First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Naik

First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Naik

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2011 09:04 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Naik
Jakarta - Perdagangan saham kemarin berlangsung dalam rentang konsolidasi. IHSG ditutup menguat 16,79 poin di posisi 3997,63. Penguatan lebih dipicu aksi beli atas saham ASII, BMRI, dan beberapa saham lapis dua di sektor properti dan aneka industri.

Secara keseluruhan pasar masih bergerak dalam volume yang relatif tipis dengan nilai transaksi hanya Rp.3,19 triliun, turun dari hari sebelumnya sebesar Rp.3,3 triliun.

Pelaku pasar lebih banyak wait and see menanti perkembangan yang lebih baik dari pasar global. Hal ini juga ditopang sejumlah harga saham sektoral yang relatif sudah tinggi, karena secara teknis berada pada area overbought.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini perdagangan saham diperkirakan masih akan bergerak dalam tren konsolidasi dengan rentang yang relatif sempit. Perkembangan dari pasar global yang masih menghadapi sejumlah tantangan, terkait dengan persoalan utang di sejumlah negara Uni Eropa, maupun potensi gagal bayar utang AS, membuat resiko pasar kembali meningkat.

Ini kemudian membuat pelaku pasar cenderung sangat selektif dan terbatas dalam melakukan pembelian. Tadi malam komentar Ben Bernanke, Gubernur The Fed, yang mengindikasikan belum akan mengeluarkan paket stimulus tambahan dalam waktu dekat, seperti yang diharapkan pelaku pasar, kembali menekan perdagangan saham di Wall Street.

Indeks Dow Jones melemah 0,44%. Padahal sebelumnya pasar bergerak positif merespon beberapa rilis laporan keuangan emiten yang keluar disana, yang menunjukkan pertumbuhan di atas ekspektasi sebelumnya. Angka jobless claims di AS pekan lalu juga turun 22000 menjadi 405.000.

Berbeda dengan perkembangan pasar global yang kurang menggembirakan, dari faktor domestik, indikator makro maupun kinerja emiten masih menunjukkan tren positif. Cadangan devisa Indonesia hingga pertengahan Juli telah mencapai USD120 miliar.

Ini mengindikasikan Indonesia tetap menarik sebagai tempat berinvestasi bagi dana-dana global. Asing kemarin masih mencatatkan nilai pembelian bersih sebesar Rp.39,79 miliar di tengah tipisnya nilai transaksi. Dengan berbagai faktor tersebut, perdagangan saham hari ini diperkirakan masih akan bergerak bervariasi.

Aksi beli selektif akan berpeluang melanda saham-saham yang diperkirakan akan membukukan pertumbuhan laba di atas rata-rata. Ini terutama bisa dilihat pada sektor otomotif, penjualan alat berat, aneka industri, dan perbankan.

Di sisi lain investor juga perlu memperhatikan saham-saham sektor infrastruktur, kontraktor karya dan yang terkait dengannya seperti industri semen. Diperkirakan IHSG akan berpeluang menembus level 4000 dengan kisaran resisten ada di 4010-4025. Sedangkan level support ada di 3925-3955.

Perhatikan :
UNTR 24350-26000 Buy
ELTY 145-160 Buy
KIJA 150-170 Buy
CTRP 420-455 Trading Buy
GJTL 3100-3400 Buy
BMRI 7500-8000 Buy
TLKM 6950-7250 Buy
ADMG 650–1000 Maintain Buy
HRUM 9900-10700 Trading Buy
CTRA 450-510 Maintain Buy

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads