First Asia Capital: Akumulasi Saham Unggulan Saat Terkoreksi

First Asia Capital: Akumulasi Saham Unggulan Saat Terkoreksi

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2011 09:26 WIB
First Asia Capital: Akumulasi Saham Unggulan Saat Terkoreksi
Jakarta - Meningkatnya resiko pasar global kembali berimbas negatif pada perdagangan saham kemarin. IHSG bergerak dalam rentang yang lebar di teritori negatif sebesar 81 poin. Aksi jual asing menjadi faktor pendorong utama penurunan indeks.

Sepanjang perdagangan nilai transaksi jual bersih asing mencapai Rp.539 miliar. Saham-saham perbankan, Astra Grup, pertambangan menjadi motor penurunan indeks. Turunnya harga minyak juga telah menekan sejumlah harga saham sektor energi dan pertambangan.

Sebaliknya pasar cenderung berspekulasi beli di beberapa saham sektor barang konsumsi seperti sektor pakan ternak dan makanan ringan seperti CPIN dan INDF mencatatkan penguatan. IHSG kemarin ditutup turun 41,339 poin (0,99%) di posisi 4136,507.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buruknya ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi AS telah menekan aset-aset beresiko. Pelaku pasar sebaliknya cenderung memburu aset yang relatif tahan terhadap resiko pasar seperti emas yang harganya kembali menguat hingga USD1663,40/t.oz.

Sementara tadi malam, pasar AS rebound tipis setelah selama delapan hari berturut-turut mengalami koreksi dalam. Indeks Dow Jones menguat tipis 0,25% ke 11896,44. Penguatan ini terutama dipicu spekulasi pasar The Fed akan kembali mengeluarkan program paket strimulus lanjutan untuk mendorong proses recovery ekonomi AS.

Namun di Eropa, indeks bursa utama cenderung terkoreksi di atas 1%. Mencermati perkembangan bursa global yang masih tidak menentu tersebut, hari ini pasar saham Indonesia diperkirakan akan bergerak bervariasi. Pelaku pasar cenderung wait and see menunggu perkembangan lebih baik dari pasar saham global.

Aksi beli selektif masih berpeluang terjadi pada saham sektor konsumsi, telekomunikasi dan infrastruktur jalan tol. Namun saham pertambangan dan energi diperkirakan akan cenderung dihindari, mengingat minimnya berita positif, terutama terkait dengan harga minyak yang kembali melemah tadi malam di AS ditutup di bawah USD92/barrel.

Pelaku pasar disarankan bermain dalam pola trading mengingat resiko pasar yang relatif tinggi. Selain itu pemilihan saham sebaiknya ditujukan ke saham-saham yang sektornya lebih defensif seperti barang konsumsi, perbankan, perdagangan ritel, telekomunikasi dan infrastruktur.

Sejumlah saham unggulan seperti Astra Grup dan sektor perbankan, seperti BBRI, BMRI dan BJBR disarankan diakumulasi ketika harga terkoreksi. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dengan rentang yang relatif sempit sekitar 30 poin dengan peluang terjadinya rebound terbatas.

Perhatikan :
TLKM 7250-7800 Buy
EXCL 5500-6100 Buy
BUMI 3100-3300 Trading Buy
CPIN 2400-3000 Sell on Strength
AKRA 2850-3100 Buy on Weakness
SMGR 9200-9600 Buy
CMNP 1460-1640 Buy
UNTR 24800-27600 Buy on Weakness
BMRI 7450–8000 Buy on Weakness

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads