Jakarta - IHSG rabu (20/07/2011) mampu ditutup pada teritori positif, dengan menguat 27,12 poin atau naik 0,67% berada pada level 4.050,63. Awal perdagangan dibuka IHSG langsung mengalami penguatan hal tersebut di akibatkan sentimen positif reboundnya DJIA pada perdagangan hari sebelumnya, namun setelah setengah jam pertama perdagangan penguatan IHSG kembali tertahan dimana investor jangka pendek memanfaatkan penguatan bursa untuk take profit lebih dulu, namun pada akhirnya pembelian selektif pada saham-saham yang sudah mengalami koreksi mampu membuat IHSG kembali menguat dan ditutup pada level yang lebih tinggi menjelang penutupan. Sektor yang menjadi pendorong penguatan IHSG dalam perdagangan rabu kemarin adalah sektor properti dan sektor perdagangan dimana masing-masing sektor mengalami penguatan sebesar 4,8% dan 1,2%. Dow Jones Industrial Average. Setelah kemarin bursa AS ditutup naik signifikan, semalam bursa AS ditutup terkoreksi tipis 0,12% menjadi 12.571,91. Penurunan tersebut mencermati turunnya existing home sales bulan Juni ke level terendah selama 7 bulan terakhir karena meningkatnya pending contract.
Secara teknikal, penutupan IHSG kemarin membuat sinyal sell pada indikator stochastic oscillator yang terjadi pada hari sebelumnya menjadi gagal, namun tetap IHSG masih berada di area overbought dengan risiko yang masih tinggi. Kenaikan IHSG kemarin didukung oleh volume perdagangan yang naik relatif signifikan dibanding volume perdagangan yang terjadi pada hari sebelumnya. Asing mencatatkan transaksi jual bersih tipis sekitar Rp7 miliar, sehingga YTD posisi net buying asing masih disekitar Rp12,4 triliun. Pagi ini indeks regional Asia bergerak mixed, HSI naik 0,19%, Nikkei naik 0,01% dan Kospi melemah 0,27%, berdasarkan data-data diatas kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 4.044 dan 4.032 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 4.055 dan 4.075.
(ang/ang)