First Asia Capital: Tren Pasar ke arah Bearish

First Asia Capital: Tren Pasar ke arah Bearish

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 09:22 WIB
First Asia Capital: Tren Pasar ke arah Bearish
Jakarta - Pasar saham global tadi malam kembali dilanda aksi panic selling investor menyusul kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi di AS dan Eropa semakin kuat. Indeks Dow Jones tadi malam turun hingga 512 poin atau 4,31% di posisi 1383,68.

Ini merupakan penurunan harian terburuk sejak Desember 2008. Indeks FTSE London juga turun hingga 3,43% dan DAX Jerman 3,4%. Ini mengindikasikan pelaku pasar global menghindari aset beresiko menyusul memburuknya data-data ekonomi AS dan krisis utang di Eropa yang butuh waktu penyelesaiannya.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah telah turun 7,6% di level USD86,63/barrel. Anjloknya pasar saham dan sejumlah harga komoditas energi dan tambang logam akan berpengaruh buruk bagi perdagangan saham hari ini. Kemarin IHSG ditutup turun 14 poin di level 4122,086.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasar saham Indonesia relatif lebih defensif dalam sepekan terakhir. Namun aksi jual investor asing perlu diwaspadai karena ke depannya akan berdampak buruk bagi pergerakan indeks. Kemarin asing kembali mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.565 miliar.

Dalam dua hari perdagangan terakhir asing telah melakukan penjualan bersih Rp.1,1 triliun. Investor ritel disarankan melakukan pola trading menyikapi tren pasar yang berbalik arah ke bearish, meskipun masih bersifat minor. Memelihara posisi cash yang sehat sangat dianjurkan dengan mengurangi portofolio yang ada.

Hari ini kami perkirakan pada pembukaan pagi akan terjadi aksi jual yang massif melihat indeks utama bursa Asia pagi ini juga dibuka turun di atas 4% seperti indeks Nikkei Jepang. Namun beberapa saham yang kuat dari sisi laba dengan mengandalkan penjualan pada pasar domestik bisa dilakukan pembelian pada level support kuatnya, seperti ASII, UNVR, GGRM, INDF, dan TLKM.

Untuk investor memiliki horizone investasi yang lebih panjang, kondisi panic selling bisa dimanfaatkan mengakumulasi saham-saham unggulan pada harga yang relatif murah mengingat kondisi fundamental emiten-emiten tersebut yang tetap kuat.

Secara technical setelah terbentuk pola candle reversal bearish harami tiga hari yang lalu, IHSG tidak pernah membuat white candle, bahkan terbentuk pola seperti three black crows. Meskipun indeks masih berada di atas seluruh MA, tapi pola candle diatas mengindikasikan trend sudah berubah menjadi bearish. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang yang lebar dengan support indeks akan bergeser ke posisi 4000 dan resisten akan 4130.

Perhatikan :
TLKM 7500-8000 Sell
BUMI 3000-3200 Stop loss di 3100
CPIN 2400-3000 Sell
AKRA 2850-3100 Buy on Weakness
ICBP 5700-6000 Speculative Buy
PGAS 3550-3900 Maintain Buy untuk jangka menengah & panjang
SMGR 9100–9600 Hold

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads