Indosurya: Pelemahan IHSG Masih Berlanjut

Indosurya: Pelemahan IHSG Masih Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2011 08:33 WIB
Jakarta - IHSG melemah 71,37 poin (1,82%) di level 3.850,27. Total volume perdagangan BEI mencapai 9,83 miliar unit saham dengan nilai total Rp 9,47 triliun. Sebanyak 57 saham naik, 239 saham turun, dan 55 saham stagnan. LQ-45 turun 1,64% ke level 681,95 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,48% ke level 530,01.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak melemah diawali pada indeks aneka industri yang turun 3,10% ke level 1.187,82; indeks perdagangan turun 2,74% ke level 522,99; indeks pertambangan turun 2,66% ke level 3.029,11; indeks keuangan turun 1,70% ke level 513,43; indeks manufaktur turun 1,69% ke level 922,75; indeks properti turun 1,56% ke level 218,26; indeks konsumer turun 1,41% ke level 1.236,24; indeks infrastruktur turun 1,09% ke level 730; indeks perkebunan turun 1,05% ke level 2.252,61; dan indeks industri dasar turun 0,28% ke level 386,44. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 1,14 triliun dengan total pembelian asing Rp 2,04 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,18 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 850 ke Rp 29.000; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.300; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 650 ke Rp 15.250; Mayora Indah naik Rp 500 ke level Rp 15.250; Ace Hardware Indonesia naik Rp 300 ke level Rp 3.400; Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 300 ke level Rp 10.000; Semen Gresik naik Rp 250 ke level Rp 9.150; Lippo Cikarang naik Rp 160 ke level Rp 1.330; dan Inovisi Infracom (INVS) naik Rp 150 ke level Rp 8.550.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi jual masih melanda saham-saham di BEI. IHSG pun belum beranjak dari zona negatif. Namun demikian, penurunan kemarin bisa tertahan oleh akumulasi beberapa saham yang sudah dinilai oversold. Saham-saham yang menempati urutan Top Gainer mulai banyak bermunculan dibandingkan sebelumnya. Secara psikologis, penurunan rating AS membuat investor khawatir mengingat AS dianggap sebagai ekonomi dunia No. 1. Bila ekonomi No. 1 goyah maka bisa berimbas ke negara-negara lain, terutama yang memiliki eksposur risiko ke AS melalui kepemilikan surat utang AS. Dan penurunan itulah yang berimbas ke bursa saham dalam negeri. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.920,82 (level tertingginya) menjelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 3.714,92 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.850,27. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.533/US$ dari sebelumnya di Rp 8.538/US$ yang dipengaruhi aksi ECB yang terlihat membeli obligasi Italia dan Spanyol. Tindakan ECB itu cukup menenangkan pasar yang sebelumnya juga cemas dengan kondisi di Eropa dan pascapemangkasan peringkat kredit AS oleh S&P ke level AA+ dari level AAA. Padahal sebelumnya, investor masih cemas terhadap kepastian bahwa Eropa tidak mau membantu Italia dan Spanyol. Tetapi, dengan aksi pembelian obligasi Italia dan Spanyol senilai € 20-25 juta (US$35 juta) bisa meredam kekhawatiran tersebut.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh yang dipengaruhi oleh keberlanjutan aksi jual yang dilakukan investor seiring aksi S&P menurunkan peringkat kredit AS sehingga makin menambah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global. Kalangan pelaku pasar menilai dibutuhkan upaya lain secara global yang dikoordinasi oleh bank sentral dan regulator untuk meredakan kekhawatiran akan dampak ketidakpastian yang berkepanjangan. Di sisi lain, koreksi indeks Asia-Pasifik berkurang setelah ECB mengatakan akan membeli obligasi pemerintah Italia dan Spanyol meski juru bicara ECB masih menolak memberikan komentar. Beberapa saham perbankan mulai rebound setelah negara G7 berjanji mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan serta sepakat menyuntikkan likuiditas dan mengintervensi mata uang jika perlu. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Bank Lending (YoY) Jepang di level -0,5% dari sebelumnya -0,6%; Economy Watchers Current Index Jepang di level 52,6 dari sebelumnya 49,6; dan Trade Balance Taiwan di level US$ 3,34 milyar dar i sebelumnya US$ 1,37 miliar.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah yang dipengaruhi oleh masih adanya kekhawatiran investor terhadap dampak dari penurunan peringkat utang AS. Padahal di awal pembukaan, bursa saham Eropa sempat menguat seiring kebijakan ECB yang akan memberlakukan program pembelian surat utang Italia dan Spanyol. Di sisi lain, penguatan Swiss franc yang berturut-turut telah melemahkan indeks sahamnya. Ini merupakan kerugian terpanjang sejak 1988. Indeks bursa Yunani pun juga sama terkoreksi di bawah level 1.000 setelah ECB memutuskan membeli surat utang Spanyol dan Italia. Sejumlah pengamat memperingatkan pasar tetap akan bergejolak dalam beberapa minggu ke depan meski kelompok negara maju G7 dan ECB berjanji akan mendukung stabilitas keuangan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Unemployment rate Swiss tetap di level 3% dan Investor Confidence Eropa di level -13,5 dari sebelumnya 5,3.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah kecuali bursa saham Panama yang dipicu oleh imbas penurunan peringkat utang AS. Selain itu, S&P juga memangkas peringkat surat utang Freddie Mac dan Fannie Mae sebesar 1 notch dari AAA menjadi AA+. Akibatnya investor kembali memburu emas sebagai safe heaven yang mengakibatkan harganya naik hingga menyentuh level US$ 1.700-an per barrel. Di pasar beredar persepsi, AS tidak dapat menyelesaikan masalah utang dan mengatasi pertumbuhan ekonomi melambat. Dan itulah yang membuat pasar masih melakukan aksi jual. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (MoM) Chile di level 0,1% dari sebelumnya 0,2% dan CPI (YoY) Kolumbia di level 3,4% dari sebelumnya 3,2%.

Pada perdagangan Senin (8/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.622-3.736 dan resistance 3.942-4.014. IHSG masih melanjutkan pelemahannya namun, tidak sedalam sebelumnya. IHSG membentuk candle negative hammer di posisi bawah. Posisi candle telah menyentuh lower bollinger bands. MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menyentuh area oversold dan mencoba untuk reversal. Penurunan yang terjadi kemarin secara tidak langsung memperlihatkan adanya upaya untuk reversal meski belum terlalu kuat. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk mulai kembali mengakumulasi saham-saham pilihan. Asing pun diperkirakan juga mulai masuk untuk ambil harga saham di bawah. Cermati data-data dari China yang diperkirakan akan dirilis hari ini.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads