Minyak light sweet sendiri diperdagangkan di level US$84 per barel, ikut terkena dampak penurunan credit rating pada negara pengkonsumsi energi terbesar dunia tersebut.
IHSG pada Jumat lalu (5/8) ditutup turun 200 point (-4.86%) ke level 3,921.64, mengikuti sejumlah bursa global yang juga ditutup turun, menyusul sentimen negatif dari bursa AS dan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, pada perdagangan Jumat (5/8), setelah break dari garis support channel-nya IHSG kembali bergerak terkoreksi dengan dengan candlestick yang membentuk pola Bearish Marubozu yang menandakan besarnya tekanan jual sedangkan dari pergerakan indikator masih belum menunjukkan sinyal reversal.
Pada perdagangan hari ini (8/8), diperkirakan IHSG akan bergerak pada range 3,842-3,955 dengan kecenderungan masih akan melanjutkan koreksinya. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDF dan BMRI.
News & Analysis
- ELTY : Bakrieland Jual Lahan Rp500 M
- IMAS : Tritunggal Perbesar Kepemilikan Saham di IMAS
- TBLA : Tunas Baru Incar laba Rp600 miliar
Economic & Strategy
- Economy: Ekonomi AS Terganggu, Ekspor RI Ikut Goyah
- Economy: Utang Amerika Capai 100% PDB.











































