Indosurya: IHSG Kena Imbas Bursa Eropa dan AS

Indosurya: IHSG Kena Imbas Bursa Eropa dan AS

- detikFinance
Kamis, 11 Agu 2011 08:37 WIB
Jakarta - IHSG menguat 128,46 poin (2,99%) di level 3.863,58. Total volume perdagangan BEI mencapai 8 miliar unit saham dengan nilai total Rp 7,58 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 24 saham turun, dan 47 saham stagnan. LQ-45 naik 3,74% ke level 685,25 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,30% ke level 532,20.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 5,68% ke level 1.234,42; indeks pertambangan naik 4,92% ke level 3.026,10; indeks properti naik 4,51% ke level 222,85; indeks manufaktur naik 4,17% ke level 935,80; indeks konsumer naik 3,88% ke level 1.241,27; indeks keuangan naik 3,33% ke level 514,99; indeks perdagangan naik 3,01% ke level 523,53; indeks industri dasar naik 2,66% ke level 385,52; indeks perkebunan naik 1,68% ke level 2.228,02; dan indeks infrastruktur naik 0,91% ke level 719,32. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 208,35 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,27 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,48 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 3.700 ke Rp 67.800; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 125.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 2.100 ke Rp 31.000; Indotambang Raya Megah (ITMG) naik Rp 2.050 ke level Rp 44.850; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.200 ke level Rp 24.400; Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 1.050 ke level Rp 11.350; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke level Rp 50.950; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 800 ke level Rp 15.800; dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 650 ke level Rp 11.700.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG akhirnya masuk ke teritori positif. Aksi bargain hunting terhadap saham-saham yang sudah kelewat oversold membuat harga-harga saham merambat naik. Bursa asia pasifik yang menghijau turut mempengaruhi laju pergerakan IHSG. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.883,55 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.736,04 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.863,58. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.530/US$ dari sebelumnya di Rp 8.555/US$ yang dipengaruhi oleh komitmen The Fed untuk melonggarkan moneternya hingga 2013. Tapi, hal tersebut sekaligus menunjukan pelemahan ekonomi AS. The Fed memberikan isyarat bahwa bank sentral akan tetap menjalankan kebijakan moneter longgarnya hingga pertengahan 2013. Meskipun The Fed berkomitmen untuk melonggarkan moneternya hingga 2013 namun, pasar tidak melihat sinyal akan diberlakukannya Quantitative Easing (QE) ke-3. Sebab, 3 anggota dewan gubernur The Fed menolak pelonggaran itu. Padahal sebelumnya tidak terjadi penolakan.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat yang dipengaruhi oleh positifnya bursa saham AS setelah The Fed menyatakan untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya di level 0,25% kira-kira hingga pertengahan 2013. Penguatan bursa saham Asia dipimpin saham komoditas, bank dan eksportir. Pernyataan FOMC meyakinkan pasar bahwa Fed akan tetap terlibat dan menjaga suku bunga di tingkat sangat rendah untuk 2 tahun ke depan. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Industry Activity Index (MoM) Jepang di level 1,90% dari sebelumnya 0,80%; Unemployment rate KorSel tetap di level 3,3%; GDP Singapura di level 0,9% dar i sebelumnya 9,3%; dan Trade Balance China di level US$ 31,5 miliar dari sebelumnya US$ 22,3 miliar.

Bursa saham Eropa mayoritas melemah kecuali Iceland yang dipengaruhi oleh masih adanya kekhawatiran investor terhadap pemulihan ekonomi. Pernyataan The Fed yang mempertahankan suku bunga rendahnya di respon positif investor sesaat karena hal itu masih menunjukkan pelemahan ekonomi AS. Selain itu, adanya kerusuhan di wilayah Inggris turut mempengaruhi pergerakan bursa saham Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu CPI (MoM) Jerman tetap di level 0,4%; dan Industrial Production (MoM) Perancis di level -1,6% dari sebelumnya 1,9%.

Bursa kawasan Amerika bergerak melemah yang dipicu oleh kekhawatiran yang kembali melanda investor karena krisis utang Eropa yang mempengaruhi bank di Perancis serta diperkirakan juga bisa merembet ke sektor keuangan AS. Kekhawatiran terhadap pemberi pinjaman di Perancis memicu aksi jual saham bank di Eropa dan AS sehingga membuat saham perbankan turun. Data ekonomi yang dirilis, yaitu MBA Mortgage Applications di level 21,7% dari sebelumnya 7,10%; Wholesale Investories (MoM) di level 0,6%% dari sebelumnya 1,7%; dan Federal Budget Balance di level US$ -129,4 miliar dari sebelumnya US$ -43,10 miliar.

Pada perdagangan Kamis (10/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.680-3.771 dan resistance 3.919-3.975. IHSG masih berpeluang untuk mengalami rebound melanjutkan penguatan sebelumnya yang sudah mendekati oversold . IHSG membentuk semi candle white marubozu. Posisi c andle masih berada di sekitar lower bollinger bands. MACD bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dari area oversold . Meski ada potensi penguatan namun, diperkirakan tertahan oleh imbas penurunan bursa Eropa dan AS semalam yang kembali ditutup negatif.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads