Indosurya: IHSG Simpan Potensi Profit Taking

Indosurya: IHSG Simpan Potensi Profit Taking

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2011 07:23 WIB
Jakarta - IHSG menguat 37,69 poin (0,93%) di level 4.106,82. Total volume perdagangan BEI mencapai 8,66 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,26 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 93 saham turun, dan 101 saham stagnan. LQ-45 naik 1,08% ke level 726,07 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,32% ke level 568,34.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 2,54% ke level 1.327,49; indeks manufaktur naik 1,22% ke level 986,96; indeks infrastruktur naik 1,13% ke level 786,46; indeks industri dasar naik 1% ke level 426,07; indeks pertambangan naik 0,90% ke level 3.368,24; indeks perkebunan naik 0,85% ke level 2.397,76; indeks keuangan naik 0,78% ke level 528,93; indeks perdagangan naik 0,62% ke level 568,60; indeks konsumer naik 0,12% ke level 1.246,55; dan indeks properti naik 0,07% ke level 227,79. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 508,89 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,8 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,29 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 72.900; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 950 ke Rp 15.750; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 700 ke level Rp 31.000; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 11.050; Argha Karya Prima Industry (AKPI) naik Rp 300 ke Rp 1.500; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 50.250; Harum Energy (HRUM) naik Rp 250 ke Rp 10.550; Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 250 ke Rp 3.350; dan Sinarmas Multiartha (SMMA) naik Rp 200 ke level Rp 3.200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG menggenapkan penguatannya di akhir pekan kemarin dengan menguat menyentuh level 4.100an. Apa yang menjadi perkiraan pelaku pasar baik investor maupun para Analis terwujud lebih cepat dimana level 4.100 telah dicapai. Optimisme terhadap penyelesaian krisis utang di Eropa dimana telah disetujuinya paket bailout baru untuk Yunani dan disetujuinya rencana anggaran penghematan dan kenaikan limit utang AS menambah daya dorong bagi IHSG untuk melesat. Saham-saham aneka industri kembali diburu investor, dan juga saham-saham manufaktur. Investor juga berekspektasi positif terhadap akan dirilisnya laporan kinerja emiten semester I 2011. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 4.109,08 (level tertingginya) menjelang akhir perdagangan dan juga sempat menyentuh level 4.069,94 (level terendahnya) jelang akhir sesi I dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.106,82. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.527/US$ dari sebelumnya di Rp 8.539/US$ yang dipengaruhi oleh pernyataan Fitch Ratings yang mengatakan bahwa RI dapat mencapai peringkat investment grade , sebelum akhir tahun depan. Fitch merating suku bunga di Indonesia BB +, satu langkah di bawah investment grade. Optimisme pasar juga meningkat setelah hasil pertemuan para MenKeu Eropa dimana diumumkan paket bailout yang ke-2 sebesar €110 miliar bagi Yunani dan juga memberikan bantuan bagi Irlandia dan Portugal dengan jangka waktu bantuan pinjaman lebih lama dan bunga yang lebih rendah. Kondisi membuat Euro terapresiasi sehingga Rupiah pun terangkat.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali bursa saham Sri Lanka, Filipina, dan Vietnam yang dipengaruhi oleh rencana Eropa memberi bantuan stimulus untuk Yunani dan negara-negara Eropa lainnya yang bermasalah. Investor melihat Eropa, sebagai pangsa besar barang-barang Asia, telah mencegah krisis Yunani memburuk dan meluas sehingga meningkatkan optimisme investor dan terjadi rebound besar di pasar. Kondisi ini membuat saham-saham perbankan ikut terkerek. Penguatan Nikkei juga dipicu dari kenaikan saham-saham perbankan. Selain itu, penguatan saham-saham teknologi juga mempengaruhi kenaikan saham-saham teknologi asia. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Import Price (QoQ) Aussie di level 0,8% dari sebelumnya 1,4%.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat kecuali Iceland dan Luxemburg yang dipengaruhi oleh optimisme investor pasca pertemuan para MenKeu negara-negara Eropa dimana Uni Eropa menyepakati paket penyelamatan krisis utang dan mencegah penyebaran ketidakstabilan pasar ke seluruh wilayah Eropa. Para pemimpin Zona Eropa telah memutuskan paket dana bantuan untuk Yunani, Irlandia dan Portugal. Jatuh tempo bantuan pinjaman kepada negara-negara ini akan diperpanjang lebih dari 7 tahun hingga 15 tahun. Suku bunga juga telah diturunkan dari 4,5%-5,8% menjadi 3,5%. Fasilitas Stabilisasi keuangan Uni Eropa akan digunakan untuk membeli obligasi di pasar sekunder. Saham-saham perbankan menjadi penggerak myaoritas indeks acuan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Business Survey Perancis di level 105 dari sebelumnya 109; Retail Sales Italia di level -0,1% dari sebelumnya 0,2%; Ifo Business Climate Index Jerman di level 112,9 dari sebelumnya 114,5; Business Expectations Index Jerman di level 105 dari sebelumnya 106,3; dan Industrial New Orders Eropa di level 3,6% dari sebelumnya -0,1%.

Bursa kawasan Amerika bergerak mix dengan pelemahan pada indeks DJIA, NYSE Composite, bursa saham Panama, dan Argentina. Pergerakan ini dipengaruhi imbas penguatan bursa saham Asia dan Eropa dan juga positifnya laporan laba perusahaan terutama yang berbasis teknologi. Tetapi, rilis kinerja Caterpillar Inc dan C.R bard Inc yang turun di bawah prediksi membuat DJIA melemah. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (MoM) Kanada di level -0,7% dari sebelumnya 0,7%; Retail Sales Index (MoM) di level 0,1% dari sebelumnya 0,3%; dan Industrial Production (YoY) Argentina di level 8,2% dari sebelumnya 9,1%.

Pada perdagangan Senin (25/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.056-4.081 dan resistance 4.121-4.134. IHSG membentuk candle menyerupai white marubozu . Hal ini memperlihatkan kekuatan daya beli masih menguasai pasar. Upper bollinger bands sempat tersentuh. MACD masih bergerak naik meski terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di atas area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. Meski sentimen positif banyak beredar namun, juga menyimpan potensi profit taking. Investor mewaspadai saham-saham yang sudah overbought .

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads