Indeks sektoral saham bergerak menguat diawali pada indeks aneka industri yang naik 3,75% ke level 1.275,17; indeks industri dasar naik 3,30% ke level 396,96; indeks manufaktur naik 2,34% ke level 970,51; indeks properti naik 2,21% ke level 231,41; indeks keuangan naik 2,16% ke level 523,74; indeks perdagangan naik 1,47% ke level 535; indeks pertambangan naik 1,45% ke level 3.064,35; indeks perkebunan naik 1,39% ke level 2.296,31; indeks konsumer naik 0,61% ke level 1.297,44; dan
indeks infrastruktur naik 0,32% ke level 735,60. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 1,31 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,442 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,440 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 2.850 ke Rp 70.000; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 46.500; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 800 ke Rp 15.300; United Tractors (UNTR) naik Rp 550 ke level Rp 24.650; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 500 ke level Rp 21.850; Sinarmas Multiartha (SMMA) naik Rp 475 ke level Rp 4.200; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 450 ke level Rp 30.950; Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 380 ke level Rp 1.930; dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 350 ke level Rp 13.150.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.541/US$ dari sebelumnya di Rp 8.545/US$ yang dipengaruhi oleh kembalinya minat investor terhadap aset-aset berisiko (risk appetite ) yang mulai sedikit pulih jika dibandingkan dengan pekan lalu saat terjadi fluktuasi harga. Rilis data Jepang mengindikasikan kontraksi ekonomi Jepang akibat bencana alam Maret 2011 tidak seburuk yang diduga sebelumnya. Selain itu, Rupiah juga diuntungkan dengan terapresiasinya yuan China, mengindikasikan kebijakan China untuk menekan inflasi domestik dengan cara membiarkan mata uangnya untuk terus terapresiasi terhadap US$.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali bursa saham KorSel, India, dan Pakistan yang dipengaruhi oleh imbas positifnya data penjualan ritel AS dan data ekonomi Jepang yang lebih baik dari estimasi serta harapan positifnya pertemuan petinggi Jerman dan Perancis untuk membahas krisis utang Eropa. Sebelumnya investor sempat hilang kepercayaan terhadap kepemimpinan ekonomi di negara-negara kunci seperti AS dan Eropa plus dengan pemulihan ekonomi yang rapuh. Tetapi, adanya optimisme dari Bank Dunia dimana negara-negara berkembang sekarang menjadi sumber pertumbuhan dan kesempatan membuat kekhawatiran resesi global sedikit mereda. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu GDP (QoQ) Jepang di level -0,3% dari sebelumnya -0,9%; New Motor Vehicle Sales (MoM) Aussie di level 8,6% dari sebelumnya 1,9%; dan Retail Sales (YoY) Singapura di level 10,9% dar i sebelumnya 9,6%.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat yang dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap pemulihan ekonomi. Investor pun terdorong mengakumulasi saham-saham pertambangan seiring kenaikan harga logam. Bursa saham Eropa juga terimbas positif sentimen kenaikan penjualan ritel AS di akhir pekan. Banyak pelaku pasar beranggapan secara teknis, pasar sudah sangat oversold karena sudah banyak melakukan penjualan. Investor Eropa sedang menantikan pertemuan Kanselir Merkel dengan Presiden Sarkozy untuk membahas masalah utang di kawasan Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu House Price Index (MoM) Inggris di level -2,1% dari sebelumnya -1,6%; dan PPI (MoM) Swiss di level -0,7% dari sebelumnya 0,5%.
Bursa kawasan Amerika bergerak menguat yang dipicu oleh kenaikan semua saham unggulan dalam indeks S&P terutama dipimpin sektor energi dan keuangan yang sebelumnya mengalami tekanan jual. Rencana akuisisi Google terhadap saham Motorola senilai US$12,5 miliar direspon positif investor yang menandakan adanya ekspansi perusahaan di tengah upaya pemulihan ekonomi. Akuisisi ini untuk memperkuat pasar perangkat lunak Adroid. Saham Bank of America juga naik setelah menyatakan akan keluar dari bisnis kartu kredit di Kanada dan Eropa. Data ekonomi yang dirilis, yaitu New Motor Vehicle Sales (MoM) Kanada di level 10,8% dari sebelumnya -6,1%; NY Empire State Manufacturing Index di level -7,7 dari sebelumya -3,8; dan Housing Market Index tetap di level 15.
Pada perdagangan Selasa (16/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.867-3.914 dan resistance 3.983-4.006. IHSG membentuk white marubozu dimana sebelumnya membentuk shooting star . Posisi c andle perlahan mulai meninggalkan lower bollinger bands dan mulai mendekati middle bollinger bands. MACD mulai bergerak naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai mencoba bergerak naik menjauhi area oversold . IHSG diperkirakan mengikuti pergerakan positif bursa saham AS dan Eropa untuk kembali melanjutkan penguatannya. Cermati saham ITMG, INTP, ASII, dan IMAS.
(qom/qom)











































