IHSG kembali mencatatkan level tertinggi barunya di 4193,441 naik 62,641 poin (1,52%). Arus dana asing kembali mencatatkan nilai pembelian bersih hingga Rp.248,88 miliar di pasar saham. Selain sentimen positif dari faktor eksternal tersebut, aksi beli pelaku pasar juga digerakkan oleh keluarnya data inflasi nasional bulan Juli yang relatif terkendali.
Kemarin BPS mengumumkan inflasi Juli yang mencapai 0,67% dan secara tahunan (yoy) sebesar 4,61%, dibawah konsensus pasar sebesar 4,81%. Sentimen positif dari faktor inflasi ini membuat saham-saham sektor perbankan, properti dan konsumsi kembali mendapat momentum penguatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tren jangka panjang pasar saham masih bergerak bullish. Tadi malam di Wall Street, indeks Dow Jones ditutup terkoreksi tipis 10,75 poin setelah pada awal perdagangan sempat menguat hingga 145 poin. Pelaku pasar kembali fokus pada data ekonomi AS yang terlihat masih melemah. Indeks National Factory Activity, mencerminkan kegiatan sektor manufaktur di AS, turun menjadi 50,9 dari bulan sebelumnya di 55,3, sedangkan ekspektasi pasar adalah 54,9.
Perlambatan pertumbuhan sektor manufaktur tersebut juga menekan harga minyak mentah yang ditransaksikan di bawah USD95/barrel tadi malam di New York. Perkembangan pasar saham global yang kurang kondusif tersebut bisa dimanfaatkan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di pasar saham Indonesia hari ini.
IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah menyentuh level 4200. Secara technical, level resiten IHSG hari ini ada di level 4210. Pelaku pasar yang bermain dalam jangka pendek disarankan memanfaatkan penguatan yang ada untuk merealisasikan keuntungan.
Perhatikan :
TLKM 7250-7800 Buy
BUMI 2950-3625 Buy if Break 3150
CTRP 500-570 Trading Buy
ASII 70500-74000 Buy
INTA 860-930 Trading Buy
KIJA 190-215 Buy on Weakness
UNVR 14900β16900 Sell on Strengh
BULL 158-170 Buy on Weakness
APLN 350-420 Trading Buy
(ang/ang)











































