Indosurya: Pola IHSG Mengkonfirmasi Koreksi

Indosurya: Pola IHSG Mengkonfirmasi Koreksi

- detikFinance
Rabu, 20 Jul 2011 07:55 WIB
Jakarta - IHSG melemah 10,21 poin (0,25%) di level 4.022,77. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,2 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,15 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 86 saham turun, dan 97 saham stagnan. LQ-45 turun 0,62% ke level 710,05 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,29% ke level 555,75.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali pada indeks keuangan yang turun 1,14% ke level 522,65; indeks aneka industri turun 0,91% ke level 1.301,24; indeks manufaktur turun 0,42% ke level 965,30; indeks konsumer turun 0,31% ke level 1.217,48; indeks infrastruktur turun 0,26% ke level 763,30; dan indeks industri dasar turun 0,91% ke level 416,82. Sementara penguatan pada indeks properti yang naik 2,82% ke level 218,21; indeks perdagangan naik 0,64% ke level 552,40; indeks pertambangan naik 0,31% ke level 3.316,06; dan indeks perkebunan naik 0,16% ke kevel 2.362,21. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 231,79 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,7 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,93 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik Rp 215 ke Rp 2.175; Colorpark Indonesia (CLPI) naik Rp 200 ke Rp 2.700; Indosiar Karya Media (IDKM) naik Rp 200 ke level Rp 1.430; Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 175 ke Rp 2.700; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 13.750; Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 125 ke Rp 2.225; Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 120 ke Rp 770; Pioneerindo Gourmet International (PTSP) naik Rp 110 ke Rp 680; dan Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 100 ke level Rp 5.700.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG akhirnya melemah dimana sebelumnya menguat di tengah sentimen negatif yang beredar dan seiring dengan pelemahan bursa saham regional karena kekhawatiran melambatnya pertumbuhan dan pengaruh dari krisis utang Eropa. Kali ini daya dorong IHSG terlihat sudah mulai berkurang seiring aksi profit taking investor untuk mengamankan portofolionya setelah penguatan saham-saham selama 4 hari kemarin. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 4.032,7 (level tertingginya) di awal perdagangan dan juga sempat menyentuh level 4.002,46 (level terendahnya) di awal sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.022,77. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI melemah di level Rp 8.558/US$ dari sebelumnya di Rp 8.555/US$. Padahal di awal Rupiah sempat terapresiasi di tengah spekulasi dana asing masuk ke aset Indonesia untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan ekonomi. Indonesia dinilai sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia. Apalagi sebelumnya, Gubernur BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,3%-6,8% di tahun ini, dibandingkan tahun lalu 6,1%. Kemarin, Fitch Ratings menyatakan, Indonesia mungkin akan mendapat kenaikan peringkat utang menjadi investment grade dalam 12 bulan hingga 18 bulan mendatang. Pasar juga khawatir atas peluang downgrade peringkat utang AS setelah Obama memveto proposal dari Partai Republik. Kondisi ini melemahkan US$ namun, apresiasi Rupiah tertahan karena terpengaruh pelemahan bursa saham.

Bursa saham Asia Pasifik mayoritas melemah kecuali bursa saham Hang Seng, New Zealand, Pakistan, dan Thailand yang dipengaruhi oleh sikap negatif investor yang khawatir terhadap perkembangan parlemen AS yang bisa gagal mencapai kesepakatan tentang batas kredit dan memburuknya krisis Eropa sehingga bisa memperlambat pemulihan ekonomi global. Aksi Moody's yang menempatkan AS di bawah pengawasan untuk potensi downgrade peringkat kredit dan Goldman Sachs yang memangkas proyeksi pertumbuhan tahunan ekonomi riil AS menjadi 1,5% pada Q2-11 dari sebelumnya 2,5% dan pada Q3-11 menjadi 2,5% dari 3,25% turut memberikan sentimen negatif. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu CPI (QoQ) New Zealand di level 1% dari sebelumnya 0,8% dan Trade Balance Singapura di level US$ 4,65 miliar dari sebelumnya US$ 3,05 miliar.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Polandia yang dipengaruhi oleh sentimen positif dari pernyataan IBM dimana labanya naik dari divisi baru yaitu layanan data yang meningkat 16% pada Q2-11. Tetapi, investor masih wait and see menjelang pertemuan para MenKeu Eropa untuk mengatasi krisis utang Uni Eropa pada Kamis (21/7/11). Ada kekhawatiran serius tentang sektor perbankan setelah stress test karena harus melakukan restrukturisasi untuk membiayai utang. Penguatan ini juga seiring pernyataan Dewan Gubernur ECB yang mengatakan tidak melihat ada keraguan tentang masa depan Euro karena telah memenuhi perannya. Tetapi, di sisi lain ia juga mengatakan bahwa krisis saat ini adalah krisis utang bukan krisis Euro. Selain itu, ada spekulasi bahwa Yunani yang telah menerima bail-out harus meninggalkan Euro dan kembali ke asal. ECB dikabarkan telah menerima jaminan dari Yunani. Data ekonomi yang dirilis, yaitu ZEW Economic Sentiment Jerman di level -15,10 dari sebelumnya -9 dan ZEW Economic Sentiment Eropa di level -7 dari sebelumnya -5,9.

Bursa kawasan Amerika mayoritas menguat kecuali Meksiko dan Chile yang dipengaruhi rilis kinerja IBM dan optimisme investor terhadap pendapatan perusahaan lainnya (Wells Fargo, Harley Davidson, dll) dan penjualan rumah yang mengalami kenaikan. Tetapi, pasar juga mencermati perdebatan soal pembatasan utang AS antara Presiden dengan anggota parlemen. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Building Permits di level 620.000 dari sebelumnya 610.000; Housing Start di level 630.000 dari sebelumnya 550.000; Leading Indicator (MoM) Kanada di level 0,2% dari sebelumnya 0,8%; Suku bunga Kanada yang tetap di level 1%; dan Unemployment Rate Brazil di level 6,2% dari sebelumnya 6,4%.

Pada perdagangan Rabu (20/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.989-4.006 dan resistance 4.036-4.049. IHSG membentuk hammer dimana sebelumnya terlihat membentuk pola three white soldier yang diakhiri dengan spinning tops di atas yang mengkonfirmasi akan adanya koreksi. IHSG mulai memperlihatkan pelemahaan. Posisi candle masih di bawah upper bollinger band . Pola yang sama terjadi pada awal Juli 2011 dimana awal pekan yang seharusnya melemah namun, ternyata naik. Lalu diikuti dengan pelemahan selama 2 hari. Kali ini pun diperkirakan akan sama. MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan mulai reversal. Investor bisa mewaspadai bila sinyal koreksi masih berlanjut.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads