Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali pada indeks aneka industri yang turun 1,82% ke level 1.291,49; indeks industri dasar turun 1,69% ke level 415,87; indeks manufaktur turun 1,18% ke level 973,27; indeks pertambangan turun 0,69% ke level 3.362,55; indeks properti turun 0,64% ke level 232,44; indeks konsumer turun 0,25% ke level 1.254,02; dan indeks perdagangan turun 0,03% ke level 585,18. Sementara penguatan pada indeks perkebunan naik 0,47% ke level
2.456,07; indeks keuangan naik 0,25% ke level 543,19; dan indeks infrastruktur naik 0,24% ke level 780,35. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 274,90 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,91 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,63 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 1.850 ke Rp 12.700; H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 32.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke level Rp 30.500; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 12.450; Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 210 ke Rp 1.200; Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 ke Rp 5.300; United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 27.300; Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik Rp 150 ke Rp 5.800; dan Berlina (BRNA) naik Rp 140 ke level Rp 1.770.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.508/US$ dari sebelumnya di Rp 8.509/US$ yang dipengaruhi oleh turunnya US$ karena respon negatif setelah DPR AS menunda pemungutan suara pada rencana ketua DPR Boehner (Republik) untuk menaikkan plafon utang. Rupiah juga sempat tertekan setelah Moody's mengancam akan men-downgrade peringkat utang Spanyol dari level AA2 saat ini. Selain itu, pasar juga menantikan data inflasi Indonesia.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali indeks saham Pakistan, Sri Lanka, dan Filipina yang dipengaruhi oleh ketidakpastian penentuan batas utang AS dan ekspektasi kesepakatan akan kembali mengalami kebuntuan. Hal ini setelah setelah Kongres AS menunda voting atas rencana menaikkan batas utang, yang meningkatkan kekhawatiran AS akan mengalami default utang. Saham Asia juga turun hari ini, karena penurunan prediksi laba beberapa perusahaan besar Jepang. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Manufacturing PMI Jepang di level 52,1 dari sebelumnya 50,7; Core PPI Jepang di level 0,4% dari sebelumnya 0,1%; Unemployment Rate Jepang di level 4,6% dari sebelumnya 4,5%; Industrial Production (MoM) Jepang di level 3,9% dari sebelumnya 6,2%; Industrial Production (YoY) KorSel di level 6,4% dari sebelumnya 8,3%; Household Spending (YoY) Jepang di level -4,2% dari sebelumnya -1,9%; Retail Sales KorSel di level 1,3% dari sebelumnya 1%; GDP Taiwan (YoY) di level 4,9% dari sebelumnya 6,6%; danUnemployment rate Singapura di level 2,1% dari sebelumnya 1,9%.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali indeks saham Iceland, Luxemburg, dan Polandia yang dipengaruhi oleh imbas penurunan bursa saham Asia Pasifik seiring ketidakpastian pembatasan utang AS. Gagalnya anggota parlemen AS memecahkan konflik dalam persetujuan plafon utang telah menekan bursa saham Eropa. Selain itu, Moody's akan mereview obligasi Spanyol yang akan didowngrade . Data ekonomi yang dirilis, yaitu indeks Retail Sales (MoM) Jerman di level 6,3% dari sebelumnya -2,8%; Nationwide HPI (MoM) Eropa di level 0,2% dari sebelumnya 0%; Consumer Spending (MoM) Perancis di level 1,1% dari sebelumnya -1,2%; CPI (YoY) Eropa di level 2,5% dari sebelumnya 2,7%; CPI Italia (MoM) di level 0,3% dari sebelumnya 0,1%; dan PPI Perancis di level -0,1% dari sebelumnya -0,5%.
Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali indeks saham Meksiko, Argentina, dan Brazil yang dipengaruhi oleh masih tertundanya Senat AS menemukan kesepakatan mengenai batasan utang AS. Parlemen telah menyetujui RUU dari Partai Republik yang diusulkan oleh Boehner (Ketua DPR) namun, ditolak oleh Senat Demokrat. Padahal koreksi pasar sempat tertahan seiring adanya dukungan terhadap rencana Boehner untuk menaikkan batas utang dan penghematan anggaran sebesar $900 miliar.
Tetapi, di sisi lain Demokrat mengatakan usulan Republik akan membahayakan ekonomi karena akan memaksa Kongres melakukan pemungutan suara lagi untuk memutuskan batas utang nasional pada awal 2012, bertepatan dengan kampanye pemilu. Selain itu, pasar bereaksi negatif setelah rilis pertumbuhan ekonomi AS Q2-11 turun menjadi 1,3%, di bawah ekspektasi 1,8%. Data ekonomi yang dirilis, yaitu GDP Price Index (QoQ) di level 2,3% dari sebelumnya 2%; Chicago PMI di level 58,8 dari sebelumnya 61,1; dan Michigan Consumer Sentiment Index di level 63,7 dari sebelumnya 63,8.
Pada perdagangan Senin (1/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.073-4.102 dan resistance 4.160-4.180. IHSG membentuk candle spinning tops . Candle kian menjauhi Upper bollinger bands . MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area overbought dan bergerak menurun. IHSG masih dimungkinkan mengalami konsolidasi seiring sikap wait and see investor terhadap rilis inflasi Juli 2011, neraca perdagangan, ekspor-impor Indonesia, dan perkembangan krisis utang AS dan Eropa. Meski terdapat peluang penguatan, Investor tetap mewaspadai potensi berlanjutnya profit taking.
(qom/qom)











































