Indosurya: IHSG Raih Momentum Penguatan

Indosurya: IHSG Raih Momentum Penguatan

- detikFinance
Senin, 15 Agu 2011 07:48 WIB
Jakarta - IHSG menguat 21,16 poin (0,55%) di level 3.890,53. Total volume perdagangan BEI mencapai 6,63 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,37 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 70 saham turun, dan 84 saham stagnan. LQ-45 naik 0,48% ke level 689,60 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,12% ke level 536,38.

Indeks sektoral saham bergerak menguat diawali pada indeks perkebunan yang naik 1,51% ke level 2.264,77; indeks konsumer naik 1,02% ke level 1.289,54; indeks keuangan naik 0,87% ke level 512,68; indeks industri dasar naik 0,83% ke level 384,27; indeks manufaktur naik 0,56% ke level 948,29; indeks pertambangan naik 0,35% ke level 3.020,46; indeks properti naik 0,31% ke level 226,42; indeks infrastruktur naik 0,24% ke level 733,21; dan indeks perdagangan naik 0,06% ke level 527,24; Sementara pelemahan pada indeks aneka industri turun 0,20% ke level 1.229,06. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 336,64 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,74 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,07 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 54.950; Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 1.500 ke Rp 126.500; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 44.500; Modern Internasional (MDRN) naik Rp 275 ke level Rp 2.900; Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 250 ke level Rp 7.650; Bank Danamon (BDMN) naik Rp 250 ke level Rp 5.350; Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 175 ke level Rp 3.575; Sinarmas Multiartha (SMMA) naik Rp 175 ke level Rp 3.725; dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 175 ke level Rp 4.450.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG menutup akhir pekan dengan mendarat di area positif. Penguatan ini terpengaruh positifnya penutupan bursa saham AS dan Eropa setelah AS melaporkan pengurangan klaim pengangguran AS dari 402.000 menjadi 395.000. Meskipun demikian, data-data ekonomi lainnya (Trade Balance dan Consumer Confidence ) justru melemah. Selain itu, penegasan dari lembaga pemeringkat yang mengatakan bahwa rating Perancis masih tetap di level AAA turut menenangkan pasar. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.926,55 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.864,42 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.890,53. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.541/US$ dari sebelumnya di Rp 8.545/US$ yang dipengaruhi oleh mulai stabilnya kondisi pasar. Kepanikan pasar mulai mereda setelah data klaim pengangguran AS mengalami penurunan sebanyak 7.000. Selain itu, adanya larangan melakuan short selling di beberapa negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Belgia dan Perancis turut menenangkan pasar. Apresiasi Rupiah juga dipengaruhi aksi Bank Sentral Swiss yang memberikan isyarat kemungkinan untuk mematok nilai tukar Euro terhadap Swiss Frank sehingga bisa menjaga nilai Euro dari kejatuhan.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dengan pelemahan pada bursa saham KorSel, Jepang, India, dan Vietnam yang dipengaruhi oleh penurunan saham teknologi dan elektronik. Indikator saham Jepang melemah setelah pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 0,5% dari 1,5% karena terhalang gempa sebelumnya yang mengganggu output dan belanja konsumen. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Industrial Production (MoM) Jepang di level 3,80% dari sebelumnya 3,90%; Industrial Production (YoY) India di level 8,70% dari sebelumnya 5,90%; dan GDP Hong Kong (QoQ) di level -0,5% dar i sebelumnya 3,10%.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat yang dipengaruhi oleh pernyataan para lembaga pemeringkat yang masih mempertahankan rating AAA untuk Perancis dan menepis adanya wacana bahwa Perancis akan di downgrade . Apalagi sebelumnya CEO Societe Generale menolak rumor mengenai kesulitan yang dialami perusahaannya dan menyalahkan spekulasi Prancis berpotensi kehilangan rating AAA. Selain itu, adanya larangan praktik short selling di Perancis, Italia, Spanyol, dan Belgia untuk meredam aksi spekulan dan turunnya data klaim pengangguran AS berhasil menenangkan pasar. Data ekonomi yang dirilis, yaitu GDP (QoQ) Perancis di level 0% dari sebelumnya 0,9%; CPI (MoM) Perancis di level -0,4% dari sebelumnya 0,1%; Non-Farm Payrolls (QoQ) Perancis di level 0,4% dari perkiraan 0,2%; dan Industrial Production (MoM) Eropa di level -0,7% dari sebelumnya 0,2%.

Bursa kawasan Amerika bergerak menguat kecuali bursa saham Meksiko dan Panama yang dipicu oleh kenaikan data penjualan ritel sebesar 0,5% dari sebelumnya 0,3% sehingga mampu menghalau kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi. Pemerintah mengatakan konsumsi publik mengalami kenaikan untuk mobil, furniture dan bensin pada bulan Juli lalu yang mendorong penjualan ritel yang tertinggi selama empat bulan terakhir. Namun demikian, sektor perbankan masih tercatat turun. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Michigan Consumer Sentiment Index di level 54,90 dari sebelumnya 63,70 dan Business Inventories (MoM) di level 0,3%% dari sebelumnya 0,9%.

Pada perdagangan Senin (15/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.831-3.861 dan resistance 3.923-3.956. IHSG membentuk shooting star dimana sebelumnya membentuk hammer . Posisi c andle perlahan mulai meninggalkan lower bollinger bands . MACD tertahan penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mencoba bergerak naik menjauhi area oversold . IHSG mencoba memanfaatkan momentum penguatan bursa saham Eropa dan AS untuk kembali melanjutkan penguatannya.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads