Indosurya: IHSG Terimbas Pelemahan Global

Indosurya: IHSG Terimbas Pelemahan Global

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2011 08:39 WIB
Jakarta - IHSG melemah 15,6 poin (0,37%) di level 4.177,85. Total volume perdagangan BEI mencapai 8,49 miliar unit saham dengan nilai total Rp 6,06 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 171 saham turun, dan 78 saham stagnan. LQ-45 turun 0,25% ke level 740,64 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,82% ke level 570,06.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali pada indeks perdagangan yang turun 1,64% ke level 582; indeks industri dasar turun 1,59% ke level 410,08; indeks manufaktur turun 0,85% ke level 977,36; indeks properti turun 0,82% ke level 240,96; indeks perkebunan turun 0,68% ke level 2.438,56; indeks konsumer turun 0,61% ke level 1.274,26; indeks aneka industri turun 0,55% ke level 1.297,36; dan indeks keuangan turun 0,14% ke level 556,26. Sementara penguatan dialami indeks infrastruktur yang naik 0,95% ke level 792,38 dan indeks pertambangan naik 0,01% ke level 3.391,51. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 688 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,06 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,37 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough Indonesia (SCPI) naik Rp 5.500 ke Rp 35.500; Century Textile Industry (CNTX) naik Rp 1.150 ke Rp 5.750; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 1.050 ke level Rp 31.500; Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 6.200; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 350 ke Rp 7.450; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 53.250; Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 225 ke Rp 4.200; Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik Rp 200 ke Rp 3.200; dan Nipress (NIPS) naik Rp 200 ke level Rp 4.300.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki hari kedua puasa, IHSG kehilangan daya dorongnya untuk tetap melaju di area positif. Melemahnya mayoritas bursa saham regional berimbas pada pergerakan IHSG yang mengalami penurunan. Padahal tinggal beberapa poin lagi IHSG menyentuh level 4.200. Tetapi, seperti biasanya, apabila level resistance gagal tersentuh maka pasar akan terkoreksi sementara. Investor juga memanfaatkan pelemahan bursa saham regional untuk ikut profit taking . Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 4.196 (level tertingginya) di pertengahan sesi I dan juga sempat menyentuh level 4.149 (level terendahnya) di pertengahan sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.177. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.460/US$ dari sebelumnya di Rp 8.485/US$ yang dipengaruhi oleh respon pelaku pasar terhadap kenaikan batas atas plafon utang AS namun, di sisi lain juga merespon pertumbuhan ekonomi AS yang melambat. US$ pun sempat menguat. Di sisi lain, investor kembali khawatir terhadap krisis Eropa yang baru yakni masalah Spanyol. Meski Spanyol belum di-downgrade namun, yield obligasi Spanyol terus mengalami kenaikan yang menggambarkan kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi negara itu. Di akhir perdagangan Rupiah berhasil kembali naik.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah yang dipengaruhi oleh respon negatif investor setelah dirilisnya data manufaktur AS yang tumbuh melambat sehingga membayangi prospek pendapatan eksportir Asia. Indeks utama bursa saham AS pun tumbang. Semua 10 kelompok industri dalam indeks MSCI Asia Pasifik anjlok. Padahal sebelumnya terjadi penguatan seiring berita terjadinya indikasi kesepakatan AS setelah DPR AS akhirnya memberikan persetujuan untuk kenaikan batas utang untuk menghindari gagal bayar, sekaligus rencana pemangkasan belanja pemerintah. Pelemahan juga dipicu penurunan peringkat peringkat kredit AS. Bursa saham Nikkei melemah setelah bencana gempa berkekuatan 4,3 richter yang mengguncang gedung- gedung di ibukota Jepang. Adanya spekulasi bank sentral China yang akan kembali menaikkan suku bunga bulan ini untuk menjinakkan inflasi dan laporan dari Aussie yang menunjukkan jumlah persetujuan pembangunan rumah pada Juni, secara tak terduga turun, serta setelah bank sentral Aussie mempertahankan suku bunga acuan turut melemahkan bursa saham Asia Pasifik. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Labor Cost Index (QoQ) New Zealand di level 0,5% dari sebelumnya 0,4%; Building Approvals (MoM) Aussie di level -3,5% dari sebelumnya - 6,3%; House Price Index (QoQ) Aussie di level -0,1% dari sebelumnya -1,1%; dan suku bunga Aussie tetap di level 4,75%.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah yang dipengaruhi oleh sikap pesimis pelaku pasar terhadap data-data ekonomi setelah turunnya data manufaktur di sejumlah negara Eropa. Begitu pun dengan data manufaktur di AS serta potensi penurunan rating kredit AS. Pasar juga merespon krisis utang baru yang diperkirakan bisa menimpa Spanyol. Data ekonomi yang dirilis, yaitu PPI (MoM) Eropa di level 0% dari sebelumnya -0,2% dan Construction PMI Inggris di level 53,5 dari sebelumnya 53,6.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali indeks saham Venezuela yang dipengaruhi oleh respon negatif investor terhadap data-data ekonomi. Sentimen positif dari tercapainya kesepakatan penentuan limit utang AS tertutupi oleh negatifnya data-data ekonomi. Sebelumnya indeks manufaktur menunjukan pelemahan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Core PCE Price Index (MoM) di level 0,1% dari sebelumnya 0,2%; Personal Spending (MoM) di level -0,2% dari sebelumnya 0,1%; Personal Income (MoM) di level 0,1% dari sebelumnya 0,2%, dan Total Vehicle Sales di level 12,2 juta dari sebelumnya 11,5 juta.

Pada perdagangan Rabu (3/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.132-4.162 dan resistance 4.209-4.220. IHSG membentuk candle hammer di posisi atas. MACD bergerak datar dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak tipis dan mulai reversal dari area overbought. IHSG dimungkinkn masih melanjutkan pelemahannya namun, bersifat terbatas karena hanya terimbas dari pelemahan bursa saham global. Cermati saham HRUM, BUMI, UNTR, dan MYOR.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads