First Asia Capital: Investor Buru Aset Berisiko Rendah

First Asia Capital: Investor Buru Aset Berisiko Rendah

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2011 09:41 WIB
First Asia Capital: Investor Buru Aset Berisiko Rendah
Jakarta - Perdagangan saham kemarin didominasi aksi beli investor di tengah koreksi yang terjadi di sejumlah bursa Asia. IHSG bergerak di teritori positif, berhasil ditutup di atas level psikologis 4000, yakni di 4020,994, menguat 67,717 poin (1,71%). Pergerakan IHSG ini cenderung berlawanan dengan apa yang dialami di sejumlah bursa Asia yang cenderung melemah. Saham-saham unggulan seperti ASII, TLKM, PGAS, BMRI, UNVR dan BBRI menjadi motor penguatan indeks.

Pelaku pasar menilai prospek perekonomian Indonesia masih tumbuh positif tahun ini, berbeda dengan apa yang terjadi di AS maupun Eropa. Sebagaimana diketahui akhir-akhir ini, banyak pelaku pasar mengkhawatirkan terjadinya krisis ekonomi kembali, menyusul perlambatan ekonomi dan problem utang yang terjadi di AS dan Uni Eropa.

Perekonomian Asia yang saat ini masih relatif kuat, bukan tidak mungkin akan menghadapi resiko perlambatan juga, terutama negara-negara yang ekonominya mengandalkan pada pasar AS dan Eropa, seperti Singapura, Jepang, dan Hongkong. Sejauh ini perekonomian Indonesia dinilai relatif kuat menahan gejolak yang terjadi di AS maupun Eropa. Ini didasarkan pada perekonomian Indonesia lebih banyak ditopang oleh tingkat konsumsi masyarakatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu tadi malam pasar saham global kembali bergejolak ditandai dengan anjloknya indeks DJIA di AS hingga 3,7% dan indeks saham di sejumlah negara Uni Eropa, seperti FTSE London yang anjlok 4,5%, indeks CAC-40 Prancis Turun 5,5% dan indeks DAX Jerman turun 5,8%. Di pasar komoditas, harga minyak mentah di New York tadi malam anjlok hampir 6% ditutup di USD82,38/barrel. Sementara harga emas melonjak ke level tertingginya di USD1818,90/t.oz.

Pelaku pasar kembali menghindari aset beresiko dan lebih memburu aset-aset yang dinilai bebas resiko seperti logam mulia. Hal ini terutama dipicu keluarnya sejumlah data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi pasar. Angka jobless claims pekan kemarin naik 9000 aplikasi mencapai 408 ribu aplikasi, di atas perkiraan pasar sebelumnya sebanyak 400.000. Angka penjualan rumah (existing home) Juli lalu di AS turun 3,5% dari bulan sebelumnya.

Indeks aktivitas bisnis turun jadi minus 30,7 dari positif 3,2 (Juni), jauh di bawah perkiraan ekonom sebelumnya sebesar 3,7. Buruknya data-data ekonomi AS tersebut semakin memperkuat kekhawatiran akan terjadinya krisis ekonomi di AS. Morgan Stanley juga mengingatkan ekonomi AS dan Eropa diambang krisis.

Dengan sejumlah perkembangan yang kurang menggembirakan tersebut, perdagangan saham hari ini diperkirakan akan terpengaruh. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang relatif lebar sekitar 60 poin dengan kecenderungan melemah. Level resisten IHSG ada di 4050 dan support terlihat di 3960.

Perhatikan :
BNBR 68–72 Buy ; Stop loss di 66
BUMI 2650-2825 Trading Buy
TLKM 7400-7800 Trading Buy
SMCB 2000-2100 Buy
INTP 15100-157000 Sell on Strength
SMGR 9100-9600 Buy
UNSP 400-420 Sell on Strength
PGAS 3300-3500 Maintain Buy
BRAU 520–600 Maintain Buy

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads