Bila dilihat sepekan, IHSG menguat 0,49%, dan merupakan penguatan selama empat pekan berturut-turut. Ini mencerminkan kinerja yang terbaik diantara sejumlah bursa utama Asia dimana pekan kemarin rata-rata mencatatkan pelemahan.
Indeks Hang Seng Hongkong sepekan terkoreksi 3,74%, indeks Nikkei Jepang melemah 1,61% dan ST Singapura melemah 2,13%. Penguatan indeks saham Indonesia tersebut tidak terlepas dari derasnya arus dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia sepanjang tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini mencerminkan investor asing menaruh ekspektasi positif atas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi sejumlah kawasan ekonomi dunia lainnya.
Dengan iklim makro ekonomi Indonesia yang relatif kondusif, membuat prospek kinerja emiten sektoral juga bertumbuh kuat sepanjang tahun ini. Hal ini membuat saham-saham sektoral tersebut harganya terus menguat sepanjang tahun ini.
Investor memburu saham-saham sektoral yang menjanjikan return yang relatif tinggi sementara resiko dipandang rendah. Ini terlihat dari saham-saham yang banyak diburu investor adalah yang bergerak di sektor perbankan, otomotif dan pendukungnya, konsumsi, ritel, dan infrastruktur.
Hari ini pergerakan IHSG diperkirakan masih bisa berpeluang melanjutkan penguatan meskipun rawan akan aksi ambil untung. Investor ritel disarankan memelihara posisi cash-nya dan kembali masuk di saat harga kembali terkoreksi. I
HSG akan bergerak berfluktuasi dengan rentang yang relatif sempit sekitar 25-35 poin. Pelaku pasar diperkirakan akan mengalihkan sebagian fokus pembeliannya pada saham-saham lapis dua dan tiga yang harganya relatif masih tertinggal dibandingkan pergerakan indeks komposit.
Perhatikan :
PGAS 3900-4100 Buy
TINS 2550-2700 Buy
BBRI 6650-7000 Buy
TLKM 6950-7300 Buy
TBLA 630-750 Trading Buy
ADES 1520-1710 Spec Buy
ULTJ 1440-1690 Spec Buy
SGRO 3475-3800 Maintain Buy
INTA 730β790 Maintain Buy
(ang/ang)











































