IHSG masih menguat 9,3 poin (0,23%) di level 4.032,5. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,87 miliar unit saham dengan nilai total Rp 4,11 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 126 saham turun, dan 90 saham stagnan. LQ-45 naik 0,18% ke level 714,48 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,63% ke level 557,39.
Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 2,69% ke level 1.312,84; indeks manufaktur naik 0,86% ke level 969,34; indeks perdagangan naik 0,81% ke level 548,91; indeks perkebunan naik 0,68% ke level 2.359,01; indeks pertambangan naik 0,58% ke level 3.305,97; indeks properti naik 0,42% ke level 212,33; dan indeks konsumer naik 0,11% ke level 1.221,23. Sementara pelemahan pada indeks keuangan yang turun 0,63% ke level 528,68; indeks infrastruktur turun 0,48% ke level 765,32; dan indeks industri dasar turun 0,40% ke kevel 416,65. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 308,17 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,87 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,56 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.200 ke Rp 72.600; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 800 ke Rp 7.150; Metro Realty (MTSM) naik Rp 450 ke level Rp 2.450; Modern Internasional (MDRN) naik Rp 400 ke Rp 2.700; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 14.900; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 50.950; Nippon Indosari Corpindo (ROTI) naik Rp 250 ke Rp 3.500; Harum Energy (HRUM) naik Rp 200 ke Rp 10.300; dan Smart (SMAR) naik Rp 200 ke level Rp 7.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.555/US$ dari sebelumnya di Rp 8.537/US$ yang dipengaruhi hasil stress test perbankan Uni Eropa di akhir pekan lalu yang dinilai gagal memulihkan keyakinan para investor terhadap potensi krisis utang zona Eropa. Sebanyak 8 bank gagal stress test dimana kebanyakan dari bank-bank di Yunani. Sebelumnya, diekspektasikan 10-15 bank yang gagal uji ketahanan itu. Selain itu, sentimen hasil stress test masih tetap negatif karena pengujian tersebut tidak memasukkan skenario jika terjadi penyebaran krisis. Oleh karena itu, pelaku pasar mengalihkan aset berisiko termasuk aset Rupiah ke US$. Pasar juga menantikan pertemuan para MenKeu Uni Eropa untuk membahas kestabilan keuangan Uni Eropa yang diagendakan pada Kamis (21/7) di Brussel. Pasar berharap adanya progress terhadap pembiayaan baru bagi Yunani sehingga krisis utang Yunani tidak akan menyebar.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali bursa saham Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sementara Nikkei libur. Pergerakan ini dipengaruhi oleh sikap negatif investor terhadap pernyataan Presiden AS bahwa pemerintah kehabisan waktu dalam negosiasi kesepakatan untuk mengurangi defisit fiskal. Hal ini bisa membuat prospek eksportir Asia negatif. Sementara itu, Moody's bersiap menempatkan AS di bawah pengawasan untuk penurunan peringkat kreditnya. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu CPI (QoQ) New Zealand di level 1% dari sebelumnya 0,8% dan Trade Balance Singapura di level US$ 4,65 miliar dari sebelumnya US$ 3,05 miliar.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali Iceland yang dipengaruhi oleh penurunan saham perbankan setelah pengumuman hasil stress test . Sebanyak 8 bank dinyatakan gagal dalam tes ini. Nilai aset ke-8 bank tersebut mencapai € 2,5 miliar atau US$ 3,5 miliar. Selain itu, ada 16 bank yang hampir gagal karena modal intinya di bawah 5% yang diperkirakan perlu bantuan dana darurat untuk menopang neracanya. Di sisi lain, harga emas mencapai rekor tertingginya kemarin seiring kekhawatiran investor terhadap utang di Eropa dan AS. Harga emas sempat menyentuh level US$ 1.600/Oz. Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu lagi pada Kamis mendatang untuk membahas solusi mengatasi krisis utang. Di sisi lain, pernyataan Presiden ECB yang optimis bahwa Eropa bisa mengatasi krisis utang dengan menunjukkan kemauan dan tekad untuk melakukannya ditenggarai menahan penurunan lebih lanjut. Data ekonomi yang dirilis, yaitu House Price Index (MoM) Inggris di level -1,6% dari sebelumnya 0,6%.
Bursa kawasan Amerika mayoritas melemah kecuali Peru dan Kolumbia yang dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi krisis utang di Eropa dan pembahasan limit utang AS. Investor juga khawatir bahwa Moody's benar-benar akan menurunkan rating kredit pemerintah AS karena hingga kini masih terjadi tarik ulur pembahasan
masalah tersebut. Data ekonomi yang dirilis, yaitu New Motor Vehicle Sales (MoM) Kanada di level -6,1% dari sebelumnya -1,1%; TIC Net Long-Term Transactions di level US$ 23,6 miliar dari sebelumnya US$ 30,6 miliar; dan Housing Market Index di level 15 dari sebelumnya 13.
Pada perdagangan Senin (18/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.011-4.022 dan resistance 4.043-4.053. IHSG membentuk spinning tops dimana sebelumnya terlihat membentuk pola three white soldier . Secara teknikal penguatan ini mulai terbatas. Posisi candle kian mendekati upper bollinger band . MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan mulai reversal. Investor bisa mewaspadai bila sinyal koreksi mulai masuk.
(qom/qom)











































