Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 5,68% ke level 1.234,42; indeks pertambangan naik 4,92% ke level 3.026,10; indeks properti naik 4,51% ke level 222,85; indeks manufaktur naik 4,17% ke level 935,80; indeks konsumer naik 3,88% ke level 1.241,27; indeks keuangan naik 3,33% ke level 514,99; indeks perdagangan naik 3,01% ke level 523,53; indeks industri dasar naik 2,66% ke level 385,52; indeks perkebunan naik 1,68% ke level 2.228,02; dan indeks infrastruktur naik 0,91% ke level 719,32. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 208,35 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,27 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,48 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 3.700 ke Rp 67.800; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 125.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 2.100 ke Rp 31.000; Indotambang Raya Megah (ITMG) naik Rp 2.050 ke level Rp 44.850; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.200 ke level Rp 24.400; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 1.050 ke level Rp 11.350; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke level Rp 50.950; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 800 ke level Rp 15.800; dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 650 ke level Rp 11.700.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.530/US$ dari sebelumnya di Rp 8.555/US$ yang dipengaruhi oleh komitmen The Fed untuk melonggarkan moneternya hingga 2013. Tapi, hal tersebut sekaligus menunjukan pelemahan ekonomi AS. The Fed memberikan isyarat bahwa bank sentral akan tetap menjalankan kebijakan moneter longgarnya hingga pertengahan 2013. Meskipun The Fed berkomitmen untuk melonggarkan moneternya hingga 2013 namun, pasar tidak melihat sinyal akan diberlakukannya Quantitative Easing (QE) ke-3. Sebab, 3 anggota dewan gubernur The Fed menolak pelonggaran itu. Padahal sebelumnya tidak terjadi penolakan.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat yang dipengaruhi oleh positifnya bursa saham AS setelah The Fed menyatakan untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya di level 0,25% kira-kira hingga pertengahan 2013. Penguatan bursa saham Asia dipimpin saham komoditas, bank dan eksportir. Pernyataan FOMC meyakinkan pasar bahwa Fed akan tetap terlibat dan menjaga suku bunga di tingkat sangat rendah untuk 2 tahun ke depan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Industry Activity Index (MoM) Jepang di level 1,90% dari sebelumnya 0,80%; Unemployment rate KorSel tetap di level 3,3%; GDP Singapura di level 0,9% dar i sebelumnya 9,3%; dan Trade Balance China di level US$ 31,5 miliar dari sebelumnya US$ 22,3 miliar.
Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali Iceland yang dipengaruhi oleh masih adanya kekhawatiran investor terhadap pemulihan ekonomi. Pernyataan The Fed yang mempertahankan suku bunga rendahnya di respon positif investor sesaat karena hal itu masih menunjukkan pelemahan ekonomi AS. Selain itu, adanya kerusuhan di wilayah Inggris turut mempengaruhi pergerakan bursa saham Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (MoM) Jerman tetap di level 0,4%; dan Industrial Production (MoM) Perancis di level -1,6% dari sebelumnya 1,9%.
Bursa kawasan Amerika bergerak melemah yang dipicu oleh kekhawatiran yang kembali melanda investor karena krisis utang Eropa yang mempengaruhi bank di Perancis serta diperkirakan juga bisa merembet ke sektor keuangan AS. Kekhawatiran terhadap pemberi pinjaman di Perancis memicu aksi jual saham bank di Eropa dan AS sehingga membuat saham perbankan turun. Data ekonomi yang dirilis, yaitu MBA Mortgage Applications di level 21,7% dari sebelumnya 7,10%; Wholesale Investories (MoM) di level 0,6%% dari sebelumnya 1,7%; dan Federal Budget Balance di level US$ -129,4 miliar dari sebelumnya US$ -43,10 miliar.
Pada perdagangan Kamis (10/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.680-3.771 dan resistance 3.919-3.975. IHSG masih berpeluang untuk mengalami rebound melanjutkan penguatan sebelumnya yang sudah mendekati oversold . IHSG membentuk semi candle white marubozu. Posisi c andle masih berada di sekitar lower bollinger bands. MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area oversold . Meski ada potensi penguatan namun, diperkirakan tertahan oleh imbas penurunan bursa Eropa dan AS semalam yang kembali ditutup negatif.
(qom/qom)











































