Lautandhana Securindo: Potensi Koreksi Masih Ada

Lautandhana Securindo: Potensi Koreksi Masih Ada

Lautandhana Securindo - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2011 09:43 WIB
Jakarta - Meski masih dibayang-bayangi oleh kekhawatitan investor terhadap meluasnya krisis utang Eropa ke Italia dan Spanyol, IHSG dan bursa regional mengalami teknikal rebound dan berhasil ditutup menguat terdorong oleh pertumbuhan data ekonomi China pada 1H11 yang melebihi estimasi para analis. IHSG sendiri pada akhirnya ditutup naik sebesar 1,09% pada level 3.980,85. Keseluruhan sektor IHSG ditutup pada tertitori hijau dengan kenaikan terbesar dari saham sektor aneka industri dan industri dasar. Asing masih membukukan transaksi net sell sebesar Rp 20 miliar. Saham-saham top gainers, antara lain: GGRM naik Rp 1.500, NIPS naik Rp 950, ASII naik Rp 650, dan SCMA naik Rp 450; sedangkan saham-saham top losers antara lain BAEK turun Rp 200, AMRT turun Rp 200, DSSA turun Rp 100, dan DUTI turun Rp 100.

Pernyataan The Fed yang tengah mengkaji kebijakan stimulus moneter lanjutan dan bagusnya data ekonomi China mampu mengerek naik bursa global (Wall Street dan Eropa) setelah tiga hari sebelumnya mencetak koreksi signifikan. Indeks Dow Jones ditutup naik sebesar 0,36% di level 12.491,60; S&P 500 +0,31% dan Nasdaq + 0,54%. Sementara itu, DJ Euro Stoxx ditutup naik 0,80% dan FTSE 100 ditutup naik sebesar 0,64%. Teknikal reboundnya bursa global ini bersifat sementara seiring dengan adanya peringatan dari Moody’s yang kemungkinan menurunkan peringkat AS.

Kemungkinan diturunkannya peringkat AS oleh Moody’s membuat bursa regional pagi ini dibuka melemah dimana indeks KLSE +0,03%; Nikkei -0,39%; STI +0,09% dan KOSPI -0,84%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan masih akan berlangsung fluktuatif dan sideways jelang musim laporan kinerja 1H11. Potensi koreksi IHSG masih berpeluang terjadi akibat sentiment dari Eropa dan aksi profit taking investor. Kisaran trading IHSG sendiri hari ini berada pada kisaran sempit di level 3.935-3.995. Saham-saham yang boleh dicermati, antara lain: PTBA, BORN, BUMI, UNTR, PGAS, TINS, INDF, UNVR dan TLKM.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads