Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 1,35% ke level 1.255,37; indeks properti naik 1,01% ke level 211,81; indeks keuangan naik 0,86% ke level 526,78; indeks manufaktur naik 0,65% ke level 952,18; indeks perdagangan naik 0,34% ke level 543,21; indeks konsumer naik 0,31% ke level 1.214,04; indeks industri dasar naik 0,28% ke level 416,53; dan indeks infrastruktur naik 0,15% ke level 762,47. Sementara pelemahan terjadi pada indeks pertambangan yang turun 0,46% ke kevel 3.297,06 dan indeks perkebunan turun 0,28% ke level 2.325,74. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 39,79 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,35 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,31 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.000 ke Rp 6.300; Astra International (ASII) naik Rp 950 ke Rp 68.950; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 700 ke level Rp 11.700; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 650 ke Rp 6.250; Citra Tubindo (CTBN) naik Rp 500 ke Rp 3.250; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 14.500; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 29.900; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 48.000; dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMG) naik Rp 300 ke level Rp 14.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.538/US$ dari sebelumnya di Rp 8.562/US$ yang dipengaruhi rencana Italia untuk memperketat anggarannya agar tidak terjerumus ke dalam krisis dan pernyataan The Fed tentang bahaya dalam proses fiskal AS akibat belum adanya titik temu kenaikan limit utang dari level saat ini US$14,3 triliun. The Fed mensinyalkan kemungkinan QE-3 jika data-data ekonomi AS lemah. Selain itu, alotnya pembahasan batas utang bisa mendekatkan AS pada bahaya default seperti yang terjadi pada Yunani. Fitch Rating pun juga menyatakan AS juga terancam selective default.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak mix cenderung menguat kecuali Jepang, Taiwan, dan Aussie yang dipengaruhi oleh masalah utang AS sehingga menahan penguatan pasca dirilisnya GDP dan Industrial Production (YoY) China yang menguat. Investor bersikap hati-hati setelah Moody`s memperingatkan akan mendowngrade peringkat kredit tertinggi AS. Laporan ritel AS pada Juni serta kenaikan suku bunga China meningkatkan adanya spekulasi pengetatan pasar akan berakhir. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu GDP (QoQ) New Zealand di level 0,8% dari sebelumnya 0,2%; MI Inflation Expectations Aussie di level 3,4% dari sebelumnya 3,3%; dan Interest Rate Decision KorSel tetap di level 3,25%.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah yang dipengaruhi oleh aksi jual investor terhadap aset-aset berisiko setelah terpengaruh peringatan Moody's soal rating utang AS yang akan di-downgrade jika tidak terjadi kesepatakan dalam peningkatan pembatasan utang. Sementara itu, Italia berupaya untuk berhemat dengan melakukan rasionalisasi belanja guna mengurangi defisit anggarannya agar tidak terjerumus ke dalam krisis. Investor juga tengah bersiap jelang pengumuman hasil stress test perbankan Eurozone pada akhir pekan ini. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (YoY) Eropa tetap di level 2,7%; dan CPI (MoM) Italia tetap di level 0,1%.
Bursa kawasan Amerika mayoritas melemah kecuali Venezuela. Di awal perdagangan sempat menguat setelah dirilis penurunan klaim pengangguran dan rilis kinerja laba JPMorgan dimana dilaporkan keuntungan Q2-11 lebih tinggi karena penurunan biaya untuk kredit macet. Sementara pendapatan mencapai US$5,4 miliar. Tetapi, investor masih mencermati pembahasan batas utang AS yang belum selesai sehingga penguatan pun tertahan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Retail Sales (MoM) di level 0,1% dari sebelumnya -0,1%; PPI (MoM) di level -0,4% dari sebelumnya 0,2%; Initial Jobless Claims di level 405.000 dari sebelumnya 427.000; dan Consumer Confidence di level -43,9 dari sebelumnya -45,5.
Pada perdagangan Jumat (15/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.968-3.983 dan resistance 4.005-4.012. IHSG masih melanjutkan penguatannya namun, terlihat mulai terbatas. Posisi candle kian mendekati upper bollinger band . MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih kembali mencoba reversal di atas area overbought. IHSG dimungkinkan masih bisa melanjutkan penguatannya namun, mulai terbatas. Apalagi semalam kondisi bursa saham AS dan Eropa yang sebelumnya menguat, di akhir perdagangan melemah karena kecemasan investor. Investor bisa mewaspadai bila sinyal koreksi mulai masuk. Cermati saham DSSA, EKAD, dan KLBF.
(qom/qom)











































