Dow Jones Industrial Average, Wall Street turun tajam dimana indeks DJIA turun 5.55% menjadi 10.809,85 setelah S&P menurunkan Credit Rating hanya 1 notch Jumat lalu & kekhawatiran mengenai perkembangan ekonomi AS. Penurunan indeks dimotori kejatuhan saham sektor Keuangan, Energi dan Materials seperti: saham Bank of Amerika turun sangat tajam -20.32% (setelah juga didowngrade analyst kenamaan Mike Mayo menjadi "Underperform" dari "Outperform") & Alcoa turun -11.42%, dan ditutup dibawah level psikologis 11.000, penurunan index terbesar dalam 1 hari perdagangan sejak 1 Des 2008 di mana kejatuhan DJIA diikuti naiknya Indek Ketakutan Pasar, The CBOE Volatility Index, melonjak +50% dan ditutup pada level 48, tertinggi sejak Maret 2009.
IHSG telah memasuki area jenuh jual sehingga risiko IHSG untuk dimasuki menjadi relatif kecil dibanding seminggu terakhir perdagangan, namun faktor regional saat ini masih menjadi penentu terbesar pergerakan IHSG kedepannya. Dilihat dari sisi volume, volume perdagangan kemarin relatif sama besar dibanding volume hari sebelumnya. Asing mencatatkan transaksi net selling sekitar Rp1,1 triliun, sehingga YTD posisi net buying asing kembali turun menjadi sekitar Rp11,1 triliun. Pagi ini indeks regional Asia melemah, HSI turun 6,25%, Nikkei melemah 4,29% dan Kospi negatif 5,03%, berdasarkan data-data diatas kami memperkirakan IHSG akan melemah pada perdagangan hari ini. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 3.821 dan 3.795 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 3.888 dan 3.908.
(ang/ang)











































