa justru bersiap menghadapi skenario terburuk jelang pengumuman hasil stress test perbankan Eurozone. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI Spanyol di level 3,2% dari sebelumnya 3,5%; Unemployment Rate Inggris tetap di level 7,7%; dan Industrial Production bulanan Eropa di level 0,1% daris sebelumnya 0,2%.

Bursa kawasan Amerika mayoritas menguat kecuali Chile yang dipengaruhi oleh sentimen positif dari Asia Pasifik dan Eropa. Sebelumnya pasar bearish setelah Moody's menurunkan peringkat utang Irlandia ke status junk namun, investor kembali penuh harapan positif menjelang laporan The Fed ke DPR dan ke senat AS. Pasar memprediksi akan membahas soal stimulus untuk menurunkan pengangguran Tetapi, penguatan sedikit tertahan setelah Moody's menyatakan kemungkinan penurunan peringkat AS. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Import Price (MoM) di level -0,5% dari sebelumnya 0,1% dan Federal Budget Balance di level -43,1 dari sebelumnya -57,6.

Pada perdagangan Kamis (14/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.924-3.952 dan resistance 3.995-4.009. IHSG berbalik arah dengan membentuk candle white marubozu sehingga menyerupai pola bullish harami . MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal di atas area overbought. IHSG dimungkinkan masih bisa melanjutkan penguatannya. Apalagi semalam kondisi bursa saham AS dan Eropa menguat. Cermati saham INTP, MASA, dan HRUM.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads