Lautandhana Securindo: Krisis Eropa Kembali Hantui IHSG

Lautandhana Securindo: Krisis Eropa Kembali Hantui IHSG

Lautandhana Securindo - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2011 09:17 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah Italia untuk memperketat kebijakan anggaran moneternya agar terhindar dari krisis utang Eropa mampu mendorong bursa Regional ditutup pada teritori hijau. IHSG sendiri kemarin ditutup menguat terbatas sebesar 0,42% pada level 3.997,64. Saham sektor aneka industri merupakan gaktor penggerak utama rebound lanjutan IHSG. Sementara itu, aksi profit taking investor juga terjadi terutama di saham-saham sektor berbasis komoditas. Asing membukukan transaksi net buy tipis sebesar Rp 40 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya HERO naik Rp 1.000, ASII naik Rp 950, GDYR naik Rp 700, dan BFIN naik Rp 650; sedangkan saham-saham top losers antara lain GGRM turun Rp 500, AALI turun Rp 300, BRAM turun Rp 250, dan BYAN turun Rp 250.

Bursa Wall Street semalam ditutup kembali melemah seiring dengan kekhawatiran potensi gagal bayar surat utang AS dan pernyataan Gubernur The Fed tentang kemungkinan paket stimulus lanjutan yang belum pasti realisasinya. Alhasil, indeks Dow Jones ditutup turun 0,44%; S&P -0,67% dan Nasdaq -1,22%. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup melemah dipicu oleh warning Moody’s terkait potensi gagal bayarnya surat utang AS. Indeks DJ Euro Stoxx -0,73% dan FTSE 100 -1,01%.

Ketidakpastian krisis utang Eropa membuat bursa regional pagi ini dibuka bervariasi dimana indeks KLSE -0,04%; Nikkei +0,30%; STI -0,09% dan KOSPI +0,42%. Pergerakan IHSG masih kami perkirakan berlangsung fluktuatif dan sideways dengan kisaran trading sempit jelang direleasenya laporan keuangan 1H11 dan adanya bayang-bayang krisis Eropa yang dikhawatirkan mulai meluas. IHSG masih berpotensi terjadi koreksi dipicu oleh aksi profit taking investor seiring dengan overboughtnya IHSG. Kisaran trading IHSG hari ini berada pada level 3.978-4.083 dengan saham pilihan antara lain: BUMI, PTBA, BORN, UNTR, PGAS, TINS, BJBR dan BBTN.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads