Indosurya: IHSG Mungkin Konsolidasi Dulu

Indosurya: IHSG Mungkin Konsolidasi Dulu

- detikFinance
Jumat, 29 Jul 2011 08:47 WIB
Jakarta - IHSG melemah 28,28 poin (-0,68%) di level 4.145,83. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,39 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,71 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 139 saham turun, dan 93 saham stagnan. LQ-45 turun 1,07% ke level 733,06 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,12% ke level 572,24.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali pada indeks aneka industri yang turun 3,39% ke level 1.315,38; indeks industri dasar turun 2,04% ke level 423,03; indeks manufaktur turun 1,25% ke level 984,85; indeks keuangan turun 1,03% ke level 541,83; indeks infrastruktur turun 0,46% ke level 778,52; dan indeks perdagangan turun 0,19% ke level 585,34.

Sementara penguatan pada indeks konsumer yang naik 1,31% ke level 1.257,13; indeks perkebunan naik 0,58% ke level 2.444,50; indeks properti naik 0,19% ke level 233,93; dan indeks pertambangan naik 0,06% ke level 3.385,86. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 9,07 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,76 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,75 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora Indah (MYOR) naik Rp 1.200 ke Rp 17.300; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000; Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 825 ke level Rp 4.175; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.750; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 12.000; Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 250 ke Rp 9.250; Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 4.775; Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 200 ke Rp 6.300; dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 150 ke level Rp 5.100.

IHSG akhirnya melemah meski masih di atas level 4.100 yang dipicu oleh sentimen negatif yang masih beredar di bursa yang tak lain datang dari krisis utang AS yang belum juga mendapatkan kesepakatan meski jatuh temponya sudah dekat. Selain itu, penurunan juga dipicu koreksi sehat akibat posisi teknikalnya yang sudah di atas area jenuh beli (overbought). Pasar sedang dalam keraguan dan harap-harap cemas menantikan penyelesaian konflik batas atas utang AS yang deadline -nya pada 2 Agustus 2011 dan mempertanyakan apakah AS akan mencapai kesepakatan akan pemangkasan anggaran sebagai syarat kenaikan batas atas utang AS itu. Jika tidak, credit rating AS akan diturunkan dari level AAA saat ini. Kredibilitas dan solvabilitas AS menurun dan akibatnya kinerja ekonomi AS dan dunia semakin terpuruk dan menjadi tekanan bagi bursa saham global. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 4.172,25 (level tertingginya) di pertengahan sesi I dan juga sempat menyentuh level 4.122 (level terendahnya) di awal sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.145,83. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.509/US$ dari sebelumnya di Rp 8.489/US$ yang dipengaruhi oleh kembali munculnya kekhawatiran terhadap kemampuan Eropa dalam mengatasi krisis utang. Kondisi ini memberikan peluang bagi investor untuk melakukan aksi profit taking baik pada bursa saham maupun Rupiah. MenKeu Jerman menyatakan, The European Financial Stability Facility (EFSF) tidak akan diberikan kekuasaan penuh untuk membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder. Jika EFSF ingin melakukan hal tersebut, harus mendapat persetujuan dari ECB. Negara yang mungkin dapat dana EFSF adalah Yunani, Irlandia, dan Portugal dan ada 2 negara lain yang dikhawatirkan pasar yakni Italia dan Spanyol. Pasar khawatir, jika dana EFSF tidak bisa dipakai untuk membeli obligasi Italia dan Spanyol, diperkirakan akan bernasib seperti krisis Yunani. Di sisi lain, US$ juga tetap melemah terhadap mayoritas mata uang utama terkait kecemasan atas kesepakatan batas atas utang AS yang akan kembali di-voting. Sejauh ini, Pimpinan Kongres dari Partai Republik optimis pengajuan proposal akan disetujui Kongres dan Senat AS. Tapi, Obama justru mengancam veto kenaikan batas atas utang AS jika proposal tersebut diloloskan.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali indeks saham Hang Seng, NZX, Sri Lanka, dan Thailand yang dipengaruhi oleh kekhawatiran utang AS. Selain itu, data penurunan durable goods orders AS turut memberikan sentimen negatif. Pasar melihat anggota parlemen AS gagal mengatasi kebuntuan untuk menaikkan plafon kredit AS. Mayoritas indeks saham China turun karena khawatir terhadap perkembangan ekonomi AS mengingat China adalah kreditor terbesar AS yang membeli surat utang pemerintah AS sebesar US$1,5 triliun. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu suku bunga New Zealand tetap di level 2,5%; Retail Sales Jepang di level 1,1% dari sebelumnya -1,3%; Industrial Production (YoY) Filipina di level 0,9% dari sebelumnya 2,7%; Industrial Production (YoY) Thailand di level 3,3% dari sebelumnya -3,9%; dan Trade Balance Hong Kong di level US$ -40,26 miliar dari sebelumnya US$ -35,7 miliar.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali indeks saham Inggris, Spanyol, dan Italia yang dipengaruhi oleh imbas penurunan bursa saham Asia Pasifik seiring ketidakpastian pembatasan utang AS. Pelemahan juga dipicu penurunan sektor perbankan yang cukup dalam. Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Retail Sales (YoY) Spanyol di level -7,4% dari sebelumnya -5,8%; Unemployment rate Jerman tetap di level 7%; dan Business and Consumer Survey Eropa di level 103,2 dari sebelumnya 105,4.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali indeks Nasdaq, bursa saham Kanada, Meksiko, dan Panama yang dipengaruhi oleh masih tertundanya Senat AS menemukan kesepakatan mengenai batasan utang AS. Semalam DPR telah voting untuk rencana revisi peningkatan plafon utang dan memotong defisit. Tetapi, Ketua DPR John Boehner menunda voting terhadap kebijakan batasan utang tersebut. Padahal sebelumnya MenKeu AS Timothy Geithner telah memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas utang menjelang 2 Agustus bisa memaksa pemerintah untuk gagal bayar. Di sisi lain, penurunan sedikit tertahan setelah dirilis data ketenagakerjaan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Initial Jobless Claims di level 398.000 dari sebelumnya 422.000; Consumer Confidence di level -46,8 dari sebelumnya 43,3; dan Pending Home Sales (MoM) di level 2,4% dari sebelumnya 8,2%.

Pada perdagangan Jumat (29/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.096-4.121 dan resistance 4.171-4.196. IHSG membentuk candle hammer di posisi atas. Upper bollinger bands telah tersentuh. MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area overbought dan bergerak dalam rentang tipis. IHSG kemungkinan masih akan mengalami konsolidasi terlebih dahulu. Tetapi, juga terdapat peluang penguatan dari dirilisnya laporan keuangan emiten. Investor tetap mewaspadai potensi terjadinya profit taking.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads