First Asia Capital: Bursa Global Hambat Minat Beli

First Asia Capital: Bursa Global Hambat Minat Beli

First Asia Capital - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2011 09:41 WIB
First Asia Capital: Bursa Global Hambat Minat Beli
Jakarta - Penurunan peringkat utang AS oleh S&P telah menggoncang pasar saham dunia, tidak terkecuali pasar Indonesia, pada perdagangan kemarin. IHSG pada sesi pertama perdagangan sempat anjlok hingga 206 poin atau 5,27%.

Namun pada sesi dua pelaku pasar melakukan aksi beli balik sehingga IHSG berhasil ditutup di batas level support di 3850,266 atau melemah 71,377 poin (1,82%). Hampir seluruh saham sektoral harganya mengalami tekanan jual, hanya beberapa saham terlihat defensif dan mulai rebound ditutup di teritori positif seperti saham emiten sektor semen, infrastuktur, konsumsi, dan utilitas.

Tekanan jual di pasar saham kemarin terutama dimotori investor asing yang kembali mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp.1,14 triliun. Sedangkan nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat hingga Rp.8,88 triliun, di atas rata-rata harian pekan lalu yang mencapai Rp.6,2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan peringkat utang AS menjadi β€˜AA+’ dengan outlook negatif telah mengikis sebagian keuntungan investor sepekan terakhir, yang tercermin dari penurunan nilai market kapitalisasi pasar dalam tiga hari terakhir perdagangan hingga Rp.249 triliun atau 6,7%.

Secara technical, IHSG kemarin berhasil ditutup di atas level retracement 23,6% atau di atas support 3780-3790. Hari ini perdagangan saham diperkirakan masih berpeluang melanjutkan koreksinya, meskipun akan dibayangi dengan aksi beli selektif ketika harga terkoreksi dalam.

Sentimen pasar masih diliputi dampak penurunan peringkat utang AS oleh S&P pekan lalu. Tadi malam di Wall Street kembali dilanda aksi panic selling, indeks DJIA terkoreksi 5,55% ke posisi 10809,85 dan indeks S&P 500 turun 6,66% ke posisi 1119,46.

Ini merupakan penurunan terbesar sejak Desember 2008. Harga minyak kembali tertekan hingga di USD81,31/barrel. Sedangkan harga emas meroket mencapai USD1710/t.oz. Investor mengejar aset yang bebas resiko seperti emas dan obligasi menyusul resiko pasar yang meningkat.

Perkembangan bursa global tersebut akan kembali menahan minat pembelian di pasar saham hari ini. Akibatnya IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang lebar dan kembali menghadapi tekanan jual.

Level support IHSG yang paling dekat berada di 3780 dan apabila ini tertembus maka akan tahanan berikutnya ada di 3710. Mengingat masih tingginya resiko pasar, investor jangka pendek disarankan melakukan pola trading dengan memanfaatkan koreksi yang terjadi untuk melakukan trading buy.

Sejumlah saham unggulan yang berkinerja positif seperti sektor otomotif, konsumsi, infrastruktur dan pendukungnya dan perbankan bisa menjadi pilihan buat jangka menengah dan panjang.

Perhatikan :
BUMI 2600-2925 Buy
JSMR 3575-3975 Buy on Weakness
BMRI 6900-7450 Buy on Weakness
SMGR 8800-9600 Buy
GIAA 455-500 Buy
ENRG-W 52-69 Buy on Weakness
ENRG 190-215 Buy
SMCB 1860-2000 Buy on Weakness
PGAS 3000–3575 Buy on Weakness

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads