LQ-45 naik 0,59% ke level 718,31 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,08% ke level 560,96. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks infrastruktur yang naik 1,66% ke level 777,68; indeks konsumer naik 1,28% ke level 1.245,09; indeks perdagangan naik 1,02% ke level 565,07; indeks industri dasar naik 0,81% ke level 421,85; indeks manufaktur naik 0,34% ke level 975,07; indeks keuangan naik 0,30% ke level 524,82; indeks perkebunan naik 0,25% ke
level 2.377,52. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri yang turun 1,05% ke level 1.294,59; indeks properti turun 0,37% ke level 227,63; dan indeks pertambangan turun 0,11% ke kevel 3.338,14. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 6,56 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,75 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,76 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.650 ke Rp 55.050; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 49.950; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 600 ke level Rp 29.000; United Tractors (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 25.500; Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 450 ke Rp 6.250; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 9.100; Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 400 ke Rp 3.550; Modern Internasional (MDRN) naik Rp 300 ke Rp 3.300; dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 300 ke level Rp 16.400.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.539/US$ dari sebelumnya di Rp 8.540/US$ yang dipengaruhi optimisme menjelang pertemuan para MenKeu Eropa dimana akan diumumkan paket bailout yang ke-2 sebesar β¬110 miliar bagi Yunani. Tetapi, Rupiah sempat melemah oleh negatifnya data manufaktur China dan Eropa yang terlihat dari adanya pelambatan ekonomi global dimana terindikasi dari turunnya permintaan di sektor ini. Indeks manufaktur Eropa turun ke level 50,4 dari sebelumnya 50 dan prediksi 51,6. HSBC juga merilis purchasing managers index China turun ke level 48,9 dari sebelumnya 50,1 dan prediksi 51.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham Hong Kong, KorSel, Filipina, dan Vietnam yang dipengaruhi oleh penurunan indeks manufaktur China yang menunjukkan output China mungkin akan kontraksi. Saham-saham properti di Hong Kong berjatuhan setelah regulator perbankan nasional mengatakan akan mencermati risiko yang melibatkan pinjaman kepada industri real estate. Dikabarkan, sebanyak 20 kota lebih akan membatasi pembelian rumah. Sementara bursa saham Aussie justru menguat dipengaruhi kenaikan saham sektor perbankan dan sumber daya. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Trade Balance Jepang di level US$ -190 juta dari sebelumnya US$ -450 juta; Business Confidence Aussie di level 6 dari sebelumnya 11; dan All Industries Activity Index (MoM) di level 2% dari sebelumnya 1,4%.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Iceland dan Swedia yang dipengaruhi oleh hasil pertemuan para MenKeu negara-negara Eropa dimana Uni Eropa menyepakati suntikan dana segar dengan memberikan pinjaman ke Yunani, Irlandia, dan Portugal. Terlebih kepada Yunani dimana para pemimpin Uni Eropa telah menyepakati paket penyelamatan senilai β¬109 miliar untuk Yunani. Tingkat bunga yang dikenakan juga cukup rendah untuk jangka waktu yang lama. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Consumer Confidence Inggris di level 51 dari sebelumnya 55; Manufacturing PMI Perancis di level 50,1 dari sebelumnya 52,5; Manufacturing PMI Jerman di level 52,1 dari sebelumnya 54,7; dan Manufacturing PMI Eropa di level 50,4 dari sebelumnya 53,7.
Bursa kawasan Amerika bergerak menguat kecuali Peru yang dipengaruhi positifnya laporan laba perusahaan dan hasil solusi krisis utang Eropa setelah pertemuan para MenKeu negara-negara Eropa. Sedangkan klaim tunjangan pengangguran meningkat 10.000 menjadi 418.000. Data pekan sebelunya 408.000. Perkiraan awal klaim tunjangan pengangguran mencapai 410.000. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Consumer Confidence tetap di level -43,9; Philadelphia Manufacturing Index di level 3,2 dari sebelumnya -7,7; House Price Index (MoM) di level 0,4% dari sebelumnya 0,8%; dan Unemployment Rate Meksiko di level 5,4% dari sebelumnya 5,2%.
Pada perdagangan Jumat (22/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.038-4.053 dan resistance 4.077-4.087. IHSG kembali membentuk spinning tops . Biasanya setelah terbentuk candle seperti ini akan mengkonfirmasi adanya koreksi namun, karena didukung oleh sentimen positif, apalagi semalam bursa Eropa dan AS menguat setelah tercapainya keputusan penanganan krisis utang di kawasan Eropa menjadikan IHSG diperkirakan bisa kembali menguat. MACD masih masih mencoba bergerak naik meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. Investor tetap mewaspadai aksi profit taking mengingat sudah overboughtnya posisi IHSG.
(qom/qom)











































