Millenium Danatama IAM: Kenaikan IHSG Masih akan Berlanjut

Millenium Danatama IAM: Kenaikan IHSG Masih akan Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 16 Agu 2011 06:34 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (15/8) menguat cukup signifikan sehubungan dengan sentimen positif dari bursa global. IHSG kemarin naik sebesar 69,50 poin (1,79%) di level 3960,02. Indeks LQ-45 juga naik 12,83 (1,86%) di level 702,43. Volume transaksi mencapai 5,6 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp 4,7 triliun. Investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 1 miliar, dimana nilai ini terus berkurang jika dibandingkan dengan pekan lalu yang mencapai total sebesar Rp 3,3 triliun.

Indeks sektoral juga hampir semua menguat, dimana sektor aneka Industri, sektor industri dasar, dan manufatur mengalami kenaikan terbesar masing-masing 3,75 %, 3,3%, dan 2,34%. Sementara, nilai tukar rupiah kemarin relatif bergerak flat di level Rp 8541/$.

Kenaikan IHSG juga terimbas dari kenaikan indeks di bursa regional, seperti Indeks Shanghai naik 33,60 poin (1,3%) di level 2626,77. Indeks Han Seng naik 640,90 poin (3,26%) di level 20260,10. Indeks Nikkei naik 122,69 (1,37%) di level 9086,41. Indeks Strait Times naik 21,93 (0,77%) di level 2872,52.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan IHSG dan beberapa indeks di kawasan regional kemarin selain sentimen dari bursa AS dan Eropa yang naik diakhir pekan kemarin, juga terimbas dari pengumuman pertumbuhan ekonomi Jepang, dimana pada kuartal II/2011, pertumbuhan ekonomi Jepang sebesar -1,3 % jauh diatas estimasi sebelumnya sebesar -2,5 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Jepang terus mengalami pemulihan yang cukup signifikan pasca tragedi Tsunami dan Krisis Nuklir dan tidak seburuk yang dibayangkan. Walupun, jika dilihat Indeks Nikkei sudah dapat dikatakan mengalami koreksi yang cukup besar.

Diperkirakan sampai dengan akhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi Jepang masih akan melambat, sehubungan dengan proses recovery yang masih terus berjalan, daya beli yang masih lemah, dan kondisi deflasi yang masih terus berlanjut. Tetapi, kinerja ekspor Jepang diperkirakan masih akan tumbuh sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Jepang. Oleh sebab itu, untuk mengurangi tekanan terhadap nilai ekspor Jepang, beberapa minggu yang lalu, Bank Sentral Jepang (BOJ) harus melakukan intervensi yang cukup besar untuk mengatasi apresiasi terhadap nilai tukar Yen, setelah dollar dan euro mengalami pelemahan pasca pemangkasan rating utang AS dan krisis utang yang dialami oleh negara-negara dikawasan Uni Eropa.

Adanya perbaikan pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II/2011 juga terimbas positif terhadap kenaikan indeks di bursa Eropa, disamping mulai berkurangnya tekanan dari masalah utang beberapa negara anggotanya. Saat ini, negara-negara di Uni Eropa secara aktif melakukan reformasi fiskalnya melalui penghematan dan pemotongan anggaran belanja publik, seperti yang dilakukan oleh Italia yang melakukan pemotongan anggaran sebesar 45 miliar euro disertai dengan kenaikan pajak. Penghematan anggaran menjadi syarat yang diberikan oleh Bank sentral Uni Eropa (BOE) agar anggotanya dapat menerima bantuan, dimana minggu lalu BOE harus melakukan buyback terhadap surat utang Italia, spanyol, dan belgia agar tidak terjadi lonjakan yield. Kenaikan indeks di bursa Eropa juga terimbas dari dilarangnya untuk sementara transaksi saham dengan menggunakan mekanisme short sell, dibursa Prancis, Italia, Spanyol, dan Belgia.

Pada penutupan perdangan kemarin beberapa indeks di Eropa menguat, seperti Indeks FTSE naik 30,55 poin (0,75%) di level 5350,58. Indeks DAX naik 24,50 poin (0,41%) di level 6022,24. Indeks CAC 40 naik 24,18 (0,78%) di level 3229,06.

Sedangkan, indeks di bursa AS tadi malam juga kembali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, setelah adanya beberapa aksi korporasi besar yang dilakukan oleh beberapa emiten, seperti merger dan akusisi. Berdasarkan data historis, aksi korporasi berupa merger dan akusisi biasanya akan membawa kenaikan terhadap harga saham, karena akan memicu investor melakukan aksi beli.

Beberapa aksi korporasi emiten yang saat ini sedang berlangsung, seperti pembelian terhadap Motorola Mobility Holding dengan nilai $ 12,5 miliar yang dilakukan Google, inc. Bank of America (BAC) yang akan menjual bisnis kartu kreditnya di Kanada ke TD Bank Group senilai $ 8,6 miliar dan juga akan menutup bisnis kartu kreditnya di Irladia dan Inggris. Selain itu, kebijakan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga di level terendah sebesar 0%-0,25% sampai dengan pertengahan tahun 2013 juga masih menjadi sentimen positif terhadap kenaikan indeks di bursa AS. Indeks Dow Jones naik 213,90 poin (1,90%) di level 11482,90. Indeks S&P 500 naik 25,68 poin (2,18%) di level 1204,49. Indeks Nasdaq naik 47,22 poin (1,88%) di level 2555,20.

Kenaikan indeks di bursa AS dan Eropa juga membawa sentimen positif terhadap kenaikan harga minyak dan komoditas. Harga Minyak mentah jenis Brent nai 1,55 % di level $ 109,70/$ dan harga Minyak mentah jenis WTI naik 2,69% di level $ 87,68/$. Sedangkan, harga komoditas secara umum juga menujukkan kenaikan, seperti gula, kapas, gandum, dan kopi. Harga emas juga naik 1,46 % di level $ 1768/troy ons dan harga perak naik 1,91% di level $ 39,90/troy ons.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan kenaikan, akibat sentimen kenaikan dari bursa global. Di samping itu, kinerja ekonomi Indonesia yang masih cukup baik masih menjadi faktor yang membuat bursa saham Indonesia cukup menarik. Pidato Presiden SBY pagi ini untuk menyampaikan laporan perkembangan APBN-P 2011 beserta nota keuangan APBN 2012 juga akan menjadi perhatian investor.

Hari ini IHSG diperkirakan bergerak di rentang 3910-4010. Saham-saham yang diperkirakan masih akan melanjutkan kenaikan, seperti saham ASII, UNVR, UNTR, BMRI, BBRI, INDF,ADRO, INTP, AKRA dan beberapa saham-saham lapis dua, seperti AUTO, GJTL, KIJA, BKSL.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads