Indeks sektoral saham bergerak menguat yang diawali pada indeks industri dasar yang naik 2,36% ke level 399,90; indeks keuangan naik 1,78% ke level 507,20; indeks konsumer naik 1,56% ke level 1.304,49; indeks perdagangan naik 1,14% ke level 528,43; indeks manufaktur naik 1,10% ke level 961,13; indeks pertambangan naik 1,05% ke level 2.979,52; indeks properti naik 0,65% ke level 225,17; dan indeks ifrastruktur naik 0,02% ke level 722,18. Sementara pelemahan pada indeks aneka industri
yang turun 0,41% ke level 1.223,80 dan indeks perkebunan turun 0,08% ke level 2.263,59. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 66,28 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,65 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,71 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.100 ke Rp 13.800; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 15.500; United Tractors (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 23.950; Hero Supermarket (HERO) naik Rp 500 ke level Rp 8.500; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 400 ke level Rp 29.350; Nippon Indosari Corpindo (ROTI) naik Rp 375 ke level Rp 3.700; Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 360 ke level Rp 1.830; Harum Energy (HRUM) naik Rp 350 ke level Rp 7.950; dan Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 300 ke level Rp 6.100.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI menguat di level Rp 8.544/US$ dari sebelumnya di Rp 8.552/US$ yang dipengaruhi oleh respon positif pasar setelah positifnya data industrial production Taiwan di level 3,9% dari perkiraan 4,8%, serta membaiknya indeks manufaktur China, Jerman dan Eropa. Setidaknya data-data tersebut, berhasil mengurangi kecemasan pasar atas perlambatan ekonomi global. Indeks Manufaktur China versi HSBC dirilis di level 49,8 dari sebelumnya 49,3 untuk bulan Juli 2011. Meski masih di bawah 50 namun, kontraksi itu lebih baik daripada sebelumnya. Ini mengurangi kecemasan pasar atas perlambatan ekonomi China dan menjadi sentimen positif pergerakan Rupiah.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Pakistan, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam yang dipengaruhi spekulasi langkah The Fed akan memberikan stimulus tambahan untuk menopang perekonomian AS dan data manufaktur China. Saham-saham eksportir menguat karena adanya spekulasi ini. Saham-saham yang menguat diantaranya elektronik dan pertambangan. Laporan awal dari HSBC Holdings Plc and Markit Economics menunjukkan adanya kenaikan pada indeks PMI China. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Industrial Production (YoY) Taiwan di level 3,9% dari sebelumnya 3,8%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Spanyol, Italia, Portugal, dan Irlandia yang dipicu k enaikan harga komoditas dan spekulasi digulirkannya program stimulus The Fed. Selain itu, pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang menguat juga berimbas positif pada pergerakan bursa saham Eropa. Tetapi, sebagian kalangan menilai kalau program ini tidak terjadi maka investor akan melakukan aksi jual kembali. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Manufacturing PMI Perancis di level 49,3 dari sebelumnya 50,50; Services PMI Perancis di level 56,1 dari sebelumnya 53,2; Manufacturing PMI Jerman tetap di level 52; Services PMI Jerman di level 50,4 dari sebelumnya 52,9; ZEW Economic sentiment Jerman di level -37,6 dari sebelumnya -15,1; ZEW Economic Sentiment di level -40 dari sebelumnya -7; CBI Industrial Trends Orders di level 1 dari sebelumnya -10.
Bursa kawasan Amerika menguat kecuali Panama dan Venezuela yang dipengaruhi ramainya aksi beli investor setelah saham-saham melemah tajam sebelumnya. Data ekonomi yang lebih rendah dari ekspektasi memicu spekulasi The Fed akan bertindak memacu pertumbuhan. Data ekonomi yang dirilis, yaitu Retail Sales (YoY) Kanada di level 0,7% dari sebelumnya 0,3%; New home sales di level 298 ribu dari sebelumnya 300 ribu; dan Manufacturing index di level -10 dari sebelumnya -1.
Pada perdagangan Rabu (24/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.801-3.840 dan resistance 3.900-3.920. IHSG membentuk semi white marubozu dimana sebelumnya membentuk hammer . Posisi c andle berada diantara lower bollinger bands dan middle bollinger bands . MACD masih tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali reversal menuju area overbought . IHSG masih mencoba menapak kenaikannya dalam situasi yang minim sentimen positif karena memang masih terdapat ruang kenaikan. Diharapkan penutupan bursa saham AS yang masih menghijau bisa memberikan angin segar bagi IHSG untuk naik. Apalagi jika hal ini didukung dengan pembukaan bursa saham kawasan Asia yang positif. Cermati saham-saham ASII, UNTR, MYOR, dan TPIA.
(qom/qom)











































