Wall Street anjlok lebih dari -3%.
Alotnya negosiasi antara kubu White House, Senat (yang dikuasai kubu Demokrat) dan DPR AS (yang dikuasai kubu Republik) yang hingga penutupan pasar akhir pekan lalu membuat pasar saham Amerika anjlok. Indeks DJIA turun –4.24% sementara S&P500 terkoreksi –3.94% dan Nasdaq –3.57%. Dari data ekonomi, pertumbuhan ekonomi AS ternyata mulai melemah dibawah harapan pasar, dimana 2Q11 GDP hanya tumbuh +1.3% qoq, turun dibanding 1Q11 yang tumbuh +1.9% qoq. Selain itu, New Home Sales serta Durable Goods Orders juga turun secara tidak terduga. Minggu ini pasar akan menunggu data ISM Manufacture, ISM Non-Manufacture, Factory Orders serta Unemployment Rate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu ini pasar akan menanti data inflasi, dimana kami proyeksikan inflasi bulan July akan sebesar +0.85% mom atau +4.80% yoy. Angka ini sedikit lebih rendah dari inflasi tahunan bulan Juni yang mencapai +5.54% yoy. Dari technical view, indeks kembali ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya dan juga sempat mencoba melewati support level pada equidistance channel di 4,110 sebelum akhirnya ditutup berada di level 4,130, dengan demikian indeks berpeluang untuk mengalami technical rebound dan dimungkinkan untuk bergerak menuju resistance level di 4,170, akan tetapi jika indeks berbalik melemah maka memungkinkan kembali menguji support level di 4,110.
(ang/ang)










































