Millenium Danatama: IHSG Berpeluang Menguat

Millenium Danatama: IHSG Berpeluang Menguat

- detikFinance
Jumat, 12 Agu 2011 07:40 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdangan kemarin (11/8) berhasil ditutup menguat tipis sebesar 5,79 poin (0,15%) di level 3859,36. Indeks LQ 45 juga naik 1,05 poin (0,15%) di level 686,29. Volume transaksi masih cukup besar mencapai 7,4 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,4 triliun. Tekanan jual masih terjadi, dimana investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang mencapai Rp 686,63 miliar.

Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin masih cenderung dalam tren penurunan, sehubungan dengan masih tingginya ketikpastian global, khususnya adanya kabar yang menyatakan bahwa Prancis juga akan mengalami pemangkasan rating, seperti yang sudah dialami oleh AS. Oleh sebab, itu IHSG pada sesi II perdagangan kemarin cenderung melemah, tetapi pada akhir sesi perdagangan aksi beli mulai terjadi, sehingga membuat Indeks akhirnya ditutup menguat tipis. Kontribusi kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin ditopang oleh sektor Komsumsi, Infrastruktur, dan Property. Sedangkan Sektor pertambangan, Keuangan, dan Basic Industri cenderung melemah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah kemarin kembali mengalami depreasiasi sebesar 11 poin di level Rp 8545/US. Investor asing yang masih cenderung melakukan aksi jual baik di pasar saham, pasar obligasi, dan pasar uang membuat nilai tukar rupiah cenderung melemah. Bahkan, Bank Indonesia mencatat sepanjang satu minggu terakhir, cadangan devisa berkurang hampir $ 500 juta, sehubungan dengan dana asing yang keluar dari pasar saham dan pasar obligasi, setelah adanya pemangkasan rating AS. Namun, secara umum pergerakan nilai tukar rupiah, masih terbilang stabil dan sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Untuk mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia telah membuat suatu scenario kebijakan dengan membeli surat utang pemerintah di pasar sekunder denominasi rupiah dengan menggunakan dollar dari cadangan devisa yang dimiliki Indonesia yang saat ini mencapai $ 120 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Indeks dikawasan regional pada perdagangan kemarin ditutup berfluktutif. Indeks Shanghai naik 32,33 poin (1,27%) di level 2581,51. Indeks Han Seng turun 188,53 poin (1,27%) di level 19595,14. Indeks Kospi 11 naik 11,20 poin (0,62%) di level 1817,44. Indeks Nikkei-225 turun 56,80 poin (0,63%) di level 8981,94. Indeks Strait Times turun 24,87 poin (0,88%) di level 2796,22.

Sedangkan indeks di bursa Eropa kemarin kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan, setelah tidak terjadinya penurunan rating utang Prancis seperti yang dikuatirkan selama ini. Kebijakan dari Bank Sentral Uni Eropa (ECB) yang mengintervensi pasar dengan melakukan pembelian terhadap surat utang pemerintah Spanyol dan Italia juga memberikan sentimen positif yang memberi sinyal bahwa pemerintah Uni Eropa dan Bank Sentral akan terus menjaga pasar keuangan tidak mengalami pelemahan. Kondisi kesehatan perbankan di Prancis juga saat ini masih terbilang cukup baik, dimana selama ini dikuatirkan adanya tekanan terhadap kesehatan perbankan di Prancis. Indeks FTSE naik 155,67 poin (3,11%) di level 5162,83. Indeks DAX naik 184,24 poin (3,28%) di level 5797,66. Indeks CAC 40 86,,67 poin (2,98%) di level 3089,66

Sentimen positif dari bursa Eropa membuat indeks di bursa AS tadi malam kembali rebound, walaupun resiko pelemahan juga masih akan terjadi. Bursa tenaga kerja AS yang diperkirakan bahwa terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar pada bulan agustus ini dibandingkan dengan bulan sebelum juga menjadi sentimen positif juga terhadap kenaikan indeks. Saham-saham teknologi cenderung mengalami kenaikan. Indeks Dow Jones naik 423,37 poin (3,95%) di level 11143,31. Indeks Nasdaq naik 111,63 poin (4,69%) di level 2492,68. Indeks S&P 500 naik 51,88 poin (4,63%) di level 1172,64.

Sentimen positif dari kenaikan indeks di bursa AS dan Uni Eropa membuat harga minyak kembali naik, setelah dalam beberapa minggu terakhir cenderung bergerak fluktuatif dengan tren melemah. Harga Minyak mentah jenis brent naik 1,29 % di level $ 108,08/barel dan harga Minyak mentah jenis WTI naik 3,41 % di level $ 85,72/barel. Demikian juga dengan harga komoditas juga terimbas mengalami kenaikan. Sedangkan harga Emas turun 1,84 % di level $ 1751,50/troy ons dan harga Perak turun 1,67 % di level $ 36,70/troy ons, dimana ini adalah suatu hal yang wajar, mengingat kenaikan harga emas yang sudah cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan berpotensi menguat, sehubungan adanya sentimen positif dari bursa AS dan Uni Eropa. Indeks hari ini diperkirakan berpeluang bergerak di rentang 3832-3920. Saham-saham unggulan berpeluang kembali rebound pada perdangan hari ini, seperti saham ASII, BMRI, BBRI, INDF, ADRO, BUMI, dan UNTR. Ruang kenaikan IHSG hari ini masih cukup besar, mengingat area IHSG saat ini masih berada di area oversold dan beberapa saham sudah berada dalam nilai wajarnya.

Walaupun demikian, kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat investor juga perlu waspada, karena tekanan jual juga masih berpotensi terjadi, khususnya dari investor asing, dimana dalam tiga hari terakhir, investor asing masih cenderung melakukan aksi jual yang sudah mencapai hampir Rp 1 triliun. Kondisi di AS dan Uni Eropa saat ini masih cukup beresiko. Tetapi, kondisi Fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 6,5 %, inflasi yang masih cukup terkendali, dan tingkat suku bunga yang cukup menarik menjadi faktor yang menjadi daya tarik.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads