OSO Securities: IHSG Bisa Berbalik Positif

OSO Securities: IHSG Bisa Berbalik Positif

- detikFinance
Selasa, 23 Agu 2011 09:20 WIB
Jakarta - IHSG senin (22/08/2011) masih mengalami pelemahan, dengan negatif tipis 3,13 poin atau melemah 0,08% pada level 3.839,61. Ketidakpastian perekonomian Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi katalis penggerak pelemahan Bursa Indonesia, selain itu peningkatan pengangguran di AS juga menambah deretan berita negatif di pasar modal dunia. Sektor-sektor yang menjadi penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG pada perdagangan senin awal minggu ini adalah sektor keuangan dan sektor infrastruktur dimana masing-masing sektor mengalami pelemahan 1,77% dan 0,80%.

Dow Jones Industrial Average, Awal pekan ini, bursa AS ditutup menguat tipis, rasa kekhawatiran para investor mengenai perlambatan ekonomi AS menjadi salah satu faktor terbatasnya penguatan bursa AS. Selain itu, mereka tengah menanti hasil rapat The Fed mengenai apakah QE3 akan segera direalisasikan atau tidak. Indeks DJIA naik tipis 0,34% menjadi 10854.65.

Prediksi IHSG. Terlihat dari beberapa indikator teknikal IHSG masih berada di area overbought namun dilihat secara candlestick ada kemungkinan untuk IHSG berbalik arah menjadi positif pada perdagangan hari ini. Namun tentunya prediksi tersebut akan lebih valid apabila didukung oleh kondisi regional. Volume perdagangan kemarin turun dibanding volume yang terjadi hari sebelumnya. Asing mencatatkan transaksi jual bersih sekitar Rp684 milyar, sehingga YTD posisi net buying asing kembali turun berada dilevel sekitar Rp5,6 triliun, sehingga dalam 2 minggu hari perdagangan bursa, asing telah keluar sekitar Rp9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi ini indeks regional Asia menguat, HSI naik 0,29%, Nikkei menguat 0,90% dan Kospi positif 1,96%, berdasarkan data-data diatas kami memperkirakan IHSG akan cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 3.813 dan 3.780 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 3.872 dan 3.890.

Highlight News



  • Kebijakan pengetatan moneter China tekan saham
  • META dapat persetujuan untuk refinancing
  • GJTL siapkan ekspansi lanjutan di 2013
  • Tahun 2012 BKSL garap kawasan terpadu senilai Rp2 triliun
Β 

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads